Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Berkunjung


__ADS_3

Setelah kejadian di mobil itu, denisa semakin gencar menggoda andik.


Dia seakan lupa siapa andik itu.


Seolah melupakan kebaikan keira beserta keluarga nya kepada keluarga denisa.


Seperti hari ini.


Hari minggu pagi yang harus nya waktu untuk keluarga, tetapi denisa malah datang berkunjung. Berkunjung ke rumah keira di pagi hari.


Denisa tidak menyia-nyiakan kesempatan sedikit pun.


Keira yang memang sudah di berikan wejangan atau nasihat oleh orang tua nya maupun orang tua denisa untuk tidak terlalu dekat dengan denisa ketika memiliki suami.


Bukan apa apa,, mereka ingat kejadian di masa anak nya sekolah dulu.


Setiap ada pria mendekati keira, denisa pasti berusaha mengalihkan perhatian nya menjadi pada nya.


Semua yang mendekati keira memang most wanted pada saat itu. Tetapi keira nya yang tidak mau membuka hati untuk hal seperti itu. Dia hanya fokus belajar, terbukti dari segala prestasi nya yang membanggakan keluarga dan sekolah serta kampus dimana tempat dia menimba ilmu.

__ADS_1


"Pagi bik, mama sama papa kemana bik?" Tanya keira yang sudah rapih dengan pakaian olahraga nya begitu pula juga suami nya sudah rapih dengan pakaian olahraga nya.


Mereka akan berolahraga pagi di taman kompleks perumahan mereka tidak jauh dari rumah.


"Nyonya sama tuan sudah joging pagi pagi sekali non. Sekalian belanja sayuran nanti katanya".


"Oalah sweet banget sih mama sama papa yaa yang".


"Kita juga harus sweet, jangan kalah sama yang tua. Lets go!" Ucap andik membuat keira terkekeh.


Tok tok tok....


"Siapa yang bertamu sepagi ini yang?" Tanya keira sambil membuka pintu depan.


"Hai kei, mau joging yaa? Yuk bareng. Gue juga mau joging". Ucap Denisa tetapi mata nya menyapu ke dalam rumah. Entah apa yang di cari nya.


"Lo nyari siapa?? Ngapain juga lo pagi pagi gangguin penganten baru?? Sana cari pacar" ucap keira ketus.


Andik keluar mendengar istrinya seperti sedang kesal....

__ADS_1


Melihat denisa sudah datang sepagi ini di rumah nya, andik merasa denisa ada maksud lain.


Dia jadi teringat kejadian tak pantas yang andik lakukan dengan denisa saat mengantar keira ke salon waktu itu.


"Lo kenapa si kei, gue mau main aja gak boleh. Gue kan sepi gak ada temen mau joging gak enak kalo sendiri . Kalo bareng kalian kan gue ada temen nya. Jadi kita bertiga deh rame. Lo, gue dan mas andik". Denisa seperti sengaja memanggil andik dengan sebutan mas.


Padahal dulu waktu keira bercerita akan menikah dengan andik respon denisa hanya biasa saja. Memanggil andik pun hanya menggunakan namanya atau dia saja.


Lain hal nya ketika keira memberi tau wajah dan pekerjaan calon suami nya saat itu. Denisa begitu bersemangat ingin bertemu langsung dengan andik.


Maka dari itu keira mulai berhati hati. Dia tidak mau kejadian dulu terulang lagi. Apalagi saat ini posisi nya sudah menjadi suami sah nya.


Keira melihat perubahan raut wajah pada andik. Seperti gelisah dan gugup ketika melihat denisa tamu yang datang sepagi ini.


"Lo jalan duluan aja, gue di belakang sama suami gue" Ucap keira lagi.


"Ayo kita barengan aja". Kelakuan denisa di luar batas menurut keira. Dia merangkul andik meskipun dia merangkul dirinya juga. Tapi seharusnya denisa tidak boleh melakukan kontak fisik seperti itu. Merangkul dengan sangat menempel akan menimbulkan rasa yang tidak boleh tumbuh nanti nya.


Keira menyentak tangan denisa di lengan suaminya.

__ADS_1


Andik semakin bingung dengan wanita yang ada di depannya ini.


__ADS_2