Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Mengetahui


__ADS_3

Pak Anton mengajak andik untuk sarapan di rumah nya.


"Nak andik sebaiknya sarapan dulu disini. Berangkat sepagi ini pasti belum sarapan kan?". Ajak pak Anton.


"hmmm gak usah pak terima kasih, biar sarapan di pesawat aja nanti". tolak andik halus karena merasa tidak enak. Dia pun jarang sekali sarapan bersama orang tua nya karena mereka sibuk sekali.


"Gapapa sarapan disini saja, nak andik kan perjalanan nya jauh jadi gak boleh kosong perutnya supaya fokus kerja nya. Ayo mari. kei ajak dong bos kamu sarapan, kok malah diem sih".


"eh iyaa ma, ayo pak silahkan. Nanti kalo bapak pingsan di jalan saya repot gak kuat gendong nya" jawab keira asal.


"Kei, kamu ini sopan sedikit kenapa kei". tegur papa Anton.


"iyaa iyaa pah, mari pak Andik sarapan dulu".


"duuhh jadi gak enak saya pak Anton, mari kei sarapan juga". ajak andik


"Saya sudah tadi pak, silahkan bapak saja. Saya mau masukin koper, naik mobil pak andik kan?"


"Iyaa buka saja bagasi nya kei, barang saya juga disana".


"Baik pak" senyum keira, andik hanya menatap keira keluar saja

__ADS_1


"Silahkan pak andik, nanti ketinggalan pesawat loh" suara pak Anton membuyarkan lamunan andik, dan andik hanya tersenyum kikuk.


Setelah andik selesai sarapan mereka berpamitan untuk berangkat karena hari sudah mulai siang.


Mereka terlihat seperti pasangan kekasih yang ingin bulan madu saja.


"pamit yaa pah, mah". keira sambil mencium punggung tangan orang tua nya.


"iyaa kei, hati hati di jalan yaaa. Kabari mama kalau sudah sampai bali".


"Pak saya jalan dulu yaa, mari". andik juga melakukan hal yang sama dengan keira mencium punggung tangan orang tua keira.


Keira sampai terpaku melihat adegan barusan di depan mata nya.


Papah nya keira saja sampai terkejut juga. Rekan bisnis nya yang terkenal dingin, berwibawa, dan tegas tidak peduli rekan nya itu lebih tua dari nya.


Mobil pun berjalan dengan sopir pribadi yang menyetir, keira pikir andik akan duduk di depan ternyata dia duduk di belakang.


"Loh pak kok duduk di belakang?" tanya keira hati hati.


"Lah kenapa? kan mobil saya terserah saya dong mau duduk dimana aja?" jawab Andik membuat keira cemberut.

__ADS_1


"Baru kali ini ada yang cemberut sama gue" batin Andik.


Beberapa saat kemudian mereka sampai di bandara. Sopir menuruni koper koper Andik dan Keira. Sopir nya pun heran, kok bisa bisa nya pak Andik menjemput sekertaris nya itu. Sebelum nya pun mereka juga biasa keluar kota, tapi pasti mereka ketemu di bandara tidak seperti sekarang ini menjemput sekertaris pagi pagi sekali.


Pesawat pun lepas landas, dan di belakang beberapa kursi mereka ada seorang yang sedang mengawasi gerak gerik Andik dan keira sekertaris nya.


"Pak ini kan pengalaman saya ke luar kota untuk kantor cabang bapak yang di kantor tapi Pak rendra sudah memberi tau saya apa apa saja yang mesti di kerjakan dan di catat. Jadi jika ada yang salah tolong koreksi yaa pak". jelas keira


"Rendra?? Kapan kamu ketemu dia??". tanya Andik bingung. Karena Andik belum ada mengenalkan rendra sama karyawan baru sebelum satu bulan kerja.


"Oohh,, itu .. Pak rendra menghubungi saya semalam pak. Saya pikir bapak yang suruh?"


"Aneh, ada apa yaa rendra". batin Andik.


tiinng...


Ponsel andik berbunyi tanda pesan masuk.


Andik membaca pesan tersebut dengan kening berkerut seperti berpikir.


Isi pesan nya....

__ADS_1


"Menarik banget ndik, boleh yaa gue deketin". Pesan tersebut ternyata dari Rendra.


Rendra itu tangan kanan Andik sekaligus sahabat Andik sejak di bangku kuliah dulu. Jarang sekali rendra tertarik dengan wanita. Rendra memegang kantor cabang yang ada di jakarta juga, karena masalah di bali urgent rendra pun turut ikut serta. Sebenarnya andik sudah melarang rendra untuk ikut. Rendra yang penasaran dengan Andik yang tidak mau di ganggu pun akhirnya ikut terbang ke bali. Menggunakan maskapai yang berbeda.


__ADS_2