Ketika Cintaku Terbagi...

Ketika Cintaku Terbagi...
Teman Mas Aji


__ADS_3

Keesokan harinya


Pesan :


Gita : "Kei, gue udah bikin iklan apartemen lo nih. Ada yang minat, dan orang nya mau ketemu mau liat unit".


Keira : "Alhamdulillah kabar baik. Segera aja git. Siang ini boleh".


Gita : "Gak sabar yaa bu bos. Boleh deh siang ini. Lo ke sini aja dulu kita minum jus. Gue habis belanja buahan nih".


Keira : " Ah lo bikin gue ngiler nih. Seger banget siang siang minum jus. Otw lah".


Keira sangat senang kabar dari gita membuat mood nya sangat baik.


Semoga pembeli nya ini langsung mau.


"Ma, aku mau ke rumah gita yaa. Ada urusan nih". Ucap keira pada mama mertua nya saat sedang sarapan di dapur.


"Sama siapa kei? Jangan sendirian".


"Aku bawa mobil sendiri aja mah. Ke apartemen gita aja kok gak kemana mana".


"Ya sudah. Kamu bawa mobilnya hati hati yaa. Jangan ngebut. Kalau sudah sampai kabarin mama".


Keira pun berangkat dengan senyum sumringah sekali.


Sesaat kemudian keira pun sampai.


"Hai git".


"Eh kei. Bikin jus nya nanti aja yaa. Soalnya yang mau beli unit lo udah ada di bawah. Dia buru buru katanya, jadi kesini dulu".


Keira pun kembali ke bawah bersama gita.


"Dengan mas Arya?". Tanya Gita begitu sampai di cafe bawah.


Dua orang pria itu pun berdiri begitu gita menyapa.

__ADS_1


"Aahh maaassss". Keira langsung memeluk pria itu begitu melihat wajah pria itu.


"Loh kei, siapa? Selingkuhan lo? Lo selingkuh juga kayak suami lo?". Gita memandang aneh keira.


"Ini mas gue. Mas aji. Mas kok bisa sih? Gak main main kunjungin aku, jahat". Mata keira berkaca kaca.


"Duuhh adik mah cengeng banget sih semenjak hamil. Eh tapi maksudnya temen kamu ini apa tadi? Andik selingkuhin kamu? Iya?". Aji mencecar sang adik itu.


"Nanti aja ceritanya mas. Ini loh aku mau jual apartemen ku. Jadi mas arya yang mau beli ? Kok bisa sama kakak saya?". Tanya keira


"Ini teman mas dek. Teman mas ini pengusaha, tapi dia jarang di kantor. Malah keseringan nemenin mas nanjak. Gabut katanya". Jawab mas aji.


"Saya Arya mba keira. Teman mas aji. Saya mau langsung lihat unit nya aja boleh mba keira?".


"Boleh dong. Yuk mas arya, yuk mas aji". Keira menggandeng kakaknya, karena agak lama tidak bertemu.


Mereka semua menuju ke atas untuk melihat apartemen keira yang ingin dijual.


"Silahkan mas arya di lihat lihat. Semoga cocok yaa".


Arya pun berkeliling ke seluruh ruangan yang ada.


Sementara aji dan gita duduk di sofa ruang santai.


"Hhmm mas aji, saya gita temannya keira di kantor. Dari pada melamun, saya ambilkan minuman dulu yaa".


"Duuhh gak usah repot repot gita. Saya aji kakaknya keira, memang jarang di rumah karena kerjaan saya sering antar yang mau mendaki".


"Oh mas aji tur guide yaa. Wah pasti seru mendaki gunung. Aku belum pernah tuh".


"Nanti deh kita nanjak bareng. Emang di sini ada bahan minuman? Kayaknya kosong deh".


"Bukan disini mas aji. Tapi di apartemen saya. Saya tinggal di sebelah unit ini". Sebentar yaa saya ambilkan dulu.


"Oh gitu. Ya udah boleh git kalo di paksa mah".


"Aku gak maksa sih mas aji, haha". gita pun keluar ke apartemen nya membawa jus untuk mereka semua, serta satu toples isi cookies yang ia buat semalam.

__ADS_1


"Silahkan di cicipi mas aji. Siang siang gini segar minum jus sambil ngemil cookies".


"Wah enak nih kayaknya. Ini gita beli dimana? saya emang suka banget cookies, mama suka bikin soalnya".


"Pas banget dong. Di makan aja mas aji, masih banyak dirumah kok".


Aji pun mencicipi, lalu makan dengan lahapnya. Gita melihat nya senyum senyum sendiri.


"Waahh akrab banget yaa langsung baru di tinggal sebentar aja". Ucap keira setelah selesai berkeliling dengan arya.


"Gimana ya? Jadi?". tanya aji.


"Jadi sih, kalo gak jadi gue gak enak sama lo. Soalnya punya adek lo kan". ucap arya.


"Yah elah. Santai kali".


"Hahaha becanda gue ji. Jadi kok, gue suka sama yang punya. Eh maksudnya sama unitnya".


"Hahahaha gila lo ya. Adek gue lagi hamil dan punya suami. Oh iya dek, tadi gimama maksud gita itu? ceritalah dek sama mas. Ada apa?".


Keira yang semula sumringah, menjadi miring dan lesu.


"Gak enak mas, ada arya. Ini kan masalah rumah tangga".


"Sana ya, lo keliling lagi gih. Gue ngobrol bentar sama adek gue".


"Iyaa deh iyaa". Arya pun berkeliling lagi sebelum bertransaksi dengan keira.


"Ayo cerita dek".


Keira mendadak mual hebat lalu ke toilet, melewati arya yang sedang di dapur.


"hooeeekkkk".


Keira memuntahkan isi perutnya.


Arya pun menghampiri keira lalu reflek memijat tengkuknya agar keira leluasa memuntahkan isi perutnya semua.

__ADS_1


Di ruang santai, gita menceritakan semua masalah yang keira alami sampai kejadian melabrak denisa di cafe bawah.


Tangan mas aji terkepal kuat karena sangat geram pada adik iparnya itu.


__ADS_2