Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Kejutan


__ADS_3

"Mas ?? Itu??". Ucap denisa yang tiba tiba muncul.


"Eh,, Lo ngapain sih kesini??". Ucap gita yang geram melihat wanita yang tidak tahu malu.


"Mas, pakaian aku?". Keira tidak habis pikir kenapa denisa benar benar tidak ada perasaan bersalah padanya. Atau sekedar kasihan dengan kondisi keira yang hamil muda.


"Cihh.. masih berani kau datang kemari ? Salut sih sama lo mba. Muka tembok". Keira enggan sekedar menyebutkan nama denisa di mulutnya.


"Heh,, Itu semua punya gue. Mas andik tersayang yang kasih itu semua buat gue. Lo gak perlu marah gitu. Karena mas andik belikan itu semua ikhlas buat gue selaku kekasihnya". dengan percaya diri tingkat tinggi denisa mengucapkan itu dengan lugasnya.


"Memangnya iya mas?". Tanya keira pada suaminya.


"Mas suamiku, jawab dong".


Andik hanya menjawab dengan gelengan kepala karena bingung mau bilang apa lagi. Dirinya sudah tertangkap basah.


"Udahlah kei. Gak usah di denger orang gila. Lo istirahat aja di kasur. Andik ajak istri lo istirahat, ini biar gue yang beresin. Nanti gue minta tolong sama orang tenang aja rapih". Ucap gita.


Andik hanya menurut saja. Tanpa melihat atau sekedar menjawab denisa. Andik merangkul keira membawa nya menuju kasur king size yang ada di sana.


Gita minta tolong bryan saudaranya untuk membereskan pakaian yang ada sampai tak tersisa. Denisa berusaha menyingkirkan tangan gita dari pakaiannya namun disana ada bryan yang siaga.


Di seret nya tangan denisa keluar kamar. Lalu mengunci pintu dari dalam.


Bryan melanjutkan kesibukannya bersama gita untuk membersihkan apartemen itu.


Di kamar, keira tiduran sambil di pijat kepala nya oleh andik dengan sabar.

__ADS_1


Tak banyak bicara karena andik sendiri bingung apa yang harus ia katakan pada keira.


"Kei, ini juga?". Gita menunjuk ke meja rias. Skincare, parfum dan lainnya berderet.


Keira mengangguk saja. Karena kepalanya sangat sakit rasanya. Lemas dirasa tubuhnya, juga pikiran yang sangat berat sedang bersarang di kepalanya.


Gita memasukkan seluruh isi meja rias ke dalam plastik sampah hitam yang besar.


Tanpa memilah terlebih dahulu, kini semua skincare itu sudah berpindah di dalam kantong sampah.


Andik tertidur bersama sang istri. Keira juga merasa lelah dengan tubuhnya.


Denisa pulang dengan hati yang sangat dongkol.


Andik terbangun karena merasakan pergerakan di sebelah nya.


"Mau kemana kei?" tanya andik pelan.


"Kita tinggal di sini aja ya? Sebentar lagi pun unit ini jadi milik kamu". Andik membujuk keira.


"Kamu pikir aku sudi tinggal di sini? dirumah bekas wanita dan lelaki pengkhianat? Aku gak akan mau tinggal dirumah yang menjadi tempat kamu menyimpan kebusukan. Aku akan jual apartemen ini". Ucap keira panjang lebar.


"Kenapa kamu mau jual? kan kita bisa tinggal di sini sayang. Kamu ada temannya gita".


"Kenapa kamu gak mau jual apartemen ini ? Apa terlalu banyak kenangan manis di sini? hmm?". Keira menatap tajam andik.


"Bukan ,, bukan gitu. Aku minta maaf". Lirih andik.

__ADS_1


Terlihat raut wajah penyesalan di sana.


Keira bergeming...


Lalu keira pergi ke luar, dan segera pulang.


Andik menyusul keira dan ikut pulang.


.


.


.


.


.


Di rumah bu sukma dan pak diman, mereka sedang meminum teh di ruang keluarga.


"Hai sa, darimana saja?" ucap ibu sukma yang memang beberapa hari ini denisa jarang pulang. Paling hanya sebentar kemudian pergi lagi.


"Ada tugas di luar bu". ucap denisa asal.


"Lama yaa tugas nya sampai jarang pulang nak". sahut lagi bapak.


"Jelas saja, kan tugas nya menggoda suami orang". Ucap seseorang.

__ADS_1


"Apaaa????". Ibu dan bapak sangat terkejut dengan ucapan orang itu.


Ibu sukma dan pak diman juga semakin terkejut dengan mobil pickup yang datang dengan banyak barang.


__ADS_2