
Sepulang dari rumah sakit, mereka semua berseri seri wajahnya.
Mereka senang dengan kehamilan keira.
Itu artinya akan menambah anggota keluarga baru.
Pasti kalau lagi kumpul keluarga jadi ramai.
Ada dua anaknya kak maura dan baby nya keira.
Mama dan papa tinggal menunggu sang putra, yansyah untuk menikah dan turut menambah anggota keluarga juga.
"Alhamdulillah sampai rumah. Kei kamu banyak istirahat yaa. Jangan banyak gerak dulu kata dokter. Nanti kalau mau apa apa bilang bibik, mama atau andik aja. Oke sayang". titah mama jeni yang sangat antusias dengan kehamilan menantu nya ini.
"Iyaa ma, jangan berlebihan ma. Keira jadi tidak enak. hehehe". keira merasakan kasih sayang yang sama dengan mama nya dirumah. Mama jeni begitu menyayangi nya tanpa membeda bedakan anak kandung dan anak menantu.
"Kamu ini, gak enak kenapa? kan sama mama kamu juga kei. Kalau mau apa apa jangan diam aja yaa, nanti cucu mama ileran mama gak mau yaa".
Mama jeni ada ada aja yaa. Padahal kan semua bayi memang ileran hihihi. Apalagi waktu akan tumbuh gigi, pasti liur mengalir sampai jauuhhhhh....
__ADS_1
"Andik kamu harus jadi suami yang siap siaga untuk istri. Masa kehamilan trimester pertama itu gak mudah di lalui wanita. Harus menahan emosi, menahan lelah, menahan kantuk. Inti nya kamu harus sabar menjalani nya". ucap mama lagi menasihati anak nya.
"Iyaa ma,, ayo sayang kita ke kamar istirahat". andik memapah keira bangun dari kursi roda nya.
Keira pun mengangguk pelan lalu ikut dengan suaminya ke kamar untuk istirahat.
Keira melihat yansyah yang berdiri dekat papa, tetapi raut wajahnya tidak seperti yang lainnya. Bahagia dan antusias.
Raut wajah yansyah sangat sulit di artikan. Dia terlihat datar dan terkesan tidak senang dengan berita kehamilan keira.
Tentu keira tidak ambil pusing. Mungkin kakak iparnya itu hanya lelah setelah seharian bekerja keras.
Yansyah pun mengangguk dan berjalan menuju kamarnya.
Di kamar ....
"Sayang kamu masih marah sama aku? jangan marah marah, nanti baby nya sedih kalo kamu marah". ujar andik
"Aku cuma heran sama kamu dan denisa... Ah sudah lah, aku mau tidur".
__ADS_1
"Yasudah sini aku usap usap kepala nya. Tidur lah sayang". Andik mengusap kepala keira hingga keira terlelap dalam dekapan sang suami tercinta.
Keira merasa bahagia dan lengkap hidupnya. Kini dia akan menjadi seorang ibu yang cantik dan hebat.
Lain hal yang dirasakan yansyah.
"Ayolah yan, lo gak boleh egois. Lo barus bahagia kalo keira bahagia. Lagipula andik itu adik kandung lo. Jangan ngecewain dia. Lo harus semangat untuk move on dari dia". yansyah bermonolog sendiri di kamarnya.
Keira sendiri juga tidak ingat dengan kejadian yang tidak sengaja mempertemukan dirinya dan yansyah, karena memang hanya sebentar.
Keira memposting foto USG ke sosial media nya.
Baru beberapa saat di posting, foto tersebut sudah mendapat ratusan like dan puluhan komentar yang mendoakan agar janin yang dikandungnya sehat dan selamat sampai lahir nanti.
Postingan tersebut juga muncul di beranda denisa yang memang sedang asyik scroll Inst*gr*m nya di ponselnya.
Melihat postingan temannya keira, ada rasa tidak suka dan tidak ikut bahagia. Seharusnya sebagai sahabat harus ikut bahagia jika temannya sedang bahagia.
"Tidak, tidak boleh terjadi. Harusnya aku yang seperti itu. Kenapa selalu dia yang beruntung dan bahagia?". batin denisa berteriak tidak suka.
__ADS_1