
Keesokan harinya keadaan Andik masih sama. Mengurung diri dan tidak mau bersosialisasi kembali.
Sementara Keira sudah kembali dari honeymoon nya, namun kini ia disibukkan dengan pernikahan mas aji dan Gita. Memang mereka lebih dulu melakukan prosesi lamaran, namun mas aji ingin Keira lebih dulu melangsungkan pernikahannya.
Pernikahan ini pun dilakukan dengan khidmat karena dihadiri keluarga terdekat dan juga sahabat saja.
.
.
.
.
Di lain waktu, Yansyah sedang mengajak Andik keluar berlibur setelah bujuk rayu Ber jam jam. Akhirnya Andik mau keluar dengan kakaknya. Hanya berdua saja.
Yansyah membawa Andik ke sebuah pedesaan yang mana masih terdapat banyak perkebunan, sawah dan pegunungan. Udaranya sejuk menenangkan.
Yansyah menyewa vila kecil di dekat perkebunan. Yang mengelola vila, perkebunan, serta sawah adalah pemuda yang kira kira seusia Yansyah.
Yansyah mentraktir Andik karena hari ini ia sedang berulang tahun, meskipun orang tua nya ingin merayakan bersama namun Andik hanya ingin berdua saja dengan kakaknya.
Tapi mama jeni merencanakan sesuatu dengan suaminya untuk memberikan kejutan pada Yansyah nanti.
Mama jeni dan papa agung akan menyusul Yansyah dan Andik ke vila.
__ADS_1
Maura yang baru sampai seorang diri pun ingin ikut serta memberikan kejutan untuk adiknya.
Ia datang bersama kedua anaknya yang masih kecil. Karena suaminya pergi meninggalkan rumah demi wanita muda yang terus menggoda sang suami.
Karena sudah tak tahan, akhirnya Maura merelakan suaminya diambil wanita lain.
Kini ia hidup mandiri dengan bekerja di perusahaan papa nya.
Yansyah pun di berikan kunci vila oleh pemiliknya langsung.
Seorang pemuda yang sangat mirip dengan wajah nya.
Pria itu pun mempunyai tanda lahir di tangannya persis seperti yang Yansyah miliki.
"Mas, saya lihat mas nya kok kayak lagi ngaca yaa. Hahaha". ucap pria itu.
"Kenalin, saya Riko. Riko Gumelar".
"Eh gak cuma muka yang mirip yaa, nama belakang kita sama juga. Saya Yansyah Gumilar". ujar Yansyah takjub.
"Kebetulan saja mungkin mas, nih kunci nya". Riko menyerahkan kunci.
Yansyah pun menerima kunci itu, lalu mereka melihat lagi kesamaan mereka berdua yaitu tanda lahir.
"Wah mas juga punya tanda lahir yang sama. Saya jadi penasaran jangan jangan kita anak kembar". ucap Yansyah lagi.
__ADS_1
Riko pun sempat curiga.
"Kak. Ayo cepat masuk. Kita mau tiup lilin kan?" ucap Andik datar.
"Siapa yang ulang tahun? jangan bilang mas nya lagi?". ujar Riko lagi.
"Iya mas betul. Saya...".
"Saya juga ulang tahun hari ini. Kok bisa yaa?". ucap Riko terheran-heran.
"Kalau begitu selamat ulang tahun yaa mas Riko. Mau gabung?". ajak Yansyah.
"Duh merepotkan mas nanti".
"Gak kok. Ya kan dek?".
"Iyaa mas gak apa apa kok". Andik mulai mau berkomunikasi membuat Yansyah senang.
"Ya sudah boleh deh". Akhirnya Riko pun ikut bergabung dengan Yansyah sebelumnya memberikan pesan pada ibu nya karena sedang main di vila S bersama teman barunya.
Sementara papa agung dan mama jeni sedang dalam perjalanan menuju vila dimana Yansyah dan Andik sedang berlibur.
Ibu nya Riko pun langsung membuat kan kue serta camilan untuk Riko serta teman baru nya. Karena Riko sudah bekerja keras meneruskan usaha kakeknya yang tidak lain adalah ayah dari ibu nya hingga maju dan merambah ke dunia pariwisata.
Ibu nya Riko sangat antusias membuat kue tart serta camilan untuk Riko dan temannya.
__ADS_1
Karena di sini Riko jarang mempunyai teman.