Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 10


__ADS_3

"Pagi Bu, Yah," sapa Indah kepada orang tuanya.


"Pagi juga sayang," jawab orang tua Indah serentak.


"Mana Yudha Bu?" tanya Indah.


"Mungkin masih di kamarnya," jawab Ibu sambil mengoleskan selai ke roti untuk suaminya.


"Hmm, aku mau ke kamar Adik ya Bu,"kata Indah.


"Iya sayang," jawab Ibu.


Indah berjalan menaiki tangga menuju kamar Yudha, sesampainya di depan kamar.


"Yud, Yudha kamu dah bangun belum?" tanya Indah yang di luar pintu kamar.


"Iya Ka, udah kok," jawab Yudha yang sudah membukakan pintu Kakaknya.


"Syukurlah, ayo ke bawah kita sarapan, bentar lagi kan siang, nanti telat sekolahnya lagi," kata indah


"Iya Kakak duluan aja, nanti aku nyusul," jawab Yudha.


"Oke Kakak duluan ya," kata Indah.


Setelah menjenguk Yudha, Indah turun ke bawah bergabung bersama orang tuanya untuk sarapan pagi.


"Yah, Indah mau nanya boleh?" tanya Indah kepada Ayahnya.


"Iya, mau nanya apa sayang," jawab Dimas sambil mengelus rambut putrinya.


"Yah, gimana nanti aku jawab semua pertanyaan teman-teman di sekolah?" tanya Indah.


"Tenang ya nanti urusan itu Ayah yang tangani, intinya Indah hanya perlu sekolah dan belajar," jawab Ayah.


"Baiklah Ayah," jawab Indah lemas karena tidak memuaskan dengan apa yang di jelaskan Ayahnya.


"Sungguh polos sekali anak aku yang ini, bahkan kekuasaan dan milik Ayahnya saja dia tidak tau, apa mungkin sekolahan Yang ia masuki juga tidak tahu jika sekolah itu punya keluarga kita" batin Dimas.


Mereka bertiga berbincang-bincang sambil menunggu Yudha turun untuk sarapan bersama.


Lima menit setelahnya, Yudha turun dengan seragam SMP nya yang telah rapi, Yaps Yudha sekarang Menduduki bangku Kelas 3 SMP dan bentar lagi akan lanjut ke Jenjang SMA atau SMK.


"Pagi Bu, Yah, Ka,"Sapa Yudha.


"Pagi Juga Sayang," jawab Dimas dan Lina.


"Pagi juga Yud" jawab Indah.


"Ayo sini Nak, duduk kita sarapan. Nanti telat lagi berangkat ke sekolahnya," ajak Ibu kepada Yudha.


"Baik Bu," jawab Yudha.


Mereka semua makan dengan keheningan, tidak ada yang bersuara saat makan, hanya dentingan sendoklah memenuhi suara di meja makan.


Lima belas menit telah selesai, Yudha dan Indah telah siap untuk berangkat sekolah.

__ADS_1


Indah pergi ke sekolahnya membawa mobil sendiri, mobil mercy yang di berikan kepadanya dari Ayah sebagai hadiah ulang tahunya yang ke-16 tahun, sedangkan Yudha dia ke sekolah diantar oleh supir keluarga.


Oh Ya Informasi, Indah bisa mengendarai mobil karena pada saat masih sekolah berangkat bareng Mawar, Indah sering di ajari Mawar cara mengemudi, alasannya jika Mawar lagi males untuk mengemudi Indah nanti yang bisa menggantinya.


"Yah, Bu Indah berangkat dulu ya Assalamualaikum," kata Indah.


"Iya Nak! Hati-hati di jalan, Waalaikumusalam," jawab Ibu Indah.


Sekarang Indah telah memasuki mobilnya dan telah siap untuk berangkat, mobil Indah telah meninggalkan perkarangan mensions Alexa.


Ia melaju dengan kecepatan yang standart, membelah jalanan yang sudah ramai di penuhi oleh roda empat.


"Bagaimana nanti aku menjawab pertanyaan Mawar, aduh bisa-bisa di introgasi sampai besok kalo gak di jawab dengan benar," batin Indah berpikir.


Ia masih resah dengan perubahannya dari yang cupu dan culun bisa menjadi princes seperti ini.


"Ah sudahlah nanti ayah yang akan menjelaskannya," pikir Indah.


Tiga puluh menit telah berlalu dan sampailah Indah di depan gerbang sekolah, semua mata para siswa maupun siswi tertuju pada mobil yang baru masuk ke perkarangan parkir sekolah mereka mulai berbisik bisik.


"Wah mobil siapa tu bagus banget,".


"Anak baru kali ya,".


"Pasti anak orang kaya,".


Itulah lontaran kata-kata yang di keluarkan ketika melihat mobil asing bagi mereka memasuki parkiran sekolah.


Begitu juga dengan Mawar dia penasaran siapa pemilik mobil tersebut, baginya mobil yang bermerek dan mahal hanya di miliki oleh kalangan atas saja.


"Itu bener sih indahkan?".


"Wah bidadari jatuh,".


"Sumpah cantik banget Indah,".


Begitulah pujian yang di tujukan kepada Indah.


Mawar jangan kalian tanya, dia bukan main terkejutnya, dia tidak menyangka bahwa, orang yang dekat dan bisa dibilang sahabatnya itu merubah penampilannya, bahkan dia sempat iri kepada Indah karena dia sangat lebih cantik dari dirinya.


Yang tidak kalah terkejut lagi Adalah genk Liona, Liona sangat terkejut jika orang yang selalu dia bilang cupu, dan pembokatnya, saat bikin PR bisa tampil beda dari biasanya.


Indah berjalan menundukkan kepala, karena dia tidak percaya diri dengan penampilannya.


"Indah," panggil Mawar sambil melambaikan tangannya.


"Iya Mawar," jawab Indah menghampiri mawar.


"Kamu hutang penjelasan sama aku," kata Mawar dengan intonasi yang naik.


"Hehe, iya Mawar nanti aku jelasin ke kamu," jawab Indah.


"Yaudah jelasin," ujar Mawar.


"Nanti aja ya aku jelasin, besok pun gak sudah kalo aku cerita dari awal," jawab Indah

__ADS_1


Indah dan mawar berjalan beriringan memasuki kelasnya.


Semua siswa yang berada di sana sangat kagum kepada Indah akan kecantikannya.


Saat tiba di kelas Indah dan mawar di hadang lagi dengan rombongan Liona.


"Eh Lo" kata Liona menunjuk Indah.


"Ya kenapa," jawab Indah.


Sekarang Indah, gak mau lagi ada yang menginjak injak harga dirinya, cukup sudah penderitaan yang ia alami selama ini.


"Wahh udah berani ya sama gua," jawab Liona.


"Ya, kenapa emangnya" jawab Indah sinis.


"Pakai ilmu apa Lo bisa berubah secepat itu, pake ilmu hitam Lo, atau mungkin simpanan Om Om" jawab Liona sambil tertawa mengejek.


"Jaga ucapan lo," jawab Indah.


"Haha, kenapa Lo, apa bener lo itu simpenan om om dan menjadi *******," tawa senang Liona karena berhasil mengejek Indah.


"Lo, mau masih liat dunia atau nggak haa!" teriak Indah geram dengan kata-kata Liona.


"Wah wah, udah berani sekarang ya," jawab Liona sinis.


"Udah Ndah gak usah ladenin orang yang gak waras kaya dia," kata Mawar sambil menunjuk Liona.


"Iya bener juga kata kamu, ngehabisin waktu ngomong sama orang gila," jawab Indah tersenyum mengejek kearah Liona.


"Kalian berdua," marah Liona.


"Apa, marah lo? Salah sendiri? Mau pukul? Ayo," jawab Indah.


Plakk ...


Satu tamparan mendarat tepat di pipi mulus Indah, ya itu dilakukan oleh Liona.


"Terima kasih atas hadiahnya, saya pastikan Lo dan keluarga lo gak bisa tenang di dunia ini," jawab Indah santai.


"Cuiihh, buktikan ucapan Lo," jawab Liona.


Indah dan Mawar pergi dari hadangan Liona, menurut mereka meladenin Liona sama aja kaya orang gila yang gak mau kalah.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.

__ADS_1


__ADS_2