
Setelah andik melontarkan kalimat gunung Krakatau, keira mengerutkan keningnya bingung.
"Maksudnya mas? Gunung Krakatau?". Tanya keira bingung
"Eh,, iyaa itu gede banget. Ah maksud aku di tv tadi ada berita gunung gede Krakatau sayang". Andik jadi salah tingkah.
Masa gunung gede Krakatau, hihihihi.
Gunung Gede-Pangrango baru benar. Andik,, andik. Mikirin gunung mana sih ndik?
Hahahahaha
Keira diam sejenak untuk mencerna kalimat yang andik lontarkan barusan.
Sesetik kemudian keira mengerti dan langsung refleks melihat ke bagian bawah leher nya.
Seketika tangannya menutupi bagian yang andik maksud 'gunung Krakatau' tadi.
"Mas apaan sih, malu tau aku". Wajah keira yang memerah karena malu benar benar membuat andik gemas sekali dengan istrinya itu.
"Gak usah malu sayang. Kan udah halal ini, iyaa gak?" Goda andik membuat keira semakin tersipu malu.
Perlahan andik mendekat pada keira.
Mengikis jarak....
Semakin dekat ....
Semakin tipis jarak di antara mereka...
Akhirnya....
__ADS_1
Cup ....
Sebuah kecupan mendarat di kening keira...
Lama kecupan itu menempel di kening keira ...
Lalu turun ke hidung....
Kemudian turun lagi ke benda kenyal tipis berwarna pink alami itu....
Andik mulai mel*mat bibir indah keira. Lama kelamaan menjadi menuntut.
Daaannn akhirnyaaaaa.....
Terjadi lah sesuatu yang sangat di inginkan....
Awalnya kaku, tapi mereka terus mengikuti naluri dari tubuh mereka masing masing.
Sudah beberapa menit mereka melakukan adegan silaturahmi di antara kedua insan yang baru saja sah menjadi suami istri itu.
Akhirnya mereka selesai juga ....
Keira dan andik pun membersihkan diri 'lagi' karena berkeringat banyak. Padahal di kamar hotel AC nya dingin, tapi tidak berpengaruh apa apa terhadap kegiatan silaturahmi mereka barusan.
Selesai mandi untuk yang kedua kali nya, mereka segera terlelap karena kelelahan mendaki 'Gunung Krakatau'.
Esok hari cahaya mentari masuk ke dalam kamar lewat celah jendela.
Andik sudah bangun terlebih dahulu. Yang pertama kali andik lihat saat terbangun dari tidurnya adalah sosok cantik berada di dekapan nya.
Andik tersenyum mengingat kejadian silaturahmi semalam yang begitu emosional dan sangat berpeluh.
__ADS_1
Segera andik mandi agar lebih segar dan wangi.
Mendengar suara gemericik air di kamar mandi, keira akhirnya terbangun juga dari mimpi indahnya.
Begitu ingin bangun, keira merasa badannya seperti tak bertenaga. Remuk sekali badannya.
Pandangan keira tertuju pada sebuah bercak merah yang menempel pada sprei putih itu.
Saat mau berdiri....
"Aaawwwww,,, ssssshhh,, sakit banget". Keira hendak berdiri dan ingin bergegas mandi juga. Tapi bagian inti milik keira terasa sangat perih dan sakit sekali. Mau berdiri saja rasanya keira tak sanggup.
"Kamu kenapa sayang? Kamu sakit? Kita ke dokter yaa?" Andik yang baru selesai mandi melihat keira kesakitan langsung menghampiri istrinya itu.
"Sakit banget mas itu... Perih banget sumpah deh". Keira mulai terisak menahan sakitnya.
"Maafin aku yaa keira sayang, maaf bikin kamu sakit. Kita ke dokter yaa supaya di kasih obat".
"Kamu jangan minta maaf segala, kamu gak salah kok. Kan memang harus begini sekarang ataupun nanti sama aja". Ucap keira bijak tapi tetap sambil menangis.
"Yaudah yuk kita ke dokter yaa supaya gak perih dan sakit lagi".
Mereka akhirnya keluar kamar dan inging sarapan, setelah itu baru mereka ke dokter.
Duuuhh kasian yaa keira perih nyeri gitu...
semoga cepat sembuh yaa keiraaa
Andik nanti next nya pelan aja loh, kasian istri mu itu...
hihihihi
__ADS_1
Happy reading semua nyaaa...