
Kini baby Adam sudah menjadi gembul. Di usia nya yang memasuki delapan bulan, sudah mulai merangkak kesana kesini. Sudah mengeluarkan kata kata, meskipun kadang tidak jelas.
Suasana rumah menjadi lebih ramai karena Adam.
Terkadang baby Adam merangkak ke segala penjuru ruangan.
Keira mengikuti nya kemana pun baby Adam merangkak. Malah terkadang sudah bisa berdiri sendiri sambil berpegangan sesuatu.
"Loh, pah liat deh". ucap Keira.
"Waahh anak papah bisa berdiri sendiri, Alhamdulillah". ujar Arya.
"Baru delapan bulan loh nak, duuhh pintar nya anak mama papah". Keira dan Arya menguyel uyel baby Adam dan langsung tertawa.
🌼🌼🌼
Malam hari nya ketika semua sudah terlelap, Keira terbangun karena ingin buang air kecil.
Sebelum ke toilet, Keira melihat box bayi yang ada baby Adam disitu sedang bobo nyenyak.
Namun, Keira sangat terkejut ketika melihat baby Adam tertidur sambil bergetar.
Begitu Keira menyentuh kening nya, ternyata baby Adam demam tinggi.
Hilang sudah kebelet pipis nya Keira.
Segera Keira menggendong baby Adam, kemudian membangunkan Arya.
"Pah, bangun pah. Pah Adam demam ayo ke rumah sakit". Keira mengguncang guncang suami nya.
Arya pun langsung terbangun.
"Ada apa sayang?". ucap Arya matanya masih mengerjap ngerjap karena baru bangun.
Waktu juga masih menunjukkan pukul satu dini hari.
__ADS_1
"Ayo ke rumah sakit, ini Adam demam nya tinggi banget loh". Keira sangat panik. Wajar ini pertama kali nya dia mengurus anak. Apalagi sedang sakit, semua orang tua pasti panik.
Arya juga menyentuh kening baby Adam.
Memang panas sekali.
Tanpa mengganti pakaian, Keira dan Arya keluar tanpa memberi tau orang rumah.
Hanya penjaga rumah di depan yang tau kepergian tuan nya di malam hari ini.
Keira mengambil tas yang isi nya pakaian dan keperluan baby Adam.
Keira dan Arya hanya memakai piyama tidur saja saking paniknya.
"Loh pak, Bu. mau kemana tengah malam?".
"Buka pintu nya mang, ini mau ke rumah sakit. Dede Adam demam".
"Oh iya iya siap". Dengan tergesa-gesa, penjaga rumah membuka pintu pagar.
"Hati hati pak nyetirnya". Ucap penjaga rumah yang masih di dengar Arya.
Untung saja jarak rumah ke rumah sakit tak terlalu jauh.
Sehingga beberapa menit perjalanan sudah sampai. Apalagi malam seperti ini, jalanan nampak lengang, memudahkan Arya untuk cepat sampai ke rumah sakit.
Begitu sampai, Keira dan Arya membawa nya ke UGD.
Alangkah terkejutnya Keira begitu masuk ke UGD, di sana ada mas aji kakaknya.
"Loh mas aji, ngapain? siapa yang sakit?".
Bukanya menjawab malah balik bertanya.
"Lah kamu juga kenapa di sini? ini Adam kenapa?" aji melihat wajah baby Adam yang memerah karena demam tinggi.
__ADS_1
"Ini demam tinggi, makanya aku kesini sama Arya. Dia lagi parkir. Mas aji ngapain?".
Belum aji sempat menjawab terdengar teriakan perempuan dari bilik ruangan UGD di pojok.
"Gita mau melahirkan".
"Yaudah mas kamu ngapain diem di sini?? sana temenin".
"Iyaa ini mas lagi tanda tangan persetujuan kei. Itu baby Adam baringan di sana saja". Aji menyuruh Keira membaringkan anaknya.
"Oh iya".
Dokter pun menghampiri Keira dan memeriksa baby Adam.
Baby Adam di periksa darah dan hasilnya terkena demam berdarah.
Kasihan sekali baby Adam mesti di rawat inap.
"Sus, kamar yang biasa di pakai keluarga ya". ucap Arya. Maksud nya kamar VVIP yang digunakan keluarga jika keluarga Arya ada yang sakit dan harus rawat inap.
"Baik pak Arya. Kita pasang infus dulu yaa Bu". Dengan cekatan suster memasang infus.
Setelah selesai, mereka di antar ke kamar rawat nya.
Melihat aji dan Gita masih di UGD dan sebentar lagi juga akan di bawa ke lantai dua dimana ruangan bersalin itu ada.
"Mas, aku duluan yaa. Adam kena demam berdarah mas" ucap Keira yang sudah menangis.
"Sabar kei. Jangan cengeng kasihan anakmu. Sudah ya, naik duluan saja". ucap aji ke Arya.
"Git semangat yaaa, maaf aku gak bisa nungguin kamu".
"Ssshhhh,, iyaa kei. Sshhh cepet sembuh yaaa ponakan onty. Sshh aaawww mas sakit, haaa". Ucap Gita sambil meringis kesakitan karena sudah kontraksi.
"Aku naik yaa, semoga lancar persalinan nya. Sehat ibu dan anaknya. Aamiin". setelah mendoakan Gita, Keira dan Arya naik ke kamar rawat inap.
__ADS_1
Orang rumah belum ada yang tau jika Keira dan aji sedang berada di rumah sakit tengah malam seperti ini.