
"Terkadang kita tidak tau apa yang harus di rencanakan dan apakah sesuai dengan yang kita harapkan, entahlan hanya dia yang maha tahu segala sesuatu".
Pagi hari menyapa, masih hening didalam kamar Indah dan Mawar. Belum ada diantara mereka yang bangun.
Terdengar suara panggilan masuk yang terus berbunyi, tapi tidak membuat sang pemilik HP bergeming.
"Sayang angkat dong teleponnya, ini udah siang masa iya kamu belum bangun," gumam seseorang yang masih berusaha menelepon istrinya.
Indah bangun lebih dulu dan langsung menju kamar mandi, hari ini adalah hari libur untuknya, ia ingin beristirahat sejenak sebelum ujian akan dimulai.
Saat iya masuk kekamar mandi, tiba-tiba terdengar suara Hp berbunyi lagi, Indah langsung mengambil Hpnya dan melihat siapa yang menelepon dirinya dipagi hari ini.
"Halo sayang," ucap seseorang disebrang telepon
"Pagi sayang," balas Indah.
"Kamu kemana aja, aku udah telepon kamu beberapa kali kenapa baru diangkat, kamu baik-baik aja kan disana?" ujar Rangga degan pertanyaan beruntun.
"Hehe Aku baru bangun sayang, ini aja tadi mau mandi. Tapi dengar suara telepon di hp makanya aku lihat dulu siapa yang telepon." jawab Indah.
"Syukurlah kalau kamu baik-baik aja, aku juga sekarang mau berangkat kekantor untuk meeting sama klien, soalnya masih banyak yang harus diselesaika disini, tapi akan aku selesaikan dengan cepat, dan bisa balik kesana," ujar Rangga.
"Iya sayang, kamu disana tetep jaga pola makan ya, jangan sampai telat. Terus kalau capek istirahat ya, jangan terlalu dipaksa kerjanya. Disini aku baik-baik aja kok," balas Indah sambil tersenyum.
Tanpa Indah sadari, ada seseorang yang memandangi dirinya, ya dia Mawar. Mawar sudah lama bangun sejak tadi.
Hanya saja dia masih malas untuk bangun dari tempat tidurnya, Mawar memperhatikan setiap ucapan yang keluar dari mulut Indah.
"Oh iya udah, kamu sarapan dulu sana. Habis itu berangkat kerjanya, hati-hati sayang," ujar Indah.
"Iya, aku tutup ya teleponya, Love you," jawab Rangga.
"Love you too," balas Indah lalu menutup teleponya.
"Senengnya yang pagi-pagi dapat salam cinta dari seseorang," celetuk Mawar.
"Oh astaga," Indah kaget mendengar suara Mawar.
"Kapan Lu bangun, kaget Gue," ujar Indah masih mengelus dadanya.
"Udah lama kali nyonya, Lu aja yang ngga sadar saking senengnya," jawab Mamar lalu beranjak dari ranjang.
"Mau kemana," balas Indah.
"Minta sembako, biar Gue ngga makan mie," jawab Mawar. Lalu keluar dari kamar menuju halaman depan.
"Serah Lu aja, kalo daper jangan lupa bagi-bagi sama tetangga," teriak Indah yang mungkin masih bisa didengar oleh Mawar.
Indah melanjutkan aktivitasnya untuk mandi, dan Mawar yang pergi menuju halaman depan untuk meregangkan otot-ototnya yang kaku, karena tidur semalam.
Indah menuju kebawah, ia mencari kemana Mawar pergi.
__ADS_1
"Dimana Mawar," gumam Indah sambil mencari keruangan.
Mawar yang melihat Indah sengaja bersembunyi di balik tembok halaman depan, ia ingin sekali mengerjai temannya yang tanpa dosa sudah romantis didepan dirinya.
Indah berjalan menuju halaman depan, mungkin aja ada mawar disana.
"Wahh," teriak Mawar mengagetkan Indah.
"Udah tau jadi ngga kaget," jawab Indah memasang ekspresi datar.
"Haishh," kesal Mawar.
Beberapa menit yang lalu, tanpa disengaja Indah melihat Mawar yang bersembunyi dibalim tembok.
"Mawar Mawar, sembunyi ceritanya," ujar Indah sambil berjalan menuju halaman depan.
"Ayo masuk, mandi dulu sana," ajak Indah.
