
Bagai di sambar petir di siang bolong viona mendengar perkataan Andik kekasihnya itu.
Apa?? Putus??
tidak .. tidak.. dia pasti bercanda kan?
"Kamu ngomong apa sih yang? Jangan becanda deh ngomong putus gitu". pekik viona.
"Aku serius, aku udah gak tahan ngejalanin hubungan kaya gini sama kamu. Aku kerja kamu buntutin gini kayak maling aja. Kamu juga nuduh karyawan aku yang nggak nggak vio. Astaga, papah nya keira juga rekan kerja ku. Bisa kah kamu profesional sedikit?" Andik marah marah.
"Sayang,, maafin aku, aku cuma khawatir kamu di rebut sama wanita sialan itu. Jadi aku susulin kamu kesini deh. Jangan tinggalin aku yaaa?" viona memelas
"keputusan ku sudah bulat, kita putus dan aku akan batalkan perjodohan kita. Jangan cari aku lagi ". Andik pergi meninggalkan viona yang memerah karena marah. Andik menyusul keira yang sejak tadi kembali ke hotel.
Waktu Andik tiba di hotel, keira sedang menggeret koper nya keluar kamar.
"kamu mau kemana kei?" tanya Andik panik melihat keira cemberut dan ingin pulang seperti nya.
"Tugas saya disini sudah selesai pak, masalah juga sudah clear. Jadi saya mau pulang lebih awal saja. Saya gak mau di tuduh yang nggak bener kaya tadi, buat malu dan sakit kepala saya karena di jambak tadi". ucap keira hampir berkaca kaca.
"Maafkan viona yaa kei, dia memang begitu. Saya juga frustasi sama dia, makanya saya sudah putuskan hubungan saya dengan dia. Meskipun pekerjaan mu sudah selesai tapi saya belum mengizinkan kamu pulang lebih dulu. Harus bareng saya, karena kamu berangkat bareng saya dan papah mu sudah menitipkan kamu ke saya. Gak mungkin kamu pulang sendiri".
__ADS_1
Akhirnya keira menarik lagi koper nya ke dalam kamar hotel.
Melihat itu Andik tersenyum sendiri.
Andik juga masuk ke dalam kamarnya untuk beristirahat.
tok tok tok...
Baru saja Andik hendak menutup mata nya, ada saja gangguan.
"Yaa masuk".
Ternyata rendra yang masuk..
"lo, ada apa? ganggu gue istirahat aja tau gak". Andik jengkel.
"Gue lupa ada yang mau gue kasih tau ke lo, penting". ucap rendra sambil merebahkan diri di samping Andik.
"eh eh .. siapa yang ngizinin lo rebahan di samping gue. Nanti timbul fitnah tau gak. Mau kasih tau apaan sih, kan kerjaan udah beres".
"Ini, lo pasti kaget. Lo pernah beliin viona apartemen kan?"
__ADS_1
"iyaa, trus?"
"Lo tau siapa yang nempatin apartemen nya?"
"hhmmm,, viona lah. Kan gue beliin buat dia dulu. Gue juga jarang kesana sih, karena kalo gue mau jemput pasti di rumah nyokap nya".
"Nah ... itu dia yang penting. Yang nempatin apartemen lo itu kekasih gelap nya viona. Dia main api di belakang lo bro".
"........" Andik hanya mematung mendengar penjelasan dari rendra.
"Mending lo ambil balik itu apartemen, karena kalo gue jadi lo gue gak sudi pemberian gue dikasih cowok lain. Besok pulang dari sini, lo ke apartemen lo itu. Besok lo liat sendiri siapa yang huni itu apartemen".
"Oke, lo temenin gue yaa bro".
"oke, kapan pun untuk lo bro".
Andik cukup pening menghadapi masalah hari ini. Masalah kantor nya, belum lagi viona yang menyusul dan membuat keributan dengan keira.
Ah keira, apa dia udah tidur yaa?
Setelah memikirkan banyak hal, Andik terlelap...
__ADS_1