Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Pesan


__ADS_3

"Memikirkan apa sih sa yaa Allah nak. Sudah sudah ayo keluar dulu biar ibu bereskan kamar nya".


Denisa dibawa keluar kamar oleh ibu nya, bapak menunggu di depan kamar.


"Pak bawa dulu ke depan, kasih minum. Biar ibu bereskan kamar nya dulu". Ucap ibu kepada bapak.


"Ayo nak. Kita minum dulu yaa".


Bu sukma kembali ke kamar denisa untuk membersihkan kekacauan yang di buat putri nya itu.


Entah yang sedang di pikirkan anaknya itu sampai seperti orang yang depresi begitu.


"Denisa kenapa yaa? Apa yang membuat dia seperti stres begini". Gumam Ibu.


Drrrrttt drrrrttt


Ponsel denisa bergetar tanda pesan masuk.


Ibu yang sedang membersihkan kekacauan di kamar anaknya mendengar ponsel berbunyi ingin melihat isi pesan nya itu. Siapa tau ada petunjuk penyebab putri nya sampai stres seperti itu.


"Ah lebih baik aku bersihkan ini dulu dengan cepat. Baru nanti cek pesan masuk". ucap ibu.


Di meja makan bapak mencoba mengajak denisa berbicara.


"Nak, sebenarnya kamu ini ada masalah apa? Cerita sama bapak, siapa tau bapak bisa bantu kamu. Jangan di pendam sendiri sayang". tanya bapak dengan lembut.


Denisa hanya menggelengkan kepala saja membuat bapak membuang nafas berat.


"Ya sudah kamu minum dulu ini teh nya masih hangat. Supaya kamu lebih tenang. Bapak siapkan makan dulu yaa, sedikit saja nanti kamu sakit kalau gak makan". Bapak beranjak dari kursi mengambilkan makan untuk denisa lalu menyuapi nya sedikit demi sedikit.


" Ayo buka mulutnya, A". Pak diman berusaha untuk menyuapi anaknya seperti bayi saja.

__ADS_1


"Ayo makan, kalau kamu gak makan nanti sakit gak bisa kerja. Gak bisa shopping loh". Ucap bapak.


Akhirnya denisa mau membuka mulutnya, satu suapan berhasil masuk ke dalam mulutnya.


Bapak menyuapi denisa dengan telaten. Bapak juga tidak membahas dan bertanya kenapa denisa histeris seperti tadi.


Sedangkan ibu di kamar sudah merapihkan dan membersihkan kamar yang porak poranda.


Ibu duduk di tepi kasur denisa sejenak untuk melemaskan otot otot yang tegang karena lelah membersihkan ruangan itu.


"Ah iyaa aku harus cek ponsel denisa. Siapa tau ada petunjuk". Ibu meraih ponsel yang tadi ia letakkan di nakas.


Klik....


Kebetulan ponsel denisa tidak di kunci.


Segera ibu membuka pesan pesan yang masuk.


Ada satu pesan dengan emoticon ❤ cinta yang di arsipkan. Ibu pun langsung membuka pesan tersebut.


❤ : Sa, sebaiknya kamu jangan ingat kejadian waktu itu yaa. Aku minta maaf atas kekhilafan ku ke kamu saat itu.


Me: Tapi aku gak apa apa kok. Kamu jangan menjauh gitu dong. Aku gak bisa kalau kamu menjauh.


❤ : Sebaiknya kamu jangan berharap lebih sama aku. Aku sudah memiliki pasangan dan calon anak. Aku benar benar minta maaf sama kamu. Aku minta maaf sekali lagi yaa.


Me : Nggak bisa gitu dong. Kamu yang buka jalan lebih dulu. Sekarang kamu malah minta aku untuk menjauh. Aku gak akan menjauh ingat itu.


❤ : Terserah mau kamu. Yang penting aku gak bisa jalani hubungan sama kamu. Aku harap kamu mengerti sa. Thanks buat semua nya. Ingat, jangan hubungi aku ataupun mendekati aku lagi.


Me : Kamu jahat banget sama aku.

__ADS_1


Namun pesan itu tak kunjung terkirim.


Hanya ceklis satu saja. Menandakan bahwa orang tersebut sudah memblokir nomor denisa. Sehingga denisa tidak dapat mengirimkan pesan atau pun menelepon dia.


Sesudah membaca pesan tersebut ibu menutup mulutnya tidak percaya.


Setelah membaca isi pesan misterius itu ibu menyimpulkan bahwa putri nya itu sedang mendekati pria beristri, bahkan sebentar lagi pria itu akan mempunyai anak.


Kepala ibu langsung berdenyut. Ibu kepikiran kalau pria itu adalah suami temannya denisa.


Ibu tidak akan membiarkan putri nya merusak rumah tangga orang lain. Siapapun itu denisa tidak boleh mengganggu suami orang.


"Siapa pria ini yaa,, apa jangan jangan pria ini suaminya.... ".


Ucapan ibu terhenti karena mendengar langkah kaki sedang mendekat ke arah kamar itu.


.


.


.


.


.


💐💐💐❤️❤️❤️


Hai semua readers kesayangan author,, selamat membaca yaaa....


Jangan lupa doa dan dukungan nya agar author tambah semangat untuk menulis yaaaa....

__ADS_1


Terima kasiiiihhhhh


__ADS_2