
Jawaban citra membuat Yansyah sangat bahagia.
Akhirnya ia menemukan pelabuhan hati nya.
Saat ini, mereka masih di restoran citra.
Mereka pindah tempat duduk ke dalam ruangan citra. Lebih nyaman, dan lebih leluasa membahas rencana berikut nya.
"Papa senang sekali, citra sudah menemukan pasangan hidup nya. Papa harap, kamu menjaga citra dengan baik. Dia papa besarkan dengan kasih sayang dan kerja keras untuk membahagiakan dia dan mama nya. Jadi, jika suatu saat kamu sudah tidak bisa bersama nya dan tidak bisa membahagiakan citra, bawa pulang citra pada papa lagi. Papa akan membahagiakan nya. Tapi, tentu papa berharap kalian bahagia sampai maut memisahkan". ucap papa memberikan nasihat.
Nasihat yang di berikan papa sungguh membuat hati citra sebagai anak terenyuh. Begitu besar cinta orang tua kepada anak nya. Terus memikirkan anak nya sampai sebegitu nya.
"Papah". citra memeluk papah tersayang nya.
"Sudah jangan cengeng. Kamu sebentar lagi akan menjadi istri. Jadi, jangan terlalu manja".
"iiihh papa nyebelin". bibir citra tertekuk usai di bilang manja oleh papah nya.
__ADS_1
"Jadi, kapan nak Yansyah akan meminang citra?". tanya pak Anwar
"Apa sebaiknya saya melamar secara resmi ke rumah bapak dulu? baru kita tentukan tanggal baik nya". ucap Yansyah.
"Kalau kamu merasa terlalu lama, tidak apa apa. Kita bicarakan sekarang saja. Kebetulan saya memang sengaja mengosongkan jadwal hari ini. Jadi kita bisa bahas sekarang ". jelas pak Anwar.
Pak Anwar tidak ingin Yansyah repot mengurus lamaran lagi. Bagi pak Anwar, tadi juga sudah cukup.
Pak Anwar mengerti kondisi Yansyah yang sudah tidak ada orang tua. Pasti bingung ingin konsultasi dengan siapa. Sedangkan om dan Tante nya semua berjauhan. Tidak memungkinkan untuk berunding ke rumah yansyah. Waktu kedua orang tua nya meninggal saja, tak ada yang datang melayat.
Entahlah, Yansyah juga heran. Tapi tak terlalu ia ambil pusing.
"Lakukan pernikahan kalian dua Minggu lagi, apa kamu cukup waktu nya untuk persiapan?". tanya pak Anwar
"Cukup. Yansyah akan persiapkan dengan maksimal. Terima kasih banyak pah". Yansyah menyalami punggung tangan calon mertua nya.
Sungguh benar-benar bahagia yang di rasakan Yansyah dan citra.
__ADS_1
"Kalau begitu sebaiknya kamu pulang dan mulai persiapkan segala nya. Untuk tempat, kamu bisa pakai hotel papah di jalan XX. Nanti akan papah bantu konfirmasi ke pengurus nya. Kamu tinggal datang saja". Sekali lagi Yansyah merasa sangat bersyukur. Calon mertua nya ini.
"Iyaa pah, terima kasih banyak yaa pah".
Pak Anwar mengusap lengan Yansyah.
"Papah harap kamu adalah pilihan terbaik untuk citra anak papah. Setelah kamu resmi menikah dengan citra, papah sudah anggap kamu anak papah sendiri. Jadi, papah harap bersikaplah seperti anak papah. Oke?".
"Siap pah".
Mereka pun pulang ke rumah masing-masing.
Yansyah memberikan kabar bahagia ini pada kakak nya Maura.
Sedangkan Riko sudah memberikan pesan pada mawar, karena mawar masih di rumah kerabat nya.
"Ko, apa dulu yaa yang harus ku persiapkan?". tanya Yansyah bingung.
__ADS_1
Pasalnya waktu pernikahan almarhum Andik adiknya ia tak turut serta mempersiapkan acara. Jadi, Yansyah kebingungan.
"Aku udah kirim pesan ke ibu, besok ibu ke rumah. Kita bisa rembukan sama ibu nanti. Jangan merasa tidak punya orang tua. Ibu gue, ibu lo juga. Kan ibu sudah sering bilang ke kita. Kita keluarga ". ucapan Riko lagi lagi membuat Yansyah terus mengucap rasa syukur kepada Tuhan. Karena saat seperti ini, Yansyah di kirimkan orang orang baik di sekitarnya yang sangat membantu nya.