
Hai semua...
Selamat membaca semuaaa nyaaaaa..
Terima kasih untuk yang masih setia menunggu author update setiap episode nya...
Semoga kalian sehat dan lancar terus rezeki nya yaaa .
Aamiin...
.
.
.
.
.
.
❤️❤️❤️❤️
"Biar saya aja den". Art yang bekerja di rumah baru keira muncul untuk membukakan pintu. Sedari tadi ia menunggu di belakang karena kondisi nya sangat tidak mungkin untuk bergabung di depan.
"Cari siapa bu?".
"Ah iya saya orang tua nya keira bik".
"Oh iya silahkan masuk bu, non keira sedang tidur di kamar nya. Ada mas aji dan kakak ipar non keira sedang ngobrol".
Mama siska dan papa anton pun masuk.
Mama sangat cemas saat menerima telepon dari aji.
"Assalamualaikum aji".
"Waalaikumsalam ma, pa. Duduk dulu yuk". Aji meminta mama dan papa nya duduk.
"Bik, buatkan mama dan papa susu hangat yaa. Ada di meja makan tadi saya bawa. Sama dua teh hangat yaa bik". Aji meminta art untuk membuat kan minuman agar berbicara lebih santai.
"Ada apa sih ji? Mama cemas banget jadinya".
__ADS_1
"Sebelumnya aji minta mama dan papa untuk tenang dan jangan emosi yaa. Untuk kesehatan papa juga. Jadi keira dan andik akan segera pisah ma, pa".
"Apaa????" Mama dan papa kaget bersamaan.
Papa pun memegang dada nya terasa agak sakit.
Pas banget bibik datang membawa minuman yang di pesan kemudian membawa air putih juga. Langsung aji menyambar air putih nya dan memberikan nya kepada papa Anton.
"Sabar pah, tarik nafas... Buang. Tarik nafas pelan,, buang..". Aji menuntun papa nya untuk mengatur pernafasan.
"Ada apa aji??". Tanya mama
"Biar gue aja ji yang cerita". Yansyah meminta izin untuk menceritakan segalanya yang terjadi pada keira.
"Jadi gini tante, om. Saya minta maaf sebelumnya atas nama andik dan keluarga saya, kalau andik mengkhianati keira selaku istrinya. Kami sudah menegur dan mengambil sikap atas perilaku adik saya itu. Namun sepertinya adik saya sudah gelap mata dan hati hingga mengabaikan semua nasihat yang kami katakan". Ucap yansyah
"Yaa Allah anak ku". Papa kembali memegang dada nya.
"Pah atur nafas lagi yaa". Ujar aji seraya mengusap dada papa nya.
"Minum nak". Pak Anton minta minum kembali agar tenang.
"Teruskan nak yansyah. Oh iya apa nak yansyah tau siapa perempuan yang sudah menggoda andik?". Pinta mama siska.
Mama siska sangat syok mendengar penuturan yansyah.
"Tetapi keira sudah mengambil keputusan untuk meninggalkan andik. Keira memutuskan untuk berpisah. Sebetulnya keira ingin dari dulu berpisah semenjak dia tau bahwa adik saya mendua, namun dia mempunyai siasat yang cukup baik untuk masa depan dia dan anaknya kelak. Dia mendapatkan apartemen yang andik berikan untuk denisa, kemudian rumah ini, kos kosan, lalu saham perusahaan. Keluarga kami pun tidak masalah karena memang hak nya keira. Mungkin jika andik tidak berbuat yang aneh aneh, tentulah kami lebih bahagia dengan hadirnya calon penerus keluarga kami. Saya benar-benar minta maaf kepada keluarga om anton. Mama dan papa pun sangat terpukul dengan kejadian ini".
Setelah yansyah menjelaskan panjang lebar kepada orang tua keira, mama siska dan papa anton menemui keira di kamar nya.
"Anak kita pah. Kasihan sekali kamu nak. Sementara kita tinggal di sini dulu ya pah, atau kita ajak saja keira pulang jika dia mau". Mama mengusap kepala dan pipi putri kesayangannya itu.
"Iyaa ma, kita harus menemani anak kita ini. Papa gak mau lelaki itu kembali dengan keira. Lihat, dia lebih kurus dari biasanya. Padahal sedang hamil". Papa mengamati putri nya yang terlihat lebih kurus dari biasanya. Karena kehamilan nya serta banyak nya beban pikiran.
"Minta mang ujang untuk membawakan pakaian kita ma". Ujar papa.
"Nngghh". Keira melenguh pelan mendengar suara di dekatnya.
"Hai sayang".
"Mama, papa. Ini beneran kalian? Kapan datang? Kok gak kabarin aku dulu sih?".
"Duuhh anak mama bawel banget deh. Kamu sudah makan malam?".
__ADS_1
Keira menggeleng pelan.
"Pasti kamu gak nafsu makan kalau gak ada mama. Makan dong. Kasihan cucu mama laper pasti". Mama siska melupakan untuk membahas masalah keira agar keira tidak sedih lagi.
"Yuk ke depan". Ajak papa kemudian.
"Mau makan apa ma? Di dapur aku banyak bahan makanan. Atau kita panggang daging aja? Pasti seru yuk kita ke dapur ma".
Meskipun sudah hampir tengah malam, keira tidak mempermasalahkan. Karena jujur, dia memang sangat lapar. Adanya kejadian tadi, membuat selera makan nya hilang.
Keira meminta tolong pada bibik agar jangan dulu tidur. Karena keira akan memanggang daging walau tengah malam.
Bibik dengan sigap melayani keira.
Bik surti ini sudah lama mengabdi pada keluarga gumilar.
Jadi sudah sangat akrab dan loyalitas tinggi pada keluarga keira. Keluarga besar keira juga royal kepada semua yang bekerja padanya.
Oleh karena itu bik surti juga tidak segan untuk lembur.
Semua sudah di siapkan bibik. Kemudian keira menyuruhnya untuk istirahat biar besok pagi saja membereskan nya.
"Bibik yakin gak mau icip daging panggang?" ajak keira.
"Nggak non. Bibik beneran kenyang, nanti perut bibik malah sakit kebanyakan makan".
"Yasudah besok saja cicip nya. Di kulkas juga masih banyak stok kok. Yasudah bibik istirahat yaa, maaf aku ganggu tengah malam".
"Gak apa apa atuh non. Bibik tidur dulu yaa".
Bik surti pun kembali ke kamarnya dan beristirahat.
"Hayuk nak yansyah di cicipi makanannya. Dinner yang sangat terlewat ini. haha". ujar papa.
"Iya om, tante. Saya coba yaa".
Mereka makan dengan nikmat.
Keira makan sangat lahap.
Semua memperhatikan keira dan merasa senang karena keira kembali ceria.
Sejenak mereka melupakan segala sakit hati yang andik toreh kan.
__ADS_1
'Aku harus memberikan perhitungan pada perempuan itu'. Batin mama siska