Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Ekstra part 22


__ADS_3

Yansyah sudah mulai sibuk mempersiapkan pernikahan nya dan citra.


Untuk hotel sudah beres. Katering juga sudah sesuai keinginan citra. Dekorasi pun sesuai keinginan citra.


Melihat citra yang begitu antusias memilah milih membuat Yansyah sangat bahagia.


Yansyah hanya ingin wanita nya bahagia. Semua ia serahkan pada citra. Tapi jika citra sedang bingung, Yansyah akan memberikan saran agar memudahkan citra berpikir.


Yansyah dan citra sangat antusias mempersiapkan pesta pernikahan mereka.


.


.


.


Hari ini Yansyah dan citra akan mencoba gaun pengantin yang akan mereka kenakan nanti.


"Yang, gimana. Bagus gak?".


Citra keluar dari ruangan ganti dengan cantiknya.


Tubuh ramping nya berbalut gaun putih tulang yang mekar menjuntai panjang.


Gaun tersebut tanpa lengan. Hanya sebatas dada saja di bagian atas nya.

__ADS_1


Yansyah melihat calon istrinya berbalut gaun cantik itu pun hanya bisa terperangah.


"Yang? sayang? mas?". akhirnya citra menepuk lengan Yansyah


"Eh iyaa kenapa sayang?". Yansyah kaget karena melamun.


"Gimana bagus gak? kok bengong sih mas?". ucap citra.


"Cantik, kamu cantik banget. Aku sampe kaget tadi liat kamu keluar pake gaun ini". jawab Yansyah jujur


"hhmmmm kamu bisa ajaaa". citra malu, pipi nya merah dan berlari lagi masuk ke dalam untuk mencoba gaun lainnya. Citra benar benar tersipu.


Yansyah juga di berikan jas senada dengan warna gaun citra.


Yansyah kenakan jas itu, lalu memandang ke cermin.


Citra yang melihat calon suami nya seperti menangis langsung buru-buru menghampiri nya.


"Ada apa?"


"Apa ada masalah?". tanya citra sambil mengusap lembut bahu Yansyah.


"ah, tidak". Yansyah langsung mengusap air mata nya.


"Bicara saja. Aku ini calon pendamping hidup mu. Kamu harus menceritakan semua beban pikiran mu. Kita saling berbagi pikiran apa pun itu. Susah maupun senang". ucapan citra membuat hati Yansyah semakin terenyuh dan semakin yakin menjadikan citra sebagai istri dan ibu dari anak anaknya kelak.

__ADS_1


"Aku hanya merindukan mama, papa serta adikku yang sudah tiada. Di saat seperti ini seharusnya mereka lah orang yang paling sibuk mengatur ini dan itu. Apa lagi mama, dia orang yang suka sekali mengatur pesta. Beliau juga memang menunggu aku untuk segera menikah". jelas Yansyah


"Iyaa aku ngerti. Di saat penting seperti ini pasti kamu rindu sama orang tua mu. Saudara mu. Tapi ingat sayang, ini semua sudah kehendak Tuhan. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah mendoakan mereka agar bahagia di sisi Nya. Juga berdoa agar acara kita di lancarkan. Pasti mama bahagia sekali melihat anak nya yang tampan ini segera menikah. Apa lagi dapat istri cantik paripurna kayak aku". ucap citra sambil mengibaskan rambut panjang nya.


Yansyah terkekeh melihat tingkah calon istri nya. Ternyata citra bijaksana sekali. Dia bisa menenangkan hati Yansyah yang sedang galau.


Yansyah juga senang setelah citra menghibur diri nya. Ia sudah tak sedih lagi.


Karena Yansyah yakin dengan ucapan citra bahwa mama nya pasti bahagia di sana melihat kini anak anaknya hidup bahagia juga di dunia.


Setelah selesai mencoba baju pengantin, mereka pergi ke sebuah cafe karena kedua nya merasa lapar dan haus.


Sesampainya di cafe, Yansyah dan citra duduk lalu memesan beberapa menu.


Sambil menunggu mereka ngobrol santai saja.


"Sayang, kalau kita nikah nanti kak Maura sendirian dong?" ucap citra


"Hhmmm yaa begitulah. Dia kan bersama anak anaknya, dan juga pengasuh untuk menjaga anak nya ketika Maura kerja. Di sana juga ada bibik sama penjaga rumah kok". jelas Yansyah.


"Apa tidak kesepian yaa kalau nanti kamu pindah? kita beli rumah di samping rumah orang tua mu saja sayang. Bagaimana? jadi aku sering main sama keponakan mu yang lucu lucu itu".


"Aku kantongi dulu usulan mu. Kita fokuskan ke acara kita dulu saja yaa. Lagi pula itu harus di tanyakan dulu ke papa. Bagaimana baiknya, oke sayang?".


"Oke deh. Kamu bener juga, heheh".

__ADS_1


Pesanan mereka pun datang.


Mereka makan dan minum dengan tenang tanpa ada obrolan selama mereka makan.


__ADS_2