
Aji sudah mengantar adiknya ke kasur tercinta.
Tetapi setelah melihat kakak ipar dari adik nya itu, keningnya berkerut.
'Gue kira tadi gue salah sangka kalo yansyah ngeliatin keira. Tapi sekarang gue yakin, yansyah memang merhatiin keira melulu dari tadi'. Batin aji
'Andai aja yang gendong tadi gue. Eh astaghfirullah apaan si yansyah sadar woy'. Perang batin yansyah.
"Heh, ayo turun jangan liatin adek gue mulu. Nanti gawat kalo lo naksir adek gue yang udah jadi ipar lo itu". Aji menepuk bahu yansyah mengajak teman lama nya itu keluar dari kamar keira.
"Apaan si lo ngagetin gue aja. Yok turun". Yansyah menutup pintu kamar keira lalu mengikuti aji untuk turun ke ruang keluarga lagi.
"Siapa juga yang ngagetin, lo nya aja melamun sambil liatin adek ipar sendiri".
"Siapa juga yang liatin adek lo. Salah liat kali lo ah".
"Ma andik kemana kok belum pulang? Dia tadi nggak jemput istrinya?". Tanya papa agung.
"Nggak pah, tadi dia minta tolong aku buat jemput keira di rumah sakit. Dia ada meeting mendadak kata nya sih. Emang papa gak tau?". Ucap yansyah begitu berada di ruang keluarga.
"Ah gak ada kayaknya deh, dia gak ada bilang sama papa kalo ada yang urgent. Kalo meeting mendadak biasanya karena ada yang urgent kan". Jawaban papa membuat yansyah bertanya tanya pada dirinya sendiri.
'Kemana lagi sih lo ndik?'. Batin yansyah.
__ADS_1
"Mungkin gak sempat kali pa makanya andik gak telepon papa". Ucap mama jeni menenangkan.
"Biasanya se repot apapun itu, dia pasti kasih kabar ke papa, ma. Pasti ada yang aneh nih". Papa nya sangat mewakili isi hati yansyah yang terlihat gusar sekali. Apalagi kalo buat mama khawatir.
Yansyah sedang menduga duga kemana adik nya ini?
"Sudah, mungkin lupa si andik mau kasih kabar. Paling sebentar lagi juga pulang". Ucap mama siska menengahi.
Jujur, mama nya keira ini juga khawatir sebenarnya. Mempunyai feeling tidak enak waktu menantu nya itu tidak ada di samping anaknya ketika mau pulang dari rumah sakit.
Malah kakak iparnya keira yang menjemput di rumah sakit.
Tidak lama kemudian suara deru mobil terdengar di luar.
"Assalamualaikum". Ucap andik seraya membuka pintu depan.
"Waalaikumsalam". Jawab mereka yang ada di dalam kompak.
"Darimana aja ndik? Kok istri mu bukannya jemput di rumah sakit malah pergi meeting. Memang klien yang mana yang urgent? Kok papa gak denger kabar apa apa yaa?". Pak agung mencecar andik dengan banyak pertanyaan.
"Sudah pah biar andik mandi dulu, sana naik". Ujar mama
Yansyah menatap andik sang adik dengan tatapan penuh selidik.
__ADS_1
Aji melihat tatapan tak biasa teman nya itu ke adik nya sendiri. Seperti tatapan penuh pertanyaan dan tebakan.
Andik menyalami semua orang disana lalu ke kamar untuk membersihkan diri lalu menemani istri nya tidur.
Belum juga memejamkan mata, suara pintu di ketuk. Andik bangun lalu membuka pintu nya.
"Kak ?"
"Jujur sama gue dek, tadi dari mana?"
"Beneran meeting yaa ampun kak". andik jawab asal.
"Sama gue dek jangan bohong. Jawab dari mana?" tanya yansyah pelan agar keira tidak terganggu.
"gue,, beneran kok gak dari mana mana. Udah yaa gue mau tidur dulu kak. Oke kak yansyah yang ganteng. Selamat malam".
Andik pun menutup pintu kamar nya lagi.
"gue udah mastiin ke sekertaris lo kalo hari ini gak ada meeting urgent". gumam yansyah tapi masih terdengar oleh andik karena andik masih di balik pintu kamar.
"hah???" andik bingung....
Selamat membaca semuaaa nyaaa....
__ADS_1