Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Di Tinggal


__ADS_3

Setelah selesai pemakaman, semua orang izin pamit untuk pulang.


"Bu, keira pamit yaa. Keira gak bisa lama lama disini maaf. Nanti bibik yang bantu bantu ibu dan temani ibu ya disini. Keira gak bisa bantu banyak". Ujar keira ketika mereka sampai di rumah bu sukma.


"Iya nak keira. Ini saja ibu sudah terima kasih sekali atas bantuan nya. Nak keira juga masih sudi membantu ibu saja sudah Alhamdulillah sekali. Seharusnya biarkan saja ibu gak ada yang bantu. Tapi nak keira malah bantu ibu sebanyak ini". Keira memang meminta art nya untuk berbelanja kebutuhan rumah bu sukma yang akan mengadakan pengajian tahlil di rumah nya.


Semua sudah tersedia, membuat rasa malu bu sukma kian bertambah di hadapan keira yang sudah di sakiti oleh anaknya sendiri.


"Gak apa apa kok bu. Ini hanya sedikit saja. Keira pulang yaa bu. Assalamualaikum". Keira menyalami tangan bu sukma seperti biasa.


"Bu, saya pamit juga yaa. Ibu yang kuat dan sabar. Ikhlas". Ujar mama siska pula.


"Iyaa bu. Sekali lagi saya mohon maaf yaa bu". Kata bu sukma dengan derai air mata nya.


Semua itu di saksikan denisa dan andik yang setia menunggu di luar rumah dengan tatapan sinis dari semua orang yang di luar.


"Kei". Andik berusaha meraih tangan keira namun di cegah aji dan arya.


"Jangan pernah ganggu adik gue lagi. Lo inget itu yaa". Ucap aji.


Mereka semua pun pulang. Tinggal denisa dan andik di depan dengan lesu.


"Aku pulang dulu yaa kerumah mama". Ucap andik pada denisa.


"Di saat begini, kamu malah mau pulang? Kamu gak kasihan sama aku?".

__ADS_1


"Bukan gitu. Aku harus bicara sama orang rumah. Aku gak mau ini berlarut larut sa. Tolong pengertian nya".


"Aku lagi mengandung andik. kalau kamu mau pulang silahkan saja. Tapi jangan temui aku seterusnya. Ngerti?".


"Kamu serius yang kamu omongin tadi?".


"Yaa aku serius lah sayang. Ini buah cinta kita. Ini anakmu juga. Aku memeriksa nya dua hari yang lalu karena belum datang bulan juga. Hasilnya positif. Kita akan jadi orang tua". Ucap denisa antusias, tetapi mendapatkan tatapan tajam dari bu sukma dari dalam rumah nya.


"Bu, aku mohon sama ibu maafin aku. Terima cucu ibu yaa bu. Mohon maaf bu. Aku gak bisa jauh dari andik bu". Bu sukma hanya pasrah denisa berhamburan memeluknya. Dalam hati kecilnya pun ia masih sangat menyayangi putrinya itu. Namun rasa kecewa terus menghantuinya.


"Kamu sudah mencoreng muka ibu sa. Bapak kamu syok melihat kamu sampai meregang nyawa. Sekarang kamu minta ibu menerima buah dari kelakuan h*ram kamu? Begitu?".


"Bu maafkan aku bu. Ampuni aku bu". Denisa berlutut di kaki ibunya.


Andik tidak mau kehilangan keira. Namun kini ia juga harus bertanggung jawab atas kehamilan denisa.


Andik bingung sendiri sekarang.


"Kita akan berubah bu. Betul kan mas?". Denisa menoleh ke belakang, namun andik sudah tidak ada di tempat nya.


"Lihat denisa. Dia pergi. Kalau istrinya saja sebaik itu di khianati, apalagi kamu. Sekarang kamu harus berjuang sendiri untuk kelangsungan hidup anakmu kelak". Ucap ibu.


"Bu, gak mungkin mas andik ninggalin aku. Dia pasti kembali bu. Aku mohon ampuni aku bu". Denisa tak kuasa menahan air mata nya lagi.


"Sudah nak. Bangun. Ibu gak akan bisa benci sama anak ibu. Ibu hanya kecewa sama kamu. Jika andik tidak kembali bagaimana?". Ibu memeluk anaknya. Kasihan juga sebenarnya.

__ADS_1


"Dia pasti kembali bu". Denisa kekeh jika andik pasti kembali padanya.


"Terserah kamu saja nak. Sudah yuk, masuk. Kita bantu bantu bibik di dapur".


"Terima kasih bu masih mau menerima anakmu yang nakal ini". Denisa berhamburan lagi memeluk ibunya.


.


.


.


.


.


.


Selamat membaca semuaaa nyaaaaa..


Terima kasih untuk kalian semua yang masih setia menunggu author update setiap hari nya..


Semoga kalian sehat selalu dan bertambah banyak rezekinya...


Aamiin

__ADS_1


__ADS_2