
"Tolong jangan buat ribut di rumah orang. Kalian memang gak ada habisnya buat ganggu saya yaa? Kalian lebih baik pergi dari rumah saya yaa. Mengganggu istirahat orang tau gak!! dan kamu pak Andik yang terhormat, tolong bawa kekasih anda ini pulang. Jangan bikin malu saya lagi. Sudah cukup !!". Keira sangat geram dengan drama tukang selingkuh seperti mereka.
"Apa lo bilang? bikin malu? yang ada lo yang mempermalukan diri sendiri. Sudah gak bisa jadi istri yang bisa bahagiain suami, makanya suami lo berpaling sama gue Keira. Mikir dong lagi jadi perempuan".
Mendengar perkataan Denisa yang sangat menusuk hatinya Keira segera mengangkat tangan. Namun belum ada beberapa detik, Denisa sudah tersungkur lebih dulu.
Bukan karena Keira yang menampar Denisa. Melainkan Andik yang telah memukul Denisa dengan sangat kuat. Andik terpancing emosinya mendengar Keira di hina seperti itu.
Tetangga yang mendengar keributan langsung memanggil pak RT, kejadian Andik memukul Denisa pun pak RT melihat dengan jelas. Pak RT dengan sigap menelepon ambulans dan polisi.
Andik hanya terdiam setelah memukul Denisa.
Terlihat darah segar mengalir di pangkal paha Denisa.
Denisa pun di larikan ke rumah sakit. Pak RT mengamankan Andik.
Keira juga mengabari Bu Sukma bahwa Denisa dilarikan ke rumah sakit.
Bu Sukma yang mendengar kabar anaknya di bawa ke rumah sakit merasa sangat khawatir. Apalagi dia habis memarahi Denisa dengan keras.
__ADS_1
Keira pun mengabari juga Yansyah dan mama jeni bahwa Andik di bawa warga ke kantor polisi karena melakukan kekerasan terhadap Denisa hingga tak sadarkan diri.
Yansyah langsung menyusul Andik di kantor polisi. Sedangkan mama jeni membawa serta papa agung ke rumah sakit karena terkena serangan jantung akibat mendengar kabar putra sulungnya di bawa ke kantor polisi.
Keira dan mama Siska ditemani mas aji yang kebetulan masih ada di rumah pergi untuk melihat keadaan Denisa.
"Aku gak habis pikir sama mereka kenapa masih mengusik hidup aku. Aku ingin hidup tenang ma. Aku ingin bahagia tanpa gangguan". Keira terisak mengingat kisah cinta nya yang kandas hancur tak bersisa. Ia juga kehilangan putra nya yang belum sempat ia rawat.
"Sabar nak. Ini ujian untuk kamu agar naik ke kelas yang lebih tinggi lagi. Tuhan tau kamu wanita yang kuat. Banyak yang lebih dari kamu yang diberi ujian hidup. Kita harus tetap bersyukur sayang. Masih ada mama, papa dan mas aji. Kamu kuat!". Mama menguatkan Keira.
Akhirnya mereka sampai di rumah sakit.
"Loh jeng, ini kenapa?".
"Suami saya serangan jantung mendengar kabar Andik di tahan. Memang nya seperti apa cerita nya kei? kenapa anak saya sampai di tahan polisi hah?? segitu dendam nya kalian??".
"Hei jeng sadar!! jangan menyalahkan anak saya. Coba jeng tanya dulu bagaimana kronologi nya sampai anak jeng di tahan. Jangan main tuduh saja. Bisa bisa jeng juga di tahan karena pencemaran nama baik".
"Denisa ada di UGD karena Andik menampar nya dengan keras hingga tersungkur lalu tak sadarkan diri. Andik berada di depan rumah saya teriak teriak agar saya mau menerima nya kembali, kemudian Denisa datang dan mereka ribut di bawah. Sedangkan polisi bukan saya yang panggil, melainkan ketua RT di komplek saya yang bawa karena warga melihat keributan yang terjadi. Jadi tolong Bu jeni yang terhormat jangan asal tuduh".
__ADS_1
Mendengar penjelasan dari Keira mama jeni langsung memeluk Keira.
"Tolong maafkan anak mama yaa kei. Mama juga minta maaf. Mama sungguh frustasi dengan kejadian yang menimpa kita. Mama ke tempat papa dulu yaa kei. Maaf yaa jeng".
"Ya sudah silahkan jeng. Semoga lekas sembuh pak agung".
"Aamiin".
"Yuk mah. Kita lihat Denisa".
Mereka menghampiri Bu Sukma yang sedang mondar-mandir di depan pintu UGD.
"Bagaimana Denisa Bu?".
"Keira. Sebenarnya ada apa nak? Tadi Denisa pamit ingin minta maaf sama kamu ke ibu. Kenapa jadi gini nak?". Bu Sukma sudah tak kuasa menahan tangisnya.
"Waktu Denisa ke rumah saya, sedang ada Andik di depan rumah saya yang sedang teriak agar saya menerima nya lagi. Lalu mereka bertengkar hebat di depan rumah saya. Denisa terus menghina saya, lalu Andik menampar Denisa dengan kuat sampai Denisa tak sadarkan diri.
"Maafkan Denisa ya nak. Kalian dulu berteman baik, kenapa sekarang begini. Yaa Allah ampuni anak saya yaa Allah ".
__ADS_1
"Sudah Bu, kita doakan agar Denisa selamat". ujar mama Siska.