
Esok hari , keira rasanya enggan beranjak dari kasur empuk nya itu. Dia merasa lelah setelah kemarin melakukan perjalanan ke luar kota. Sebenarnya pekerjaan nya tidak begitu melelahkan, insiden kemarin lah yang membuat dia lelah dan merasakan sakit di badan dan kepala nya. Karena viona begitu bringas menarik rambut keira serta mendorong tubuhnya yang ringan itu.
Viona terlihat sangat emosi ketika tau kalau andik menjemput sekertaris nya itu. Tak biasa nya Andik menjemput sekertaris ketika ingin dinas ke luar kota. Pasti keira menggoda kekasih nya itu. Asumsi viona seperti itu waktu mengetahui ada yang aneh dengan Andik memperlakukan sekertaris nya beda.
Dengan langkah gontai keira memaksakan diri menuju kamar mandi. Segera mengguyur tubuhnya dengan air dingin shower. Tubuh nya sedikit rileks karena guyuran air.
Setelah beberapa menit membersihkan diri, keira menuju lemari dan memilih setelan kantor dress putih selutut tanpa lengan di padukan dengan blazer hitam serta sepatu heels yang tidak terlalu tinggi. Penampilan yang sangat simpel, namun terlihat sangat elegan menempel di badan keira. Membuat mata pria tak berkedip pasti nya.
Seperti pagi ini, setelah sarapan di rumah keira langsung berangkat ke kantor nya. Begitu baru masuk lobi utama semua mata pria langsung menatap nya. Tidak pria saja, para wanita pun di buat menganga karena terpukau penampilan keira yang simpel namun sangat terlihat cantik.
Ada yang berdecak kagum, ada yang iri, ada yang menatap memuja keira. Namun ada juga yang sinis terhadap penampilan keira yang di nilai ingin mencari perhatian pria penghuni kantor.
Padahal tidak ada niatan keira seperti itu, dia juga sengaja berpenampilan sederhana dan simpel. Tapi itu malah jadi pusat perhatian seisi kantor.
__ADS_1
Begitu keira sudah masuk lift menuju ruangannya, bos besar Andik tiba selang beberapa menit setelah keira. Andik heran mengapa karyawan nya berkumpul dan berbisik bisik seperti itu menatap pintu lift yang tertutup. Apa yang mereka lihat di sana?
"Hei, ada apa kumpul kumpul di sini?" ucapan Andik membuyarkan semua karyawan yang sedang menatap keira masuk ke lift.
Saking terkejut nya, ada karyawan laki laki yang keceplosan mengucapkan kalau mereka sedang melihat kecantikan keira yang bak bidadari.
"Anu pak, lagi liatin bidadari kantor datang,, uuppsss". ucap Deri salah satu Manager HRD di perusahaan Andik.
Mendengar ucapan deri seketika semua menyuraki deri.
Deri menggaruk tengkuk yang tidak gatal..
"Hehehehe" Deri malah cengengesan, kalau istri nya tau, tamatlah riwayat nya pasti.
__ADS_1
"Sudah sudah, sebentar lagi jam masuk kantor. Semua masuk". titah bos Andik langsung bubar barisan karyawan nya itu.
Membuat andik semakin penasaran siapa yang karyawan nya maksud itu. Memang ada beberapa karyawan wanita di lantai dua. Tapi semua nya sudah menikah dan semua karyawan lama.
Tidak mungkin mereka menatap karyawan lama yang berada di lantai dua, mereka semua sudah saling mengenal. Kecuali....
Andik langsung melesat buru buru menuju lift CEO. Rendra bingung dengan atasan sekaligus sahabat nya itu, kenapa buru buru ? Meninggalkan dia pula.
"Sial gue di tinggalin. Ada apa sih lari lari gitu? kan belum jam masuk kantor. Lagian gak ada yang urgent. Ah gue naik lift karyawan aja lah". gerutu Rendra.
Ting.....
Pintu lift terbuka, begitu Andik berjalan ke ruangan nya dia mengintip sejenak ke ruangan keira.
__ADS_1
Begitu melihat ke ruangan sekertaris nya itu Andik termangu di buatnya....