Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 107


__ADS_3

Waktu berjalan, jenjang kuliah pun hampir selesai Rangga dan Keyla lulus dengan nilai yang sangat memuaskan, saat itu Rangga telah di beri kesempatan untuk menjadi CEO di perusahaan Papanya dan Keyla meneruskan salah satu butiq yang Mamanya pegang.


Semakin hari pula kedekatan antara dua keluarga ini semakin erat, mereka telah memutuskan untuk menikahkan Rangga dan Keyla.


Namun, saat satu hari sebelum menikah, kesalahan terbesar