"Oke," balas Mawar.
Indah kedapur untuk mengecek apa ada bahan yang bisa dirinya masak, karena pembantu yang biasa masak didapyr lagi kesupermarket untuk belanja bulanan.
"Ah tidak ada apa-apa," gumamnya kesal.
Mawar menghampiri Indah yang ada didapur, ia melihat temannya ini bingung.
"Kamu kenapa?" tanya Mawar lalu mengambil segelas air putih yang ada diatas meja.
"Kita makan diluar aja yuk, mumpung libur. Nanti kalau udah masuk sekolah mana bisa," timpal Mawar.
"Oke setuju," jawab Indah.
"Kita mau kemana," ujar Indah.
"Sebelum kita kerestoran, kita kedanau aja dulu yuk, udah lama banget Gue ngga kesana sama Lu," jelas Mawar.
"Setuju," jawab Indah.
Lalu mereka berdua menuju kamar untuk berganti pakaian, Indah dan Mawar memilih pakaian mereka masing-masing.
"Ahhh Ngga punya baju Gue," teriak kesal Indah.
"Mata Lu buta," jawab Mawar tidak percaya.
"Nih semua baju woi, mana bagus-bagus lagi, gilaa," timpal Mawar sangat geram.
"Nih baju udah pernah Gue pake, terus masa iya Gue pake lagi," jelas Indah cengengesa.
"Gue juga udah pernah kali pake nih baju, tapi masih aman aman aja," jawab Mawar.
Akhirnya Mawar yang memilih baju untuk dipakai Indah. Ia mencari beberapa baju yang cocom untuk hangout mereka berdua.
__ADS_1
"Nih pakai ini, sama sepatu ini," ujar Mawar sambil memberika baju sekaligus sepatu yang dia pilih.
Indah menerima baju tersebut dan langsung menuju ruang ganti.
"Gimana?" tanya Indah.
"Oke sempurna, ayo jalan," ajak Mawar semangat.
"Bentar pakai mobil siapa?" tanya Indah lagi.
"Pakai mobil Lu aja, mobil Gue belum diservice. Takitmya ntar dijalan mogok bisa jadi urusan," jawab Mawar.
"Bentar Gue ambil kunci mobil," timpal Indah.
Mereka berdua sudah ada didalam mobil, hari ini keduanya memakai pakaian casual dan dipaduka dengan sepatu olahraga yang menambah kesan mewahnya.
Mobil melaju membelah jalan menuju danau yang akan mereka tuju, danau yang selalu ramai penguncungmya setiap hari libur. Karena banyak para remaja yang datang kesana hanya sekedar duduk, bahkan ada juga yang berkencan.
Mawar memarkirkan mobil mereka, setelah selesai Indah dan Mawar berjalan menghampiri ayunan yang tidak jaub dari danau.
"Hoh akhirnya bisa kesini lagi, setelah sekian lamanya," ujar Mawar sambil menghirup udara.
"Lu seneng banget bisa kesini lagi," ujar Indah yang telah duduk dikursi ayunan.
"Iyalah Gue seneng, udah lama banget Gue mgga kesini sejak terakhir kalo sama Lu," jawab Mawar.
Mawar dan Indah menikmati pemandangan danau yang ada didepan mereka, tidak ada yang berbicara. Keduanya hening sambil menatap air yang tenang.
Indah memikirkan bagaiama nasib dirinya kedepannya, ia ingin tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Bahkan apakah pernikahan ini bisa bertahan lama.
Itulah pertanyaan yang sering muncul didalam benaknya, dirimya tau pernikahan yang ia jalani adalah atas dasar teepaksa karena suatu hubungan bisnis.
"Indah ayo kita makan, udah laper Gue," tiba-tiba suara Mawar yang memecahkan keheningan mereka berdua.
"Oke, ayo jalan," ajak Indah. Lalu berjalan menuju parkiran mobil.
Mawar mebgendari mobil menuju restoran yang akan dia datangi bersama Indah, tidak selang lama.
Mawar memberhentikam mobil tepat didepan restoran yang akan mereka tuju.
"Makan disini aja ayo," ujar Mawar.
"Oke, kamu parkir mobil sana, Gue tunggu didepan." jawab Indah, lalu keluar dari mibil.
Setelah memarkirkan mobil, Mawar berjalan menuju Indah menunggunya.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
__ADS_1
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.