
Mereka pun sampai di tempat dimana Andik akan konsultasikan apa yang di rasakan saat ini hingga membuatnya sulit untuk bangkit.
Setelah konsultasi, kini giliran mama jeni yang ingin bertanya tentang sang anak yang tak kunjung keluar dari rasa trauma dan tetap menjadi Andik yang sangat pendiam.
.
.
.
.
.
Setelah beberapa kali bolak balik, kondisi Andik tak kunjung ada perubahan.
Justru semakin menurun.
Apalagi keluarga Andik mendengar kabar bahwa Keira akan di persunting seorang pria.
Kabar tersebut sampai ke telinga Andik. Membuat pikirannya semakin kacau.
Setelah mendengar kabar tersebut Andik terkadang suka menangis tiba tiba dan juga memukul diri sendiri.
Hal itu membuat keluarga Gumilar di landa kegelisahan juga kekhawatiran yang sangat.
Segala upaya telah dilakukan guna menyembuhkan Andik seperti sedia kala. Namun, nampak nya belum ada yang berhasil.
"Apa mama kasih tau kabar Keira akan menikah ke Andik?". tanya Papa agung.
"Andik tanya sama mama, apa yang kita obrolin tadi. Awalnya mama gak mau kasih tau kabar itu ke Andik. Tapi Andik terus mendesak karena dia mendengar nama Keira di obrolan kita pah. Jadi terpaksa mama kasih tau kabar Keira akan di nikahkan dengan pria lain". Jelas mama jeni.
__ADS_1
"Mungkin ini yang membuat psikis anak kita semakin buruk ma. Apa sebaiknya kita minta tolong Keira untuk menenangkan Andik? ah, tapi tidak enak ya. Jangan deh". Semua bingung harus bagaimana lagi agar putra nya sembuh.
"Tapi itu ide yang bagus pah. Mungkin saja dengan bertemu Keira Andik jadi semangat kembali untuk sembuh. Tapi, apa Keira mau ya pah?".
"Sudahlah ma. Kita jangan lagi mengusik Keira. Biarkan dia dengan kebahagiaannya. Jangan lagi membebani Keira dengan kondisi Andik sekarang. Keira perempuan yang sangat empati terhadap orang yang sedang kesulitan. Aku takut ini akan menghambat pernikahan nya nanti". Sambung Yansyah ketika mendengar obrolan orang tua nya.
"Tapi, mama ingin adikmu sembuh yan. Mungkin dengan cara itu adikmu bisa bangkit kembali".
"Sudah cukup ma Keira menderita karena Andik. Sekarang saatnya Keira bahagia dengan pilihannya. Keira juga berhak bahagia ma. Seandainya aku lebih dulu bertemu Keira, Pasti Keira bahagia hidupnya". Setelah keceplosan dengan isi hatinya. Yansyah buru buru meralat kalimatnya.
"Eh.. hhmm, itu tidak. Maksudku itu ma". Yansyah kehabisan kata kata.
"Jadi, wanita yang dulu sering kamu ceritain ke mama itu, Keira?. Mama terkejut mendengar kalimat yang keluar dari putra nya itu.
"Eh. nnng, bukan. Maksud aku. Itu mah".
"Maafin mama ya yan. Mama gak peka sama perasaan kamu". ujar mama jeni sedih.
"Sudahlah ma. Kita fokus ke Andik saja yaa".
"Aamiin". ujar Yansyah dan Papa agung bersamaan.
"Aaaaarrrggghhh". Suara teriakan menggema ke seluruh ruangan di rumah keluarga Gumilar.
"Andik!!". Yansyah buru buru berlari menuju kamar Andik di lantai dua.
Terlihat Andik yang semakin kacau setelah mendengar kabar bahwa Keira memilih mengakhiri masa lajangnya dengan pria lain.
"Maaf .. Maaf... Aku minta maaf". Andik terus meracau kata maaf. Semakin hari kondisi nya semakin memburuk.
Andik tidak menyentuh sama sekali makanan dan obat yang di sediakan sang mama.
__ADS_1
Mama jeni pun hilang selera makan nya karena terus memikirkan nasib sang putra yang kondisi nya semakin hari semakin memprihatinkan.
Segala upaya telah di coba...
Namun, tidak ada yang berhasil.
Lalu, dengan ada nya kabar dari Keira membuat kondisinya semakin buruk.
Kini, mama jeni dan papa agung hanya bisa pasrah terhadap kondisi putra bungsu nya.
Andik yang sekarang sangat berbeda jauh dengan yang dulu...
Dulu, Andik seorang pria yang tampan, gagah, berwibawa, cerdas, dingin, serta cekatan dalam menangani masalah perusahaan.
Kini, tak ada lagi ketegasan dalam diri Andik.
Tubuh nya mulai kurus, rambut agak panjang serta terlihat berantakan. Jambang, kumis yang tak terurus. Terlihat seperti dua pria yang berbeda padahal sama.
Siang dan malam hanya kata maaf yang terucap dari bibirnya.
Sudah tak mau lagi menyentuh makanan, tak mau lagi pergi berobat, dan juga sulit untuk diajak membersihkan diri.
Jika di paksa membersihkan diri, Andik tak segan untuk mengamuk pada orang orang yang coba mendekatinya.
Begitu pula dengan mama jeni...
Siang dan malam memikirkan putra nya. Menangis berdoa tiada henti untuk kesembuhan putra nya.
Harapan untuk membawa Keira kembali sebagai penyembuh anaknya kini sirna.
Karena Keira memutuskan memulai hubungan kembali dengan pria lain.
__ADS_1
Mama jeni tentu tidak bisa egois membawa Keira kepada putra nya setelah apa yang Andik perbuat terhadap Keira.
Keluarga Gumilar pasrah dengan kondisi putra bungsu nya.