Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Siapa dia?


__ADS_3

"Sudah kak, nanti capek pijat aku terus. Udah lumayan enakan, itu kakak baluri pake apa?" Tanya keira, dia merasa lebih nyaman di baluri gitu. Kalau sama andik, andik hanya menonton keira muntah saja.


"Oh itu tadi kakak baluri minyak angin. Kenapa? Gak suka bau nya yaa? Maaf kakak gak tau".


"Ngga kok kak, malah aku enakan. Buat aku yaa minyak angin nya? Wangi nya enak bikin mual reda. Kalau andik mah nonton doang kalau aku lagi morning sickness gini". ucap keira sendu.


"Kak, aku mau pulang hari ini saja yaa. Tolong kak aku sudah gak betah di sini". Sambungnya lagi.


"Iyaa sabar yaa sebentar lagi dokter nya mungkin kesini".


Benar saja pintu kamar pun terbuka menampakkan dokter dan suster masuk ke dalam ruangan itu.


"Selamat siang nona keira. Apa ada keluhan pagi ini?" Tanya dokter itu.


"Tidak ada dokter, paling mual muntah saja seperti biasa".


"Baik, nanti saya resepkan vitamin dan pereda mual nya yaa. Untuk hari ini sudah bisa pulang yaa. Kalau sudah tidak ada keluhan lagi, saya tanda tangan form kepulangan nya. Tinggal di urus administrasi nya saja. Jangan lupa ambil obat nya juga".


"Terima kasih dokter sudah merawat adik saya dengan baik". Ucap yansyah

__ADS_1


"Sama sama, saya pikir suaminya. Ternyata kakak nya". Ucapan dokter sukses membuat yansyah salah tingkah sendiri. Kalau keira biasa saja.


"Ini kakak ipar saya dokter". Sambung keira.


"Ohh begitu,, saya permisi dulu yaa nona keira. Mari". Dokter pun keluar dari kamar rawat.


"Kei, aku urus administrasi dulu yaa. Sekalian ambil obat mu. Tunggu di sini dan jangan kemana-mana yaa". Yansyah pun keluar juga untuk mengurus administrasi kepulangan keira.


Tak berapa lama kemudian yansyah kembali sambil membawa obat keira yang tadi di resepkan oleh dokter.


"Yuk kei kita pulang".


"Oh pulang nya sama kak yansyah juga? Andik gak jemput aku?" Tanya keira.


"Kok dia mementingkan kerjaan dari pada aku sih". Banjir sudah mata keira.


Di kehamilan nya ini, dia memang sangat sensitif sekali. Sedikit sedikit marah, lalu sedih. Hormon kehamilan nya membuat keira cepat menangis.


"Eh jangan nangis dong kei. Suami mu sedang sibuk kerja, kan untuk kamu juga nanti nya. Sudah yuk kita pulang". Yansyah membujuk keira agar tidak menangis lagi.

__ADS_1


Di perjalanan pulang saat lampu merah, yansyah seperti lihat mobil adiknya di seberang jalan sana. Di sebelah nya ada seorang wanita yang tampak tertawa lepas dengan adiknya itu.


"Itu kayak mobil andik. Siapa itu yaa di sebelah nya?". Gumam yansyah.


"Kenapa kak, ayo jalan udah hijau tuh?". Keira menepuk bahu kakak iparnya itu.


"ah iyaa,, maaf melamun". yansyah pun menjalankan mobilnya lagi dengan kepala penuh pertanyaan.


"Kakak lihat apa sih tadi?".


"Hhmmm itu,, kayak temen sekolah dulu. Tapi salah lihat mungkin". yansyah berkilah agar keira tidak kepikiran.


Keira hanya mengangguk saja. Mata nya mulai mengantuk lalu akhirnya tertidur.


"Kalau sampai benar tadi andik, aku akan tegur dia nanti. Istri sedang sakit dan hamil muda malah keluar sama perempuan entah siapa itu". gumam yansyah.


Tidak mungkin tadi dia salah lihat. Mobil nya pun memang mobil andik adiknya yansyah. Plat nya pun sama.


"Kasihan keira kalau andik macam macam lihat saja nanti".

__ADS_1


Kira kira siapa yaaa yang ada di satu mobil dengan andik suaminya keira??


Selamat membaca semuaaa....


__ADS_2