Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Harusnya Bukan Kakak


__ADS_3

Yansyah melajukan mobil nya untuk mengantarkan dua wanita pemuja pria tampan yang mereka sebut oppa korea itu.


Sampai lah mereka ke tempat tujuan yang di minta oleh bumil.


"Yeaayy akhirnya sampai juga di mall. Ayo mah, kak turun buruan". Keira turun dengan tergesa gesa seperti anak kecil yang ingin minta ice krim saja.


"Pelan pelan kei, inget lagi hamil loh kamu". Mama peringatkan keira karena sedikit berlari seolah lupa kalau dia sedang berbadan dua.


"Oh iyaa ma aku lupa". Keira memelankan jalan nya.


Sudah hampir masuk waktu makan siang memang, dan mall cukup ramai karena malam minggu banyak pasangan muda mudi yang berkunjung ke mall untuk sekedar menonton, ngobrol di cafe sambil makan, atau berbelanja pakaian dan sepatu.


"Ini mau kemana dulu kei?" Tanya yansyah.


"Aku mau langsung ke resto ayam krispi aja kak. Udah laper banget nih aku". Keira menggandeng yansyah dan mama jeni di kedua sisi nya secara bersamaan.


"Wahh ramai banget ma, duuhh duduknya dimana yaa ini". Keira celingukan mencari kursi yang kosong.


"Tuuhh di dekat kaca sana, kamu sama mama kesana duluan aja nanti keburu di tempati orang loh. Biar aku yang antri". Yansyah menyuruh keira dan mama nya untuk mencari kursi karena malam minggu cukup ramai.

__ADS_1


Keira memperhatikan yansyah sedang antri makanan yang ingin dia makan dari beberapa hari yang lalu. Harusnya suami nya yang seperti itu, tapi malah kakak iparnya yang rela antri panjang demi keinginan ngidam bumil.


"Kenapa lihat kakak seperti itu kei?" Tanya mama melihat perubahan air muka dari menantu nya itu sambil menatap putra nya yang tengah antri untuk menunggu giliran pesan.


"Aku sedih ma, kak yansyah baik banget sama aku. Harusnya kan andik suami aku yang antar aku kesini. Dia kemana si di hubungi juga gak aktif ma". Mata keira mulai menghangat dan menumpahkan air mata nya.


"Duuhh jangan sedih dong sayang. Kasihan baby nya nanti. Mungkin ada pekerjaan urgent sayang. Sabar ya sayang". Mama mengusap punggung keira untuk menenangkan nya.


"Loh kenapa kamu nangis kei? Kenapa keira ma?" Tanya yansyah yang baru saja selesai memesan dan membawa satu baki penuh keinginan keira.


"Ini,, dia sedih suami nya andik gak bisa temani dia beli ayam. Jadi kamu yang antri di sana". Jelas mama.


Keira nampak berbinar kembali melihat makanan yang ia idamkan sejak hamil.


"Eh, ralat yaa kak. Bukan bertiga, tapi berempat. Kita berempat sekarang". Keira menghitung baby yang di kandungnya juga.


"Oh iyaa uncle lupa kita berempat maaf yaa sayang". Yansyah mengusap perut keira yang masih rata itu. Berdesir hebat yansyah ketika menyentuh perut keira. Ia membayangkan kalau dia lah yang menjadi ayah dari anak yang di kandung keira.


"Yaudah yuk makan".

__ADS_1


Mereka makan sambil bercanda tawa. Sangat terlihat bahagia. Keira melupakan sejenak keberadaan suami nya yang entah dimana dan sama siapa.


Keira makan dengan sangat lahap. Sampai sampai ia bisa menghabiskan ayam ukuran besar tiga potong, lalu nasi satu bungkus, kemudian menyusul krim sup serta es krim. Benar benar sangat lahap membuat yansyah dan mama menatap keira seperti orang yang tidak makan berhari hari saja.


", Pelan pelan kei, tidak ada yang mengambil makanan mu itu". Mama mengingatkan keira untuk makan dengan pelan karena takut nanti bisa tersedak.


💐


💐


💐


💐


💐


💐


Yang nunggu andik ada dimana sabar yaaa, author juga mau cari andik ada dimana dulu. Belum ketemu nih pemirsaahhh si andik kemana sama siapa....

__ADS_1


Selamat membaca semuaaa....


__ADS_2