Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Kapal Pecah


__ADS_3

Di sebuah rumah terdengar kegaduhan yang memekakkan telinga.


Prraaannng...


Bruugghh...


Suara itu datang dari sebuah kamar. Bunyi riuh barang berjatuhan.


"Aaaaarrgghhh... Bagaimana iniiiiii". Teriak denisa.


Denisa tengah kalut memikirkan cara agar andik jatuh ke pelukannya.


Dia sudah terlanjur jatuh hati pada suami sahabatnya itu.


Apalagi pertemuan dia di parkiran salon. Denisa terus terngiang ci*man panas nya dengan andik.


Denisa tidak terima jika andik mengabaikan dia. Apalagi setelah kejadian panas itu, andik menjauh dari denisa.


Denisa justru lebih gencar lagi mengejar dan menggoda andik.


"Ini gak boleh di biarkan. Aku gak terima andik kamu abaikan aku beginiiiiii". Denisa berteriak.


Kebetulan di rumah orang tua nya sedang tidak ada di rumah semua. Hanya dirinya saja yang di rumah.


Denisa mengamuk seorang diri di rumah. Denisa tidak peduli jika andik sudah mempunyai istri, bahkan istrinya sahabatnya sendiri.


Karena denisa pikir andik sudah membuka hati nya melalui ci*man pertama mereka di dalam mobil tempo hari.


"Kenapa keira mudah sekali mendapatkan kebahagiaan. Kenapa dia selalu beruntung siiiihhhh". Denisa membuang semua bantal, sprei ke sembarang arah hingga kamarnya nampak seperti kapal terhantam ombak besar".


Tak lama kemudian orang tua denisa pulang dari pesta nikahan kerabatnya yang tidak terlalu jauh dari rumah nya.


"Assalamualaikum". Ibu sukma membuka pintu.


"Kok gak di kunci yaa pak? Apa denisa sudah pulang?". Mereka pun masuk ke rumah.


Baru masuk ke dalam sudah terdengar suara gaduh yang bersumber dari kamar denisa.


Prrraaannng....


"Pak, suara apa itu yaa pak? Kayaknya dari kamar denisa. Coba cek pak". Wajah bu sukma mendadak panik mendengar suara gaduh seperti membanting barang dari kamar anaknya itu.


Tok tok tok ....

__ADS_1


"Sa, kamu kenapa sa di dalam? Ini bapak nak".


Tak ada jawaban...


Tok tok tok....


"Sa, kamu kenapa si nak? Buka pintu nya dulu ini bapak".


Hening .....


"Pak, dobrak aja pak perasaan ibu gak enak deh".


"Iya bu sabar".


"Sa, buka dong pintu nya sa". Ibu mencoba memanggil anaknya lagi.


"Sudah pak dobrak aja lah pak buruan".


"Iyaa iyaa bu, awas ibu geser dulu".


Pak diman mengambil ancang-ancang untuk mendobrak pintu kamar anaknya itu.


Brruuukkkk...


Pak diman mendobrak kembali pintu itu sampai terbuka.


Mereka terkejut melihat kondisi kamar denisa sangat berantakan. Semua meja dan kasur berserakan isi nya.


"Kamu kenapa nak ? Yaa Allah kenapa begini sa?".


"Aku sedang memikirkan cara bu". Ucap denisa.


"Hayuk tangan nya ibu obati dulu, ini kena kaca sepertinya. Ayo nak bangun. Yaa Allah nak kamu ini kenapa sih? ada apa denganmu sa?". air mata ibu pun meluruh membasahi pipi nya.


"Bu, aku cinta dia bu. Aku harus menikah dengan dia". denisa meracau.


"Pak, ini kenapa anak kita pak? apa dia di jahati laki laki yo pak? Sampe kayak gini pak denisa".


"Tenang bu, bapak juga belum tau kenapa denisa ini. Memang dia gak ada cerita sama ibu lagi dekat dengan siapa?". tanya bapak.


Ibu nampak berpikir.


Tiba tiba perasaan ibu sukma tidak enak. Dia memikirkan andik suami sahabat anak nya itu.

__ADS_1


Denisa pernah mengatakan kalau dia ingin mempunyai suami seperti andik suami sahabatnya.


"Bu ! kok melamun? ibu mikirin apa?". bapak menyentuh lengan istri nya karena bu sukma tidak kunjung menjawab pertanyaan nya.


"eh,, ng .. nggak pak. Ibu cuma lagi inget inget. Kayaknya cuma perasaan ibu aja deh".


"memang ibu mikir apa toh?".


"Denisa pernah bilang ke ibu kalau dia pingin punya suami kayak suami nya keira pak. Tapi yaa pasti semua juga pingin yaa dapet suami begitu".


"Iyaa bu, mungkin cuma perasaan ibu aja. Tetapi baiknya kita juga waspada, bapak gak mau kejadian di sekolah terulang lagi sekarang. Itu cukup memalukan rasanya ya kan bu".


"Iyaa pak. Tapi ini anak kita kenapa toh pak? Bisa depresi begini?".


"Bu,, aku harus mengacaukan nya seperti kapal pecah bu". Denisa kembali meracau tidak jelas karena setelah memporak-porandakan kamar nya, dia meminum minuman beralkohol di kamar.


"Sudah sudah, ibu buatkan susu hangat dulu yaa supaya kamu enakan".


Ibu pun bergegas ke dapur membuat susu untuk putrinya itu agar lebih segar dan sadar.


Bapak memperhatikan wajah putri nya yang cantik. Bapak juga mempunyai pikiran sama seperti ibu.


Dia takut kalau anaknya berbuat yang tidak tidak.


"Nak, semoga kamu bahagia dengan cara yang baik. Bapak ibu selalu mendoakan kebahagiaan kamu nak". Batin bapak.


❤️


❤️


❤️


❤️


❤️


❤️


Hai semua selamat membaca karya Author yaaa...


Doakan dan dukung selalu agar author semangat terus untuk update. Terutama doakan agar author sehat yaaaa.


Doa yang baik untuk kalian juga yaaaa....

__ADS_1


__ADS_2