Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Berdoa


__ADS_3

Keira yang kemarin demam sekarang sudah lebih baikan. Demam nya sudah turun, dan sudah lebih segar.


Andik selalu menemani keira di sampingnya. Dia sengaja tidak masuk kantor dulu. Urusan kantor dia serahkan ke rendra sementara.


"Aku mau pulang yang. Bisa kan bilang dokter pulang nya hari ini aja. Aku gak mau lama lama di sini. Bosen tau, lagian aku juga udah enakan kok". Ujar keira.


"Iyaa sayang. Tapi kamu kan baru sehari di rawat nya. Kurang lama, takut nanti kambuh lagi. Nanti saja".


"Iyaa,, tapi aku bosen yang. Lagi pun aku sudah beneran enakan kok. Bete tau di sini gak enak. Pulang yaa please?" Rengek keira.


"Yaa nanti aku usahakan bilang sama dokter nya......".


Belum selesai bicara ponsel andik berdering terus ..


"Yaa halo ren, gak bisa nanti aja? Huuhh yaudah otw". Andik mendengkus kesal karena ada masalah urgent di kantor dan klien mau andik yang mengurusnya.


"Kenapa mas?"


"Sayang, aku tinggal dulu gak apa apa kan? Ada klien urgent nih sayang. Janji deh gak lama lama".


"Hhmmm yaudah gak apa apa. Tapi jangan lama yaa? Aku mau pulang pokoknya".


"Iyaa sayang, pergi dulu yaa. Kalau butuh apa apa telepon aja yaa".

__ADS_1


Andik pun pergi ke kantor meninggalkan keira yang jenuh di rumah sakit. Dia sudah kepengen pulang, karena tidak bebas rasanya kalau di dalam saja.


"Huhh bete, pengen keluar tapi sendiri. Gak apa apa deh ke taman depan sendiri, jenuh banget di sini".


Keira pun keluar kamar menuju taman. Dia membawa tiang infusan nya.


Baru sampai depan ternyata ada kakak iparnya keira.


Yaa, itu yansyah yang datang dengan membawa tentengan di tangan nya.


"Loh kamu mau kemana kei?" Tanya yansyah yang bingung lihat keira keluar kamar.


"Aku bosen kak di dalam saja. Tadi andik ada urusan, makanya aku sendiri".


"Aku kesini memang di suruh andik. Andik minta tolong kalau kamu katanya mau pulang. Jadi aku urus kepulangan kamu nanti. Memang keira sudah enakan?".


Demi keira pulang hari ini juga, andik terpaksa minta tolong pada kakak nya itu.


Yansyah pun langsung mengiyakan permintaan adiknya, dan langsung melesat ke rumah sakit.


Entahlah yansyah sangat bersemangat.


"Maafin gue yaa dek, sepertinya gue akan berdoa kalau lo pisah sama Keira. Ah ,, astaghfirullah bodohnya gue,, maafin gue yaa dek. Gak maksud kok. Semoga lo langgeng". Monolog yansyah seorang diri waktu tadi akan menjemput adik iparnya ini.

__ADS_1


"Kak bisa kan aku pulang hari ini? Aku bosen di sini kak". Ucap keira.


"Iyaa kakak usahain yaa, kamu sabar dulu. Memang sudah enakan?"


Keira menjawab dengan mengangguk.


"Ini kamu mau kemana? Bawa bawa infus segala".


"Aku mau ke taman depan kak. Bete di kamar".


"Yasudah yuk sama kakak, kakak taruh dulu bawaan ini yaa di dalam".


Baru saja yansyah mau keluar kamar, keira balik lagi ke dalam kamar nya dengan wajah pucat.


"Kenapa kei?" Tanya yansyah khawatir.


"Hoooeeekkk hooekkk". Keira memuntahkan isi perutnya lagi. Dia mengurungkan niatnya untuk berjalan jalan di taman rumah sakit.


"Kayak gini kamu minta pulang? Disini aja dulu yaa? Nanti di rumah kambuh lagi gimana?". Yansyah membantu memijat tengkuk adik iparnya ini. Dia tidak tega melihat keira lemas dan pucat seperti ini.


"Aku udah biasa kak, di sini atau pun di rumah sama saja. Memang bawaan hamil pasti begini. Hooeeekkkk". Keira muntah lagi.


Yansyah dengan telaten memijat tengkuknya keira dan membaluri nya dengan minyak angin agar lebih enakan.

__ADS_1


💐


Selamat membaca semua nyaa...


__ADS_2