Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Masa Lalu Kelam


__ADS_3

"Apa ada perbuatan dosa mama yang belum termaafkan yaa pa?". Kalimat mama jeni berhasil membuat papa agung tercekat.


Papa agung langsung teringat masa lalu nya ketika masih sangat muda. Kala itu papa agung baru memiliki satu anak yaitu Maura.


Flashback On


"Sayang kapan sih kamu nikahin aku. Aku sudah kasih semua yang kamu minta. Bahkan mahkota berharga ku sudah kamu ambil. Aku ini serius loh sama kamu". ujar seorang wanita muda pada seorang pria yang juga masih muda kala itu.


Pria itu adalah papa agung.


Yaa papa agung....


"Mas tau. Tapi mas ini lagi bangun perusahaan sayang. Sudah mulai ada kemajuan. Aku harap kamu sabar yaa. Tidak lama kok. Aku mau kamu hidup enak nanti nya".


"Iyaa aku ngerti kok .. hmm hooeeekkk hooeekkk". Wanita cantik tadi berlarian ke kamar mandi dengan terburu-buru karena merasa perutnya seperti di aduk aduk.


Papa agung mengikuti wanita tersebut.


"Kamu kenapa? apa kamu sakit? sebaiknya kita berobat yaa. Ayo aku antar sebelum malam. Mau yaa". Papa agung bicara panjang lebar, kemudian wanita tadi berbalik badan menghadap papa agung kemudian menunjukkan sebuah benda kecil dengan 2 garis merah disana.


"Apa? kamu?". Setelah melihat benda tersebut papa agung kaget dan tercekat.


"Kenapa muka kamu begitu? apa kamu tidak senang? ini buah cinta kita sayang". ucap wanita tadi.


Telah diketahui wanita tadi bernama mawar.


"Mawar aku masih merintis usahaku. Kenapa kamu?". Papa agung sangat bingung kala itu.


"Loh kok gitu tanggapan kamu? kenapa? kan kamu yang minta aku untuk menyerahkan mahkota ku. Kamu juga janji akan tetap temani aku apapun yang terjadi. Kenapa sekarang seolah-olah kamu tidak terima hasilnya? Inilah hasilnya jika kamu berbuat demikian. Kamu jangan berpura pura tidak paham mas!!". ucap mawar.


"Aku belum bisa sayang. Maksudku, aku sedang merintis, itu akan mengganggu".


"Haahh ?? mengganggu katamu?? Kalau tau akan mengganggu kenapa tidak berpikir dulu waktu kamu minta itu??? kemana perasaan kamu agung? Bagaimana nasib anak ini jika ayahnya saja menganggap nya sebagai pengganggu?". Mawar mulai histeris.


"Iyaa sayang. Aku janji akan bertanggung jawab. Aku harap kamu sabar menunggu yaa?".


Setelah mengucap janji yang entah akan di tepati atau tidak, Papa agung muda pergi meninggalkan rumah mawar.

__ADS_1


Mawar terus menunggu....


Kehamilan trimester pertama ini sungguh mengganggu kesehatan nya. Tiap hari muntah tanpa jeda.


Orang tua mawar belum mengetahui anaknya tengah berbadan dua. Karena masih tugas di luar negeri. Mawar hanya berdua dengan Art dirumah.


Bik Sani sudah tau jika nona nya tengah hamil. Bik Sani selalu mengawasi nona nya takut terjadi apa-apa.


Dua Minggu telah berlalu, namun papa agung muda tak kunjung memberi kabar.


Di telepon tak pernah di jawab.


Mawar menunggu lagi sampai dua bulan lama nya agung muda tak kunjung datang. Sekedar memberikan kabar pun tidak ada.


Seminggu kemudian orang tua mawar pun pulang.


Mawar yang tengah bedrest di rumah sakit ditemani bik Sani dan membuat rumah kosong.


Orang tua mawar bingung kemana anak serta Art nya.


Setelah mandi dan mengganti pakaian, mereka ke dapur untuk makan.


'Bu, saya membawa nona ke rumah sakit X. Jika ibu bapak sudah pulang, tolong langsung kemari ya'. Begitu isi pesan bik Sani.


"Pah, mawar dirawat pah. Ayo kita ke rumah sakit X. Ayo pah".


Mereka berdua menuju rumah sakit X, dengan cepat mereka sampai di sana.


Setelah menemukan ruangan anaknya, mereka bertanya sakit apa anaknya itu.


Bik Sani tak berani menjawab, dan langsung mengarahkan ke dokter kandungan yang memeriksa mawar.


Keduanya bingung mengapa dokter spesialis kandungan yang memeriksa anaknya.


Setelah masuk, dan dokter menjelaskan kondisi mawar. Pingsan seketika ibu nya mawar mendengar penuturan dokter.


Ayahnya pun terduduk lemas.

__ADS_1


Bik Sani tak kuasa menahan tangisnya dan juga takut karena merasa bersalah gagal mengawasi nona nya.


.


.


.


Setelah mawar sehat kembali, orang tua nya mengajak mawar untuk mencari keberadaan agung.


Namun sewaktu mawar dan kedua orang tua nya datang, rumah tersebut nampak kosong tak berpenghuni.


Tetangga yang kebetulan lewat menghampiri mereka dan menjelaskan bahwa agung sekeluarga sudah pindah keluar kota.


"Agung dan orang tua nya?". tanya mawar.


"Bukan mbak. Kan pak agung sudah tidak tinggal sama orang tua nya. Tapi sama anak dan istrinya. Mereka semua pindah keluar kota sebulan yang lalu Mbak. Kalau gitu saya permisi dulu yaa mbak, pak, Bu. Mari".


Mawar lemas mendengar kenyataan bahwa agung sudah berkeluarga dan sudah meninggalkan nya.


Ibunya mawar memegang dada nya kemudian terjatuh. Begitu di cek oleh suaminya ternyata sang istri telah tiada.


Mawar dan ayahnya sangat terpuruk.


Setelah kepergian ibu nya, mawar di ajak ayahnya pindah ke desa kampung halaman ayahnya. Pindah sementara sampai waktu yang lama.


Perusahaan di kota ia percaya kan pada tangan kanannya.


Mawar tetap mempertahankan janinnya. Ayahnya pun sudah memaafkan mawar dan mulai hidup bahagia bersama bayi yang nanti akan di lahirkan.


Bayi itu berjenis kelamin laki-laki, dimana hari kelahirannya sama dengan Yansyah anak kedua dari papa agung dan mama jeni.


Flashback off


Cukup lama papa agung mengingat, lalu segera di tepuk lengannya oleh sang istri.


"Kenapa melamun pah? ada masalah?".

__ADS_1


"Ah .. tidak, hanya memikirkan Andik saja mah".


"Iyaa mama juga merasa kasihan sama anak kita pah".


__ADS_2