
Pagi yang sungguh merepotkan, di hari libur justru ia lebih sibuk dibandingkan dengan hari kerja nya. Ia harus memesan tiket pesawat, menyiapkan dokumen penting, menyiapkan keperluan dia dan bos dingin nya itu untuk beberapa hari di bali.
Apalagi keira sendiri merasa canggung pergi ke luar kota hanya berdua bos nya.
Selagi keira merapihkan pakaiannya ke dalam koper, ponsel nya berdering. Di abaikan ponselnya itu karena ia sibuk sekali dan tidak mempunyai banyak waktu. Tapi ponsel keira terus berdering hingga terpaksa keira mengangkat telepon itu. Seketika wajahnya pucat pasi, karena terdapat nama bos nya di layar ponsel itu. Sudah beberapa kali terdapat panggilan tak terjawab dari sang bos dinginnya itu.
Dengan ragu keira mengangkat telepon nya itu. Seketika suara bentakan terdengar di seberang sana membuat keira sedikit menjauhkan ponselnya dari telinga. Bisa pecah gendang telinga keira, hihihiii....
"Keiraaaaa, kenapa lama sekali angkat telepon sayaaaaa. Berani nya kamu mengabaikan saya kei. Tak tau kah kamu kalau saya sampai telepon berarti ada sesuatu yang sangat penting?" teriak andik di ujung telepon sana.
"Astaga ganteng ganteng cerewet banget sih, bisa pecah kuping gue kalo gini ceritanya". batin keira
"Iyaa pak, maaf saya sedang berkemas pakaian saya ke dalam koper. Kan bapak yang suruh saya secepatnya bersiap dan menyiapkan semua". ujar keira
"Apa sudah siap semuanya?". tanya andik
__ADS_1
"Sudah siap semua pak. Tiket, dokumen, booking hotel di sana, semua siap pak". keira percaya diri
"Kau salah, belum semua nya kamu siapkan dengan benar". jawab andik
"Lah apa yaa pak yang belum saya siapkan? kan sudah saya siapkan semuanya". Keira membela diri
"Belum semua. Kamu belum menyiapkan pakaian saya. Kamu cuma mementingkan kebutuhan kamu dan pakaian kamu saja. Sekarang saya minta kamu kerumah saya untuk menyiapkan pakaian saya selama di bali dan tidak ada bantahan. Saya tunggu 15 menit lagi untuk sampai sini, saya akan share lokasi rumah saya ke nomor mu. Jadi jangan buat saya menunggu". Panggilan telepon pun terputus sepihak.
"Hahhh,, apa apaan sih dia. Masa gak bisa sendiri, emang dia gak punya pembantu yaa segala nyuruh gue. Ishhh menyebalkan sekali". keira menghentakan kakinya tanda marah dan kesal.
Dengan terpaksa keira bersiap menuju rumah bos nya itu. Keira hanya menggunakan baju lengan panjang, agak dengan kacamata dan celana panjang. Dibiarkan rambutnya tergerai. Serta menyematkan jam tangan kulit di pergelangan tangan nya. Menambah kesan seksi karena rambut nya tertiup angin.
Visual keira ketika menuju rumah bos andik.
__ADS_1
Maaf yaa semua kalau visual tokohnya kurang sesuai, hehehe author lagi bingung mau kasih visual yang mana....
kalau ada saran visual nya boleh komen yaa semuaaaaa, terima kasiiiihhhhh
"ah si bos benar benar merepotkan gue, untung dia rekan kerja papah juga jadi gue gak sewot sewot banget lah". gumam keira.
Ketika keira menuruni tangga dia berjumpa papah nya di ruang tamu. Betapa terkejutnya keira seperti mendengar suara petasan. Apa penglihatan nya bermasalah?
Ah tidak tidak sepertinya terakhir periksa mata keira baik baik saja. Apa jangan jangan dia lagi halusinasi?? sepertinya keira harus ke psikiater deh. Tapi kenapa nyata sekali?
Keira melamun di tangga dan seketika buyar lamunan nya ketika papah memanggil nya. Tentu keira langsung tersadar kalau dia tidak berhalusinasi ataupun sakit mata.
"Kei, sini ada pak andik mau ketemu kamu. Papah tinggal dulu ya". pak Anton berlalu meninggalkan keira yang masih mematung.
Andik hanya tersenyum, entah apa maksudnya andik. Tadi dia menyuruh keira ke rumah nya, kenapa secepat kilat dia sudah ada di ruang tamu rumah keira?
__ADS_1