
Hai readers kesayangan akuuuu..
Selamat membaca yaaaaaa
.
.
.
💞💞💞
Tengah malam keira terbangun karena ingin buang air kecil.
Ia mengerjapkan mata nya. Setelah kesadaran nya sudah penuh, ia menengok ke sebelah nya.
"Dingin". Gumam keira.
Itu pertanda kalau tidak ada yang berbaring di sana.
"Kemana laki laki itu?". Tanya keira pada dirinya sendiri.
Lalu keira beranjak ke kamar mandi untuk buang air kecil.
Setelah itu keira mencoba menghubungi suaminya itu.
Baru akan menekan tombol telepon, ia urungkan niatnya.
"Biarkan saja dia melakukan sesuka hatinya. Aku gak peduli. Aku harus fokus pada kehamilan ku saja".
Keira berusaha menenangkan diri sendiri. Ia berusaha tegar demi janin yang sedang di kandung nya.
Karena memang ibu hamil tidak boleh terlalu banyak pikiran. Bisa mengganggu kesehatan ibu dan calon bayi nya nanti.
Ia menuju kembali ke kamar mandi untuk berwudhu.
Ia ingin sholat malam dan berdoa sejenak agar hati nya tenang.
__ADS_1
Ia berdoa dengan khusyuk. Keira larut dalam doa doa nya. Ia meminta agar tuhan memberikan nya kesehatan juga buah hati nya di dalam perut sana.
Keira meminta kepada tuhan agar pernikahan nya diberikan jalan yang terbaik.
Setelah berperang melawan batin nya, keira memutuskan untuk melanjutkan tidur nya kembali.
.
.
.
Keesokan paginya keira terbangun dengan badan dan wajah yang lebih segar.
Keira melihat di kamar nya tidak ada tanda tanda keberadaan suaminya.
Keira bangun lalu mandi, kemudian keluar dari kamar nya.
Di meja makan sudah ada mertua dan juga kakak iparnya yansyah.
'Kemana andik?'. Batin keira.
Sebenarnya di dalam hati keira sangat gelisah. Apalagi hormon kehamilan nya ini merubah mood keira menjadi lebih mellow.
"Kei, andik mana?". Tanya papa agung.
"Seperti nya tidak pulang pa". Lirih keira seketika wajah nya menjadi murung.
"Duuuhh anak itu. Apa sih yang bikin dia begini pah? Yan, kamu cepat habiskan makanan mu. Lalu cepat cari adikmu yang kayak bocah itu". Mama jeni jadi geram sendiri dengan putra bungsu nya itu.
"Kei, makan dulu yuk. Kasihan dede di dalam sana sudah lapar pasti". Mama jeni menggandeng keira menuju meja makan.
Mama jeni sendiri yang membuat sarapan pagi ini.
Ada sandwich isi daging, ada roti tawar dan selai nya, ada juga nasi goreng ayam.
"Mau sarapan apa sayang?" Tanya mama jeni. Sungguh keira merasa seperti di rumah orang tua nya saja. Karena mama jeni dan semua yang ada di rumah ini memperlakukan nya sama. Tidak di beda bedakan.
__ADS_1
"Aku mau nasi goreng dulu mah. Biar kei ambil sendiri aja yaa mah. Mama juga makan temani aku". Keira menyendok sarapan nya sendiri.
Keira pun merasa heran, kali ini dia tidak merasakan mual mencium wangi nasi goreng.
Tentu kesempatan itu tidak di sia siakan keira. Ia makan dengan lahapnya seperti tidak makan dari kemarin saja.
Karena terlalu lahap, beberapa menit saja piring keira sudah bersih.
"Enak sayang?". Tanya mama jeni
"Enak mah, ini siapa yang buat?".
"Mama dong yang buat. Gimana ? Udah bisa ikutan MasterChef belum?". Mama dan keira tertawa bersama.
"Mama memang chef ter the best pokoknya deehh". Keira memuji mama jeni.
"Tentu dong. Nanti mama buatkan makanan lainnya sekalian kamu belajar juga".
"Oke mah, hitung hitung les masak gratis yaa mah. Hihihi".
Semua sudah selesai sarapan.
Papa agung sudah berangkat ke kantor. Begitu pula yansyah, dia harus mencari keberadaan adiknya itu.
.
.
"Kemana sih si andik. Segala gak pulang". Yansyah meraih ponsel nya lalu menelepon rendra untuk menanyakan perihal andik yang tidak pulang.
"Hai ren, sorry ganggu lo. Apa andik lagi sama lo ren?".
📞 Nggak yan. Memang dia gak pamit?
"Ngga ren. Kalo gitu gue minta tolong deh buat lacak andik ada dimana. Tolong yaa ren, please". Yansyah gusar karena adiknya tidak ada dimana pun yang biasa dia kunjungi.
📞 Oke yan. Nanti kalo ada kabar gue kabari yaa.
__ADS_1
"Oke thanks banget yaa bro". Yansyah menutup ponselnya. Lalu melanjutkan perjalanan mencari adiknya.
Kayak anak kecil saja hilang lalu di cari orang tua nya.