Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Informasi


__ADS_3

Hai semua,,


Aku minta maaf banget banget banget karena jarang update tiap harinya.


Aku benar benar lagi fokus menstimulus baby ku agar cepat bisa fokus dan bisa bicara lagi. Tentu nya perlu ekstra waktu dan tenaga. Sehingga aku kurang fokus update nya.


Tapi aku usahakan tidak terlalu lama update nya.


Aku juga mau ucapin banyak terima kasih untuk yang masih setia menunggu karya karya ku.


Semoga kalian sehat dan di limpahkan rejeki oleh yang maha kuasa.


Aamiin


Selamat membaca semuaaa


💞


💞


❤️


❤️


💐


💐


💐


Yansyah menyerahkan pekerjaan nya hari ini ke teman sekaligus rekan kerja nya.


Rendra yang hari ini akan meeting juga harus turun gunung untuk mencari keberadaan andik bos nya itu.


Di dalam ruangan rendra.


"Indah, tolong kamu handle meeting hari ini yaa. Saya percayakan semua sama kamu". Kata Rendra yang saat ini sedang kacau di ruangannya. Bagaimana tidak gara gara andik tidak datang ke kantor, klien semua protes.


"Tapi pak, klien ini bilang meeting nya di tunda jadi besok".

__ADS_1


"Oh ya sudah malah bagus kalau gitu. Tapi kok tiba tiba aja minta mundur ndah? Padahal kemarin dia yang ngotot banget minta meeting segera".


"Hhmm itu pak,, katanya pak Andik yang telepon beliau untuk menunda meeting nya". Jelas indah karyawan yang sudah lama bergabung di perusahaan andik ini.


"Pak andik??? Terus dia ada bilang gak andik itu lagi dimana?". Rendra membulat. Bisa bisa nya tidak balas telepon maupun pesan yang sudah ia coba berkali kali.


"Tidak ada pesan apapun pak dari beliau".


"Oh **** damn. Ya sudah indah terima kasih kamu boleh kembali".


Indah pun keluar. Lalu rendra menelepon klien nya itu untuk memastikan dimana andik saat ini.


"Kasihan sekali kamu kei. Lagian kemana sih bocah itu ampun deh. Nyusahin tau gak". Rendra menggerutu di ruangan nya sendiri.


"Halo".


Rendra pun bertanya tanya seputar meeting lalu menanyakan keberadaan andik. Karena rendra belum bertemu di kantor.


"Oh begitu yaa pak. Baik terima kasih banyak informasi nya".


"Andik beli apartement? Untuk apa ya? Kan meeting juga gak lama kalau pun di hotel atau resto. Gak mungkin klien minta meeting di apartemen". Rendra bermonolog sendiri.


Sebelum nya dia mengabari yansyah kalau dia akan kerumah untuk memberikan kabar andik tadi.


Tak lama rendra pun sampai di kediaman andik dan keluarga nya.


Bersamaan dengan yansyah yang juga tiba karena di telepon rendra tadi.


"Eh ren. Kok gak di luar aja sih? Sekalian makan siang di luar". Ucap yansyah yang melihat rendra juga baru tiba.


"Kalo diluar bayar. Kalo di rumah kan gratis. Bisa nambah pula". Ucap rendra lugas seperti tak ada beban.


"Sial. Apa gaji dari andik kurang? Sampai cari gratisan gini?". Yansyah terkekeh oleh ucapan rendra.


"Hehehe gak lah. Lebih malah. Cuma kangen aja masakan mama". Ya, rendra memang kerap bermain sampai malam di rumah andik. Maka dari itu rendra sering makan masakan mama jeni. Yang menurut rendra terenak kedua setelah mama nya tentu.


"Ya sudah ayo masuk". Yansyah mengajak rendra masuk ke rumah nya.


"Lo langsung aja ke dapur. Gue mau ganti kaos aja, gerah rasanya". Ucap yansyah.

__ADS_1


"Eh kak yan, gue juga mau dong ganti kaos aja sama celana pendek". Rendra mengikuti Yansyah ke kamar.


"Terus?".


"Hehehe pinjem punya lo lah kak. Pelit amat si". Rendra cengengesan saja.


"Kebiasaan. Nggak lo, nggak Andik kalo pinjem baju pasti yang baru deh. Mana gak di balikin".


Meskipun ngedumel, tetapi yansyah tetap memberikan pakaiannya itu. Yansyah sudah menganggap rendra seperti adiknya juga.


"Iihh baik banget si abang gue, jadi gemes".


"Gak usah ngadi ngadi ya. Cepetan, habis itu kita makan dan inget kerjaan kita belum selesai".


"Iyaa iyaa galak banget si dah ah abang gue".


Selesai mengganti pakaian santai karena memang hari ini mereka tidak akan ke kantor, jadi mereka memakai pakaian santai saja.


"Yok makan. Mama kemana?" Ucap rendra.


"Ada di kamar kayaknya deh".


Sesampainya di dapur ternyata ada mama jeni dan keira sedang makan siang.


Melihat keira makan dengan lahapnya, membuat rendra ragu menceritakan keberadaan andik suaminya yang pasti membuat keira dan lainnya curiga. Rendra takut membuat mood keira jadi buruk lagi.


Selain itu, yansyah juga menatap keira senang karena keira tidak murung lagi seperti tadi pagi.


"Loh ada mas rendra. Andik nya mana mas?" Tanya keira dengan antusias.


Karena biasanya kemana andik meeting, pasti rendra mengikuti.


"Hmmm itu..." Rendra sangat gugup dan takut menjawab pertanyaan keira.


Yansyah yang melihat gelagat aneh rendra segera mengalihkan pembicaraan mereka.


"Dek. Nanti dulu tanya tanya nya yaa. Kasihan rendra tadi hampir pingsan karena kelaparan kei. Udah lemas gitu badannya tuh kei". Ucapan yansyah sebenarnya sukses membuat keira mengalihkan perhatian nya, tetapi membuat harga diri rendra jatuh.


Bagaimana mungkin hanya karena belum makan, rendra gemetar dan hampir pingsan?

__ADS_1


Keterlaluan andik abangnya nih....


__ADS_2