
Setelah ibu nya Riko selesai, ia ingin langsung mengantarkan kue cantik serta camilan dibantu oleh art nya.
Sang ibu sangat antusias ingin merayakan ulang tahun anak nya.
Begitu sampai di vila ibu nya Riko terkejut melihat Yansyah yang sangat mirip dengan Riko anaknya.
"Bu, kenalin ini Yansyah Gumilar. Mirip banget yaa Bu sama aku? gak cuma itu Bu, Yansyah juga berulang tahun sekarang. Lucu yaa Bu".
Belum hilang keterkejutan nya melihat Yansyah. Ibu nya Riko tambah terkejut dengan seseorang yang baru saja datang.
Pria yang sangat ia benci.
"Yansyah selamat ulang tahun". ucap papa agung, mama jeni dan Maura.
Ibu nya Riko lemas dan menjatuhkan kue tart buatannya hingga semuanya hancur.
Papa agung juga tak kalah terkejutnya. Ia menjatuhkan pula kue yang ia bawa.
Semua orang yang melihatnya pun menjadi bingung. Terlebih lagi mama jeni.
Ia merasa ada hal besar yang tidak ia ketahui.
"Sudah lama yaa" ucap ibu Riko.
"Mm.. Mawar?". papa agung tergagap.
"Ibu kenal mereka?". tanya Riko.
"Dia?". tanya papa agung lagi.
"Yaa, dia anakmu agung".
"Maksudnya Bu? ini ayahnya Riko?".
__ADS_1
Papa agung melihat Riko dari atas sampai bawah benar benar mirip dengan Yansyah anak kedua nya.
Karena mama jeni dan mawar memang hamil bersamaan.
Mama jeni mendengar kalimat tadi sangat syok lalu pingsan hingga harus di larikan ke rumah sakit.
"Ayah?".
"Papa?".
Panggil Yansyah dan Riko bersamaan.
Yansyah dan Andik tak menyangka bahwa papa nya sangat pandai menyimpan rahasia kelam selama ini.
Maura tak kalah bingung juga, namun ia dan Andik harus membawa mama nya ke rumah sakit.
"Ayo Riko kita pulang ". titah mawar pada anaknya.
"Mawar. tunggu ".
"Yan. Papa akan jelasin".
"Jangan kejar mereka. Ayo kita lihat mama".
Yansyah menarik tangan papa nya ke mobil lalu menyusul mama nya ke rumah sakit.
Mawar hanya melihat mobil pria yang menyakiti nya itu pergi.
"Bu. Betul dia ayah? Berarti yang tadi itu saudara ku Bu?".
Mawar hanya mengangguk sebagai jawaban.
"Tapi, kenapa ayah pergi Bu? betul yang dibilang kakek. Ayah tidak sayang aku. Memelukku saja tidak padahal sudah puluhan tahun tidak bertemu". Riko merasa perih hati nya melihat kenyataan pahit.
__ADS_1
Sementara di rumah sakit, mama jeni sudah sadar dan tidak mau berbicara sedikit pun dengan suaminya.
Sampai akhirnya....
"Ternyata ini jawaban pertanyaan ku mengapa Andik seperti ini. Ini karma atas perbuatan mu mas. Rumah tangga anak anak kita hancur karena ulah mu sendiri. Aku tidak menyangka kamu bisa menutupi rahasia busuk mu selama ini". ucap mama jeni yang masih menggunakan alat bantu nafas.
"Maafkan papa, mah. Itu kesalahan di masa muda papa dulu. Maafkan aku mah".
"Lihatlah anaknya saja seusia Yansyah anak kedua kita, wajahnya, hari lahirnya pun sama. Kamu manusia kejam agung". Setelah berkata demikian, nafas mama jeni tersenggal kemudian terdiam.
Dokter pun datang kemudian berkata bahwa...
"Maaf, istri anda sudah berhenti bernafas pak. Saya turut berdukacita sedalam-dalamnya".
Papa agung dan anak anaknya histeris mengetahui sang mama telah tiada.
Andik yang memang baru saja ingin bangkit, seketika rapuh kembali.
Ia menangis dalam diam.
Ia mulai tertawa tidak jelas.
Yansyah yang melihat adiknya mulai terguncang segera membawa Andik pulang.
"Aku akan pulang lebih dulu. Kak, kamu urus dulu mama dan papa. Andik kasihan".
Maura pun mengangguk serasa menangis histeris.
"Yaa tuhan, mengapa jalan hidup keluarga kami begini? mengapa Tuhan?". Ucap Maura.
"Maafkan papa nak. Maaf". Baru saja papa agung ingin memeluk putrinya, langsung di tolak.
"Ini semua karena kelakuan bej*t papa. Suami Maura selingkuh lalu pergi meninggalkan Maura. Sama seperti papa kan? lalu Andik yang selingkuhi istrinya lalu depresi kemudian. Semua karena ulah papa!!". Maura makin tak terkendali.
__ADS_1
"Sudah, sudah mbak. tolong jangan ribut disini rumah sakit. Segera urus ibu anda dulu dan selesai kan masalah kalian di rumah". titah dokter pada Maura.
Tanpa menunggu apapun Maura langsung mengurus administrasi kematian mama nya. Lalu membawa pulang nya dengan mobil sendiri dengan papa agung yang menyetir mobilnya.