
Dua bulan pernikahan andik dan keira, semua masih terasa indah.
Andik begitu perhatian terhadap keira istri nya. Juga posesif sekali.
"Yang, aku boleh yaa ke salon hari ini. Mumpung libur?" ucap keira pada suaminya.
"Mau aku temenin?"
"Jangan, nanti kamu bosen nunggu aku. Kan aku gak enak nanti".
"Gak dong, gak akan bosen kan nunggu istri sendiri".
"Ya udah kalo kamu maksa, hehe. Duuhh enak nya punya suami pengertian".
"Apapun untuk kamu sayang".
"Aku rapih rapih dulu deh. Kamu tunggu yaa".
Andik berusaha menyenangkan hati istri nya ini.
Mereka pun menuju salon langganan keira.
Rencana nya keira ingin creambath sekaligus mengganti warna rambut nya dengan warna biru. Bagian bawahnya warna biru, atasnya tetap hitam.
Sesampainya di salon, ternyata denisa juga sedang masker wajah di sana.
Karena posisi nya wajah penuh dengan skincare dan juga terlelap karena nikmatnya di pijat pijat area wajahnya.
__ADS_1
Andik pun menunggu di sofa depan dengan membuka ponsel nya serta memasang earphone di telinga nya supaya tidak jenuh menunggu istri nya di salon.
Mendengar suara keira yang sedang berbincang dengan pegawai salon seperti nya keira sudah sangat akrab dengan pemilik nya dan juga pegawai nya.
Denisa pun melirik ke arah keira yang sedang di creambath.
Lalu pandangan matanya terpaku ke arah pria dengan earphone sambil memegang ponsel di sofa depan.
"Jadi keira ke salon di temenin suaminya? enak banget sih dia, suami ganteng kaya perhatian pula. Kapan gue begitu yaa? gue juga mau kali di perhatiin gitu. Duuh ganteng banget sih Andik". batin denisa berteriak melihat ketampanan Andik.
Akhirnya denisa selesai perawatan. Tapi dia menunggu keira di antar ke ruang massage. Keira minta di pijat badannya sekalian luluran.
Denisa pun seperti enggan bertemu dengan sahabat nya itu.
Entah apa yang denisa pikirkan. Padahal keira benar benar baik tulus tanpa melihat latar belakang teman temannya.
Denisa pun ingin keluar dari salon setelah selesai membayar, dia melewati andik.
Mendengar suara heels terketuk dengan lantai, andik pun mendongakkan kepalanya. Ia kira keira sudah selesai. Ternyata denisa yang ia lihat.
Body denisa memang menggoda. Badan yang kencang, ramping, juga bagian dada dan bokongnya yang agak besar menjadi daya tarik nya sendiri.
Andik sampai bengong melihat denisa lewat di depannya.
Di balik kacamata hitam nya, denisa tersenyum menang.
Ku rasa sudah lari otak nya denisa menggoda suami sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Gemes othor jadinya....
Waktu sampai di pintu, denisa sengaja membuka kacamata yang menutupi mata nya.
Andik yang melihat denisa lah wanita yang begitu terlihat seksi langsung menghampiri nya.
"Loh, sa. Sama siapa kesini?". tanya andik sok akrab.
"Eh, pak andik. Saya sendirian aja pak. Kemana mana juga sendiri, biasa lah".
"Kenapa sendiri? Gak usah panggil pak kalo di luar. Jangan terlalu formal dong".
"Saya gak enak dong, kalo bukan panggil pak, masa panggil sayang. hihihi. Mas andik lagi apa di salon wanita gini?". Suara denisa makin di buat buat manja gitu.
"Hehehe bisa aja kamu. Aku nemenin keira lagi creambath".
"iihh yaa ampun, keira beruntung banget sih punya suami kaya kamu. Udah nya ganteng, sukses, penyayang pula. Sisain satu tuhan yang kayak mas andik ini". Denisa berpura pura berdoa.
"Yakin mau kayak aku? kan mr Irwan lebih menggoda yaa gak?".
"iihh apa si, kok segala mr Irwan?".
"Sini sebentar, aku mau tanya sedikit sama kamu. Ayo". andik mengajak denisa keluar sebentar.
Karena di salon semua sibuk, jadi tidak ada yang memperhatikan mereka keluar.
"Loh kita mau apa di mobil, kamu kan lagi nungguin keira. Nanti dia salah paham loh".
__ADS_1
"Aku cuma mau tanya, kamu ada hubungan apa sama mr Irwan?"
Denisa terkejut mendengar pertanyaan andik.