Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Penggrebekan


__ADS_3

Mama siska tersenyum sinis mendengar ocehan tetangga bu sukma. Sebenarnya mama siska tak pernah berbuat seperti ini. Namun karena anak tersayang nya di sakiti sedemikian rupa, membuat mama siska begitu geram.


Bu sukma dan Pak diman bersiap untuk pergi ke alamat tersebut.


Setelah rapih dan mengunci pintu, tetangga ingin membubarkan diri.


"Sudah sana, ngapain pada nguping". usir bapak diman pada para tetangga yang berkumpul di depan rumah nya.


"Ajarin tuh anaknya jangan jadi penjahat pak, udah di bantu gitu malah nusuk. Hih amit amit". ujar tetangga.


"Sudah pak, ayo". lerai Ibu.


Mereka memesan taksi online. Di dalam mobil, bu sukma tak henti hentinya menenangkan suaminya. Kali ini, perasaan bu sukma sungguh tak enak. Bu sukma takut terjadi sesuatu dengan suaminya.


Bu sukma terus menggandeng tangan suaminya.


Setelah empat puluh lima menit perjalanan, mereka akhirnya sampai di sebuah apartemen.


Yaa, andik membeli lagi apartemen dengan sisa uang yang dia punya.


Meskipun tak semewah sebelumnya, namun cukup untuk mereka berdua tinggal.


Mama siska sudah menyelediki menantu nya itu. Ah tepatnya, calon mantan menantu.


Mama siska pun sudah membuat janji pada resepsionis untuk mengantarkan bu sukma dan pak diman ke unit andik dan denisa.


Mereka berdua sedang bergumul dengan panasnya.


"Ssshhh .. hhmmm sayang. Lebih cepat lagi, aahh". Andik meracau karena permainan denisa yang berada di atasnya.


"Iyaa sayang.. Aku mau sampai nih.. sshhhh,, uuhh,, aarrghh". Denisa terus bermain dengan liarnya di atas tubuh Andik yang masih berstatus sebagai suami sahabat nya keira.


"Aaaaarrgghhh". Mereka mengerang bersama menuntaskan hasrat terlarang mereka yang menggebu-gebu.

__ADS_1


Cup...


"Terima kasih sayang. Kau selalu membuat aku terbang". Ucap andik.


"Janji jangan pernah meninggalkan aku yaa". Ujar denisa dengan manja nya.


Di depan, bu sukma dan pak diman sudah hampir sampai di apartemen denisa.


Resepsionis mengantar sampai di depan unit.


Bu siska sudah memberitahu pihak manager apartemen bahwa di unit yang denisa dan andik huni itu dijadikan tempat mes*m oleh denisa dan andik. Mama siska pun mengancam akan membawa polisi jika pihak management melindungi mereka.


Terpaksa mereka memberitahu dimana denisa dan andik tinggal.


Ting tong...


Bel pun berbunyi.


Andik dan denisa memakai kembali pakaian mereka yang kurang bahan itu.


Mereka membuka pintu sambil berpelukan.


Ceklek..


Pintu pun terbuka...


Pak diman dengan emosi langsung mendorong pintu, hingga andik dan denisa yang tidak siap itu tersungkur.


Bu sukma menangis melihat putrinya terlihat kacau. Kacau karena habis bergumul.


Bu sukma paham betul apa yang baru saja mereka lakukan berdua.


"Astaghfirullah denisa. Kenapa kamu melakukan perbuatan haram ini nak. Kamu tega sekali sama kami dan keira".

__ADS_1


"Buugghh". Pak diman memukul rahang andik dengan keras nya. Andik tak melawan.


"Pak apa apaan sih kalian ini". Denisa mendorong bapaknya dengan keras dan hampir saja jatuh jika bu sukma tak menahannya.


"Kamu!!". Pak diman menunjuk denisa dengan wajah merah padam karena sangat emosi.


"Kenapa sih bapak sama ibu itu mengganggu aku terus". teriak denisa pada orang tua nya.


Kata kata denisa sungguh menusuk hati keduanya. Orang tua mana yang tak sakit hati bila sang buah hati bersikap kasar pada orang tua nya yang sudah membesarkan nya sepenuh hati dan seluruh tenaga.


"Kamu sungguh durhaka denisa. Bapak sungguh malu dengan kelakuan kamu yang seperti ibl*s neraka". Lalu pak diman memegang dadanya.


Ibu sukma sangat khawatir dengan kondisi suaminya.


"Bapak sama ibu tuh gak ngerti. Aku cinta sama andik meskipun dia sudah beristri. Tapi aku cinta. Aku juga gak mau kehilangan mas andik pak, bu. Aku sudah sejauh ini gak mungkin pisah sama mas andik. Lagi pula aku gak mau hidup susah terus. Mas andik selalu bahagiain aku". Denisa berteriak histeris.


Ibu paham maksud denisa sudah sejauh itu apa.


Bapak pun paham maksud denisa putrinya.


Semua orang pun pasti tau jika melihat dari tampilan mereka saat ini, mereka habis melakukan perbuatan yang enak enak.


"Kamu. Segera tinggalkan andik. Bapak gak sudi punya anak macam kamu denisa !! Durhaka, pelakor, perusak, bapak benci kelakuan kamu yang sangat hina ini. Aaagghhh". Bapak ambruk di pelukan bu sukma.


"Bu, maafkan bapak ya". Lirih pak diman.


"Iyaa pak. Sudah jangan bicara dulu. Kita kerumah sakit ya. Andik cepat angkat bapak!!".


"Bu, sudah gak perlu". Kemudian pak diman menutup rapat matanya. Nafas nya terdengar sangat berat.


Nafas berat yang menjadi hembusan nafas terakhir pak diman.


Pak diman meregang nyawa di tempat.

__ADS_1


Ia meninggalkan bu sukma dan denisa untuk selama lamanya.


"Bapaaaaakkkkk". Teriak ibu sukma.


__ADS_2