Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 108


__ADS_3

"Jahat, Hisk... ," ujar Keyla menangis.


"Bukannya kamu yang meminta aku semalam," ujar Jessen membalikkan fakta.


Keyla mencoba mengingat kejadian semalam, Keyla hanya mengingat saat setelah meminum Wisky, dan setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi.


"Jangan salahin gua, Lu yang minta gua temenin semalam," ujar Jessen dengan nada tinggi.


Keyla terdiam, ia menyesali semua perbuatannya yang telah mengikuti apa kata-kata dari temannya.


Tiba-tiba pintu di buka, Keyla dan Jessen menoleh ke arah pintu tersebut.


"Keyla!" teriak Rangga.


Ya, Rangga yang mendobrak pintu kamar tersebut, Rangga mendapat laporan dari teman-teman Keyla, kalau Key tidak pulang semalam dan mereka memberi tahu kepada Rangga bahwa Keyla semalam ke Club.


"Rangga," ujar Keyla kaget.


Keyla langsung bangkit dari ranjang, ia menggunakan selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Rangga maafin aku," ujar Keyla yang langsung menghampiri Rangga.


"Maaf, kata maaf, ha lucu," balas Rangga.


"Maafin aku, aku di jebak," ucap Keyla.


"Pernikahan kita batal, kamu jangan pernah sekali-kali menampakkan wajah kamu di hadapan aku," ujar Rangga dengan nada yang dingin sambil menunjuk Keyla.


"Maafin aku, aku gak mau pernikahan kita batal," ucap Keyla menangis.


"Gak ada kata maaf bagi wanita penghianat seperti kamu," ujar Rangga.


Rangga langsung pergi dari tempat tersebut, saat ini emosi Rangga sangat tidak terkendali.


Keyla hanya bisa meratapi nasibnya, pernikahan yanh akan mereka laksanakan besok semuanya bubar hanya karena satu kesalahan.


Sejak saat itu sifat Rangga menjadi tempramen dan tidak percaya akan cinta, bagi Rangga cinta hanya ada jika kita memiliki harta.


Flash back off.


Indah menangis mendengar cerita Rangga, mungkin jika Indah yang berada di posisi Rangga akan melakukan hal yang sama ataupun bisa lebih.


"Sayang kamu kenapa nangis," ujar Rangga sambil mengelap air mata Indah.


"Aku nggak kenapa-kenapa kok, cuma sedih aja," jawab Indah tersenyum.


"Maafin aku ya," ucapnya meminta maaf.


"Minta maaf untuk apa, kamu nggak ada salah sayang," ujar Indah sambil membelai wajah Rangga.


Rangga memegang tangan Indah yang membelai pipinya.


"Aku tahu kamu belum bisa membuka hati untuk aku, aku tahu di hati kamu masih ada nama Dia, tapi satu yang aku minta, tolong jaga perasaan aku ke kamu, karena patah hati yang aku alami dahulu membuat aku sangat frustasi, aku yakin kamu nanti bisa menerima aku dan aku akan berjuang untuk mendapatkan cinta kamu sayang," ucap Rangga panjang sambil memegang tangan Indah.


"Aku akan setia sama kamu dan aku akan berusaha untuk membuka hatiku untuk kamu," jawab Indah, lalu mencium pipi kanan dan kiri Rangga.


"Terima kasih sayang," ucap Rangga membalas ciumnya di kening Indah.


"Ya sudah sekarang apa kamu mau ikut bernyanyi besamaku." ajak Rangga kepada sang istri.


"Boleh, kita mau nyanyi lagu apa," jawab Indah.

__ADS_1


"Menuabersamamu," jawab Rangga.


"Baiklah, aku sangat hapal dengan lagu ini," ucap Indah tersenyum.


"Ayo sekarang ambil alat musik yang biasa kamu gunakan," ujar Rangga, ia berjalan menuju pianonya.


"Aku main gitar aja ya," jawab Indah, lalu mengambil gitar yang telah di sediakan di dalam ruangan musik.


"Oke, are you ready," ujar Rangga.


"I'am ready," jawab Indah.


Lagu di mulai.


Alunan musik anatara piano dan gitar menjadi satu, setiap petikan gitar yang Indah lakukan sangatlah Indah.


*Menuabersamamu.


Rangga.


Cinta kita memang tidak semudah yang di bayangkan


Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan


Ku berdoa untuk


Bisa hidup dan menuabersamamu*


Indah.


Hanya kamu di hatiku


Tuk jadikan diriku


Yang lebih baik.


Aku menyayangi kamu.


Kamu slalu setia, menemani hidupku.


Rangga dan Indah


Cinta kita memang tidak semudah yang di bayangkan


Dulu kita saling menyakiti dan hampir menyerah


Tapi kini kita ada tuk saling menyempurnakan


Ku berdoa untuk...


Bisa hidup dan menuabersamamu


Lagu selesai.


Indah dan Rangga saling pandang sejenak, keduanya tersenyum setelah menyanyika lagu tersebut.


Rangga berjalan menuju Indah, lalu mencium pucuk kening Indah.


"I love you," ucap Rangga.

__ADS_1


"I love you too," jawab Indah.


"Ayo sekarang kita ke kamar, beres-beres barang yang kita bawa tadi," ujar Indah, Indah baru ingat jika mereka baru sampai di kediaman Luis.


"Ya sudah, ayo sekarang." jawab Rangga sambil menggendong Indah.


"Ihh Rangga turunin, aku takut jatuh," ucap Indah yang berada di gendongan Rangga.


"Nggak akan sayang, kamu cukup peganan di sini sambil memandang aku, aku yakin kamu nggak akan jatuh," ujar Rangga. Ini adalah tanda permintaan maafnya kepada Indah karena telah mengacuhkannya tadi.


Indah mengikuti perintah yang di katakan oleh Rangga, sepanjang jalan menuju kamar mereka, Indah berpegang di bagian leher Rangga dan menatap Rangga.


Sesamapainya di kamar, Rangga meletakkan Indah di atas ranjang.


"Apa kamu tidak capek untuk beres-beres sayang," ujar Rangga, ia duduk di samping Indah.


Indah bangkit dari tidurnya, ia duduk menghadap Rangga.


"Aku nggak akan capek kalau sama kamu beres-beresnya," jawab Indah.


Rangga juga mengganti posisi duduk menghadap Indah.


"Apa kita meminta pelayan saja untuk membereskannya," ucap Rangga, ia melihat jika di wajah Indah, wajah yang sangat lelah.


"Nggak sayang, ayo sekarang kita beres-beres." ajak Indah, lalu beranjak dari ranjang menuju kopernya.


"Ayo sayang." jawab Rangga mengikuti langkah Indah.


Indah dan Rangga saling membantu satu sama lain, Rangga mengkuti apa yang di katakan Indah untuk meletakkan barang-barang yang ia berskan.


Di sela-sela saat beres-beres, Rangga selalu saja mengganggu Indah dengan jahilan-jahilan yang ia buat, walau begitu Indah juga senang.


Waktu menunjukkan pukul 16:00 WIB, Rangga dan Indah telah selesai membereskan barang-barang mereka, sekarang Indah dan Rangga duduk di lantai kamar.


Mereka berdua kelelahan setelahnya, Indah dan Rangga duduk saling bertolak belakang.


"Capek juga ya," ujar Indah.


"Kata kamu nggak bakalan capek kalau sama aku," timbal Rangga.


"Itu tadi sayang, tapi kalau sekarang aku capek," jawab Indah.


"Sini nanti aku pijitin," ujar Rangga langsung mengganti posisi duduknya menghadap ke arah Indah.


"Nggak usah sayang, kamu juga pasti capek kan," jawab Indah menolak Rangga.


"Ya sudah, kalau begitu aku mandi duluan ya, kamu seperti biasa mandi di kamar tamu ya sayang," ucap Indah.


"Iya sayang, setelah mandi kita saling pijit ya, soalnya sakit-sakit badan aku," ujar Rangga.


"Oke sayang siap," jawab Indah.


Indah dan Rangga bangkit dari tempat duduk mereka dan mengambil handuk untuk mandi serta pakaian ganti.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2