
Arya bergegas menuju ke kamar rawat Gita.
Arya mengetuk pintu kamar, kemudian masuk. Gita tengah menyusui bayi nya.
"Hai git. Selamat yaa. Lelah pasti yaa perjuangan nya". ucap Arya.
"Thanks bro. Adam gimana?". tanya aji
"Alhamdulillah Adam sudah gak terlalu demam. Udah turun demam nya. Ternyata jadi orang tua harus siap mental nya yaa. Harus siap panik tengah malem gini. Harus siap begadang". ujar Arya
"Yaa begitulah bro, makanya kita di wajibkan menghormati orang tua kita. Harus berbakti pada mereka. Karena yaa perjuangan nya gak main main. Harus siap fisik dan finansial. Beruntung kita di beri kenikmatan siap finansial sedari kecil sudah tercukupi. Tinggal siap mental dan perbanyak stok kesabaran aja". Ujar aji
Gita yang masih lelah hanya menjadi pendengar saja. Tapi, dia sangat setuju dengan obrolan kedua pria di depannya itu.
Karena Arya melihat Gita dan aji baik baik saja, jadi ia pamit kembali lagi ke kamar rawat inap baby Adam.
"Bro, balik lagi ke kamar yaa. Kasihan Keira sendirian jagain Adam. Sebentar lagi juga sudah subuh". ucap Arya.
"Yaudah bro, nanti pagi gue kesitu deh liat keponakan tersayang".
Mereka memang masih memanggil satu sama lain dengan sebutan bro. Karena agak canggung bagi Arya untuk memanggil sahabatnya itu dengan sebutan mas. hihihi.
Begitu pula aji. Dia agak aneh di panggil mas sama sahabat nya sendiri.
Namun, jika sedang di depan keluarga besar baru ia akan mencoba menjadi seorang adik ipar dan kakak ipar yang baik.
Terlihat Keira begitu lelah menggendong baby Adam sampai terantuk antuk kepalanya ke bawah karena sangat mengantuk.
__ADS_1
Arya lekas bersih bersih, lalu bersiap ibadah sholat subuh.
Setelah sholat, ia membangunkan Keira untuk bersih bersih, lalu sholat.
"Sayang. Bangun dulu yuk. Sudah subuh". Arya sedikit berbisik agar Adam tak terganggu.
"eenngghh". Keira melenguh. Lalu ia mengerjapkan mata nya.
"Sudah subuh mas?". tanya nya berbisik.
Arya mengangguk sebagai jawaban.
Keira dengan hati hati dan sangat pelan memindahkan baby Adam ke gendongan Arya.
Dengan tangan yang masih kaku, Arya mencoba menggendong Adam. Karena Keira harus bersih bersih dan sholat.
Matahari sudah menampakkan sinar nya. Aktifitas di rumah sakit dan di luar rumah sakit mulai ramai.
Aji sudah menelepon orang tua nya dan orang tua Gita, bahwa Gita sudah melahirkan tadi malam. Aji juga memberi tau mama nya bahwa Keira dan Arya pun juga di sini berbarengan dengan nya karena Adam demam.
Para omah lekas pergi ke rumah sakit dengan terburu-buru.
Mereka para orang tua mendapatkan kabar baik, sekaligus kabar buruk dalam waktu yang bersamaan.
Mereka bersyukur karena cucu baru nya sudah lahir dengan selamat ke dunia.
Mereka juga sedih dan khawatir karena cucu pertama mereka sedang sakit dan harus di rawat inap.
__ADS_1
Sesampainya di rumah sakit, Orang tua Keira dan Gita menuju kamar dimana aji dan Gita berada.
Sedangkan orang tua Arya langsung ke kamar rawat baby Adam.
Setelah melihat Gita, mama Siska juga berjalan ke kamar rawat baby Adam.
Keira dan Arya nampak sedang sarapan. Sedangkan baby Adam sedang mimi susu Mama Keira.
Arya sedang menyuapi Keira. Karena Keira sedang menyusui, jadi dia belum terbiasa menyusui sambil makan.
Makanya Arya menyuapi Keira makan.
"Assalamualaikum sayangnya omah. Kok gak kabarin sih kalo Adam demam?". ucap mama Siska.
"Iyaa Arya kenapa gak bilang. Mama panik loh di telepon mama mertua kamu kalo Adam di opname".
"Yaa gak ke ingetan mah, kan kesini nya tengah malem. Aku kesini aja pake kolor doang. Untung di ruangan kerja ku ada beberapa baju yang ku tinggal. Di mobil juga ada baju Keira. Jadi bisa bersih bersih dan ganti baju".
"Gimana cucu mama udah enakan?" tanya mama Siska pada Keira.
"Ma, maafin Keira yaa jika selama ini masih merepotkan mama dan papa. Mama dan papa pasti dulu lebih lelah dan panik kalau aku sakit yaa? maafin aku yaa ma". Keira malah terisak.
"Duuhh sayang, sudah dong jangan cengeng. Malu tuh sama anakmu. Sudah kewajiban mama dan papa merawat anak anaknya. Kamu sakit juga kan kehendak Tuhan, itu juga bagian dari ujian agar kita menjadi orang yang lebih sabar. Lebih kuat lagi. Sudah jangan nangis, malu tuh ada suami sama mama mertuamu".
"Iyaa sayang, kan memang sudah kewajiban kita merawat anak anak sampai sukses yaa jeng". sambung mama nya Arya.
"Iyaa ma, makasih semangat nya". ucap Keira.
__ADS_1
Keadaan baby Adam juga sudah tidak seperti semalam. Demam nya mulai turun dan tidak naik lagi. Namun, dokter masih harus observasi lagi dan baby Adam menginap satu atau dua malam lagi.