
Setelah denisa melihat postingan keira semalam mengenai kebahagiaan keira, denisa menjadi badmood.
Seharusnya hari ini dia bekerja, berhubung dia sekertaris spesial jadi denisa di izinkan libur oleh bos hari ini.
"Kamu gak ke kantor nak? Sudah siang loh ini". Tanya ibu melihat denisa masih rebahan di kamar nya.
"Aku cuti bu hari ini. Lagi gak mood kerja". Jawab denisa
"Kamu itu gak boleh gitu loh nak. Nanti bos mu repot bisa ngurangi nilai mu di kantor. Cari kerja itu susah nak".
"Gak bu, tenang aja. Bos aku udah izinin aku cuti kok. Beliau orang nya baik". Jelas saja baik, denisa kan sekertaris spesial nya pak Irwan. Spesial plus plus.
"Oh gitu. Memang kamu gak mood kenapa sih sa? Ada masalah? Cerita sini sama ibu".
"Nggak bu, aku cuma bingung aja kenapa setiap yang aku mau malah jadi milik orang lain. Aku gak pernah dapat apa yang aku mau". Ucap denisa sendu.
"Kamu tuh gak boleh gitu sa. Harusnya kamu bersyukur masih bisa hidup dengan layak, masih bisa sekolah sampai sarjana, punya tempat tinggal yang layak dan nyaman. Di luar sana banyak yang kurang beruntung dari kita sa". Nasihat sang ibu tentu membuat denisa semakin tidak mood.
"Yaudah bu, aku mau pergi dulu yaa. Ibu pulang nya mau titip apa? Tapi aku agak lama pulang nya".
__ADS_1
"Hhmmm ibu titip sate ayam aja kalo kamu pulang nya malem nak".
"Siap bu, aku siap siap dulu ya bu". Denisa pun mandi lalu berganti pakaian dengan dress sabrina selutut dipadukan dengan flatshoes dengan warna senada. Rambutnya di biarkan tergerai saja.
"Bu aku jalan dulu yaa bu".
"Iyaa nak hati hati di jalan yaa". Titah ibu
"Iyaa bu, assalamualaikum".
Denisa akhirnya memutuskan untuk pergi ke mall seorang diri. Dulu kemana mana biasanya bersama keira dan teman kampusnya.
Kini denisa tidak memiliki teman yang dekat. Hanya rekan kantor yang sekedar saling sapa saja.
Setiba nya di mall besar, denisa pun langsung menuju toko sepatu yang kemarin sempat dia lirik namun karena harus bertemu klien, denisa harus menunda nya.
"Semoga masih ada sepatu itu. Naksir banget sama itu, kemarin sih urgent meeting nya jadi gak sempat kesana deh". Denisa mengincar heels dengan hak sedikit dan berwarna merah. Kesannya sangat seksi jika menggunakan heels itu.
"Yah, kok gak ada yaa. Kemarin di pajang di sini. Apa sudah ada yang beli yaa. Tapi itu heels lumayan mahal pasti orang berduit yang beli deh". Keluh denisa saat melihat sepatu incaran nya tidak ada.
__ADS_1
"Mba sudah siap pesanan saya?" Suara itu sangat di kenal denisa, hingga reflek denisa menoleh ke arah sumber suara tadi.
Ternyata itu suara andik sedang berada di kasir.
"Loh itu kan andik, suaminya keira. Sedang apa yaa dia di toko sepatu perempuan gini?". Denisa memperhatikan andik yang berada di kasir untuk melihat apa yang dilakukan andik yang kemarin terlibat c*uman panas dengan nya di dalam mobil.
Mengingat itu, denisa berdesir dan ingin mengulang nya kembali dengan andik. Suami sahabatnya sendiri.
"Ini pak, sudah saya simpan lebih dulu agar tidak ada yang mengambil nya". Kasir tersebut menyerahkan box sepatu lalu membuka nya untuk memastikan pesanan customer nya tidak salah.
Waktu kasir itu membuka isi nya, denisa membulatkan matanya melihat isi box sepatu yang di buka sang kasir adalah sepatu incaran nya.
"Astaga, andik beli sepatu yang gue incar kemarin. Apa dia tau yaa gue kepengen itu sepatu? Kalau iya, duuhh senengnya". Denisa sudah sangat percaya diri kalau andik membeli sepatu untuknya.
Setelah andik selesai, dia berjalan keluar dari toko tersebut dengan rendra mengekor di belakang nya.
Sebenarnya andik dan rendra habis bertemu klien dan meeting di sebuah restoran jepang. Maka dari itu rendra yang sekarang lebih sering di kantor pusat yaitu kantor andik mengikuti kemana pun bos nya itu pergi.
Andik berpapasan dengan denisa, membuat andik terlihat gugup. Antara grogi dan takut.
__ADS_1
Denisa sudah sangat percaya diri kalau andik akan memberikan hadiah itu untuk nya.