
"Kenapa mba? Keberatan?". Ucap keira sinis.
"Gak bisa gitu lah mas". Denisa masih tetap merangkul lengan andik manja agar tak mendengar kan ucapan keira.
"Segera balik nama, aku tunggu di sini".
"Biar kakak yang urus, ayok andik. Kamu ini ada ada saja kelakuannya". Ucap yansyah yang geram dengan adiknya ini.
"Mas". Denisa tetap merangkul lengan andik.
Melihat kelakuan sahabat nya yang sangat menjijikan itu, keira langsung ambil sikap. Karena, menurutnya ini sudah benar benar keterlaluan.
"Aww". Jerit denisa.
Andik langsung menatap tajam keira.
"Apa mas lihat lihat kayak gitu?". Keira menyingkirkan tangan denisa dari lengan suami nya lalu mendorongnya meskipun tidak terlalu kuat mengingat keira sedang hamil dia harus tetap menjaga tenaga nya.
"Jangan menyentuh yang bukan milik mba yaa. Jangan pernah mengambil yang bukan punya lo. Mengerti ?". Telak ucapan keira membuat denisa menunduk malu. Bukan karena menyadari ucapan keira. Tetapi karena banyak sekali pasang mata yang menyaksikan kejadian memalukan itu.
"Ayo suamiku kita pulang". Andik menerima uluran tangan keira sang istri dan denisa hanya menatap pemandangan itu dengan jengkel.
Kemudian keira menghentikan langkahnya lalu berbalik lagi menatap denisa.
"Oh ya,, segera keluarkan semua barang barang mu yaa. Karena sebentar lagi apartemen itu akan menjadi milik saya. I-S-T-R-I S-A-H MAS ANDIK. Jangan sampai ada yang tertinggal, kalau ada nanti ku buang ke tempat SAMPAH". Keira menekankan setiap kata kepada denisa.
Keira kembali melanjutkan langkahnya menggandeng mesra andik sang suami menuju unit yang andik belikan untuk denisa.
Sementara yansyah mengurus kepemilikan unit apartemen yang andik beli.
Yansyah menyuruh orang kepercayaan untuk mengurusnya.
Yansyah hanya tinggal menerima laporan saja. Kemudian yansyah pamit pulang karena andik juga sudah bertemu keira.
__ADS_1
Sebetulnya ada perasaan getir di dada. Tetapi yansyah menepis semua demi keutuhan keluarga.
Di depan pintu unit apartemen yang andik persembahkan untuk kekasih gelap nya, keira meminta suaminya membuka pintu itu segera.
Ceklek....
Terbuka lah pintu itu.
Keira di sambut oleh ruang tamu yang tidak terlalu besar namun terlihat sangat cantik.
Keira melangkah kan kakinya lebih dalam lagi.
Keira ingin melihat setiap sudut tempat suami nya menyembunyikan kebusukannya.
Keira berdiri di pintu kamar utama.
Tidak terlalu besar dan mewah di lihat.
Keira masuk lebih ke dalam lagi.
Keira menghela nafas nya terdengar amat berat.
Beban itu semakin menumpuk kala melihat isi ruangan itu di penuhi pakaian wanita.
Keira melihat lihat tidak ada pakaian suaminya satu pun. Ia masih bersyukur meskipun begitu.
Keira mencari tas atau koper di sana.
"Ketemu". Keira menemukan koper besar dan beberapa tas besar.
"Goodbye semua". Keira berbicara dengan semua pakaian yang ada di sana.
Andik melihat pemandangan itu merasa bersalah pun muncul.
__ADS_1
Keira tersenyum mengerikan, pandangan mata nya kosong, raut wajah yang lelah dan sedih menjadi satu.
Tiba tiba keira merasakan mual hebat. Keira langsung memuntahkan isi perutnya ke baju baju yang ia pegang.
Tentu nasib baju baju itu menjadi kotor dan bau.
Andik ingin membantu keira membalurkan minyak angin ke tengkuk nya. Keira pasrah saja.
Pintu terbuka, denisa melihat adegan memuakkan menurutnya.
Wajah nya menjadi merah padam setelah melihat nasib pakaiannya sudah berbalur muntah nya keira tadi. Sebagian sudah masuk dalam koper dan tas tas besar. Keira di bantu gita mengemas semua barang barang yang menurut keira adalah barang milik wanita ular tadi.
💐
💐
💐
💐
💐
💐
💐
Hai semua selamat membaca yaaa..
Semoga kalian terhibur...
Terima kasih banyak yang masih setia menunggu author untuk update episode novel ini....
Sehat dan lancar terus rezeki kalian yaaaa
__ADS_1
Aamiin.....