Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Ekstra part 23


__ADS_3

Tak terasa semua persiapan sudah matang.


Tinggal menghitung hari saja menuju acara sakral bagi Yansyah, citra beserta keluarga.


Undangan pun sudah tersebar.


Khusus untuk keira dan keluarga Yansyah mengantar nya sendiri di temani oleh citra.


Saat ini Yansyah dan citra menuju kediaman Arya dan Keira untuk mengantar langsung undangan pernikahan mereka.


"Permisi pak, cari siapa?". tanya penjaga rumah Arya.


"Oh, saya mau ketemu pak Arya dan Bu Keira. Sudah buat janji kok pak". ucap Yansyah.


"Oh iya baik pak, silahkan masuk. Mari". penjaga rumah pun membukakan pintu pagar nya.


Yansyah dan citra pun masuk dan memencet bel nya. Dengan sigap, bibi pun membukakan pintu rumah dan mempersilahkan Yansyah dan citra duduk di sofa ruang tamu.


"Saya panggilkan nyonya dulu yaa, silahkan duduk pak". bibik pun pergi ke kamar nyonya.


Yansyah dan citra duduk manis menunggu di sofa.


tok tok tok


Bibik mengetuk pintu kamar Keira.


"Ada apa bik?". Keira membuka pintu kamar nya.


"Itu ada tamu nyonya".


"Oh iyaa,, bibik buatkan minum yang segar aja bik cuaca panas. Camilan nya juga yaa bik. Saya segera keluar, terima kasih bik". Setelah mengucapkan terima kasih, Keira masuk ke kamar nya dan mengambil Adam di box nya.


Sebenarnya tadi Adam sudah mau tidur, mendengar suara ketukan pintu jadi terbangun lagi.


Sambil menggendong Adam, Keira menghampiri Yansyah dan citra.


Di telepon tadi memang Yansyah bilang akan berkunjung ke rumah sebentar ada yang mau di sampaikan.


Tapi Yansyah tidak bilang jika berkunjung berdua wanita cantik.


"Hai kei, apa kabar? mana Arya?".


"Hai kak yan. Aku Alhamdulillah baik. Mas Arya pergi beli sesuatu di apotik kak. Siapa cewek cantik ini kak?". tanya Keira

__ADS_1


Pertanyaan Keira membuat citra agak tersipu, karena di bilang cantik.


"Ini dia kei maksud kedatangan aku kesini itu, ada yang mau kita sampaikan". Yansyah menyodorkan undangan dengan design simpel namun terkesan mewah.


"Waahhh, Alhamdulillah yaa kak. Akhirnya ketemu juga jodoh nya. Siapa nama nya kak?"


Citra langsung mengulurkan tangannya.


"Aku citra".


"Keira".


Bibik pun datang membawa nampan berisikan es lemon teh segar dengan beberapa toples camilan.


"Aku seneng banget kak Yansyah akhirnya mengakhiri masa bujang nya".


"Iyaa kei. Aku sudah merasa cocok satu sama lain, yaa gak perlu di tunda lagi deh".


"Bener tuh kak. Niat baik jangan di tunda tunda. Kak citra ketemu kak yan dimana kak?". tanya Keira yang penasaran.


"Aku ketemu Yansyah di restoran milik ku waktu itu dia sedang meeting dengan papa ku sendiri kei, lucu yaa hihihi". citra memang wanita yang supel dan cepat bergaul dengan siapa pun.


"Waahhh, lucu dan singkat juga yaa kak".


Biasa nya dengan orang baru, Adam akan menolak untuk di gendong.


"Waahhh anak mama mau di gendong Tante Citra. Biasa nya dia nolak loh kak kalo ketemu orang baru. Tau aja yang cantik cantik yaa Adam, hahaha".


"Ah bisa aja nih Keira. Kamu juga cantik. Adam ganteng banget yaaaa". ucap citra sambil menoel Noel pipi Adam.


"Iyaa dong papa nya kan juga ganteng".


Arya yang baru saja datang, langsung ikutan nimbrung ngobrol bareng.


"Pede banget sih kamu". ucap Keira.


"Udah lama yan?". tanya Arya.


"Ah, belum lama. Beli apa ke apotik? siapa yang sakit?" tanya Yansyah.


"Oh, gak ada yang sakit yan. Hanya beli beberapa barang aja kok buat stok". Arya pun ikut duduk di samping Keira.


"Datang yaa ya tiga hari lagi acara nya". ucap Yansyah

__ADS_1


"Waahhh, selamat yaa yan. Akhirnya ketemu pawang nya juga. Kita usahakan datang awal". ucap Arya.


"Harus dong ya. Kalo belakangan nanti rendang nya habis, hahahaha".


Mereka semua pun tertawa.


"Kak citra silahkan di minum ini, camilan nya juga. Maaf ini aja yang lagi tersedia ".


"Ini juga banyak kok, terima kasih kei". ucap citra.


"Aji gak main kesini kei?".


"Ngga kak, aku lagi mager kemana mana. Paling akhir pekan dia kesini".


"Kalo gitu, aku ke rumah nya aja deh kei. Ini terima kasih yaa suguhan nya. Maaf gak lama nih, jadwal padat kei".


"Yaaahh cepet banget siihh mampir nya".


"Iyaa lain kali kita kumpul kumpul lagi yaa kei. Maklum waktu sudah mepet banget kei". citra mengembalikan Adam yang masih betah di pangkuan citra.


Waktu Yansyah dan citra pamit dan keluar dari rumah nya Keira, Adam menangis histeris mengejar mobil citra dan Yansyah.


"hoaaaaaaaaa". Tangis Adam menggelegar.


"Anak mama, Tante Citra nya lagi sibuk sayang. Nanti yaa main lagi. Okee jagoan". ucap Keira menenangkan Adam.


Adam memang sudah lancar berjalan di usia nya sebelum menginjak satu tahun.


"Biasa nya juga takut yaa sama orang baru, ini malah nangis gak boleh pulang. hahaha" Keira gemas sekali dengan Adam.


"Sayang?". panggil Arya pada Keira


"Hmmm iyaa?".


"Kenapa kamu suruh aku beli ini? atau kamu jangan jangan?".


Keira memang menyuruh Arya untuk membeli alat tes kehamilan.


"Ngga pah, aku curiga aja kok bulan ini aku belum datang bulan. Baru telat berapa hari sih, tapi yaa jaga jaga aja". ucap Keira


"Semoga ada lagi Arya junior di sini yaaaa". Arya mengusap perut Keira yang rata itu.


Mereka berdua masuk ke dalam kamar lagi untuk bermain dengan Adam.

__ADS_1


Arya memang sedang kurang fit badannya jadi memutuskan untuk bekerja dari rumah saja.


__ADS_2