
Hari ini keira sebenarnya malas pergi ke kantor, pasti bos nya menagih janji untuk nanti malam.
Yaa mereka akan pergi dinner di malam Minggu. Seperti sepasang kekasih saja malam mingguan dinner berdua di luar.
Akhirnya keira paksakan untuk berangkat ke kantor.
"Pagi pah, mah". sapa keira pada orang tua nya yang sudah bangun lebih dulu.
"hei, pagi nak. Kok wajahmu pucet banget sih kei. Are you okay?" tanya mama nya dengan raut wajah yang khawatir.
"it's okay ma, gak enak badan aja kok". ucap keira
Begitu duduk di kursi ketika mau sarapan keira merasakan ada sesuatu yang basah di "bawah" sana.
Langsung keira bangun dan berlari ke kamar mandi.
Benar saja, ternyata tamu bulanan nya telah tiba. Pantas saja badan keira rasanya tidak karuan. Kepala sakit, lemas dan juga nyeri di bagian perut.
Siapa disini yang samaan kayak keira setiap tamu bulanan tiba pasti merasakan hal di atas?
othor juga sama kayak keira rasanya enggan beranjak dari kasur.
next....
Setelah mengganti ********** dan memakai pembalut, keira turun dan segera berangkat ke kantor.
"Kamu kenapa lari tadi? sarapan mu belum habis kei?" tanya mama
"itu mah biasa, tamu bulanan. Makanya aku gak enak badan. Tau nya aku datang bulan ini".
"kalo gitu izin aja kei, jangan di paksain. Nanti malah sakit lagi".
"Nggak mah, ada meeting pagi ini gak enak kalo aku izin". keira meminum habis susu hangat nya agar lebih bertenaga dan perutnya reda nyeri nya.
"hati hati kei, kalo gak enak banget pulang aja yaa izin". mama begitu khawatir pada putrinya, karena dari sekolah dulu kalo datang bulan pasti sakit bahkan sampai pingsan.
"iyaa mah okee".
Keira pun berangkat ke kantor...
__ADS_1
Sesampainya di kantor, dia menuju ruangannya menggunakan lift.
Setelah lift terbuka, ternyata andik dan rendra sudah sampai lebih dulu dari keira.
Melihat keira yang nampak pucat dan lemas Andik langsung menghampiri keira sebelum rendra melangkah.
"Hei, kamu kenapa? pucat sekali. Kalau sakit lebih baik istirahat di rumah aja kei". ucap Andik.
"ah ,, itu gak apa apa pak. Masih bisa kerja kok". jawab keira.
Namun seperti nya keira tidak baik baik saja. Ketika hendak melanjutkan langkah nya, kepala dan perut nya nyeri hebat. Pandangan nya perlahan buram, dan akhir nya gelap semua nya.
Lalu keira tumbang juga....
Andik dan rendra sangat panik melihat keira pingsan di kantor.
Dengan sigap Andik langsung menggendong keira, membawa masuk ke lift lalu membawa nya ke rumah sakit.
"keiraa!!!!" pekik andik dan rendra bersamaan.
"Ren, ayo bawa keira ke rumah sakit". pekik Andik.
"I iyaa ayo bos".
Begitu melewati lobi utama, semua nampak bingung melihat bos dingin nya itu menggendong keira sekertaris nya dengan wajah super khawatir.
Belum pernah mereka melihat wajah andik yang panik seperti itu.
Mereka membawa ke rumah sakit terdekat dari kantor. Jadi tidak memakan waktu lama, hanya 15 menit mereka sampai.
Setelah sampai pelataran rumah sakit, andik membawa keira menuju UGD untuk di observasi dokter.
"Dok tolong periksa". ucap andik
"Sebentar yaa pak, tunggu di luar dulu. Segera kami periksa istri anda". ucapan suster sukses membuat andik senyum senyum sendiri.
Rendra yang mendengar ucapan suster langsung cemberut.
"Baik suster".
__ADS_1
Tak lama kemudian, dokter membuka pintu.
"Keluarga pasien nona keira".
"Iyaa dokter, saya. Bagiamana keadaan keira dok? sakit apa dia?" tanya andik beruntun.
"Ah, pak. Tidak ada yang perlu di khawatir kan. Nona keira baik baik saja. Dia hanya mengalami nyeri saat datang bulan. Hanya butuh istirahat dan minum vitamin serta makan makanan yang bergizi, seperti sayur dan buah buahan". jelas dokter langsung di angguki Andik.
"Boleh saya lihat pasien dok?" tanya rendra.
Pertanyaan rendra sukses membuat Andik menoleh dengan tatapan tajam. Tapi rendra santai saja menanggapi nya.
"Permisi dok saya ke dalam dulu" ucap andik buru buru masuk.
"mari pak".
"hei, gimana kei udah enakan?" tanya andik.
"pak Andik, maaf merepotkan yaa. Saya memang kadang seperti ini kalau datang bulan". ucap keira sendu.
"Gak kok, gak merepotkan".
"Hai keira, gimana udah baikan?" rendra kali ini bertanya.
"Eh pak rendra, iyaa lumayan habis di kasih obat lebih reda nyeri nya".
"Ren, handle kantor dulu untuk sementara". titah andik pada rendra orang kepercayaan nya.
"Lah emang bos mau kemana?" tanya rendra bingung.
"Sekarang waktunya meeting dengan pak Bambang. Kau balik kantor, saya di sini temenin keira. Tidak ada tapi tapi yaa". titah andik sebelum rendra membuka suara.
"Baik bos. Jaga kesehatan yaa kei. Mas balik kantor dulu". ucap rendra menyematkan kata Mas di ucapannya.
"Iyaa, hati hati mas ren".
'Apa apaan rendra, segala ngomong mas rendra segala. Jijik deh, awas yaa ren kalo lo sok romantis lagi. Gak bakal gue kasih celah". batin Andik.
"Pak sebaiknya ikut pak rendra aja, nanti biar mama saya yang temenin saya disini. Gak enak saya sama bapak". ujar keira.
__ADS_1
"Gak kei, tadi saya sudah kabarin orang tua kamu. Tapi mama kamu lagi nemenin papa kamu ke luar kota. Jadi mereka minta saya yang temenin kamu. Saya gak merasa di repotkan kok".
Keira hanya tersenyum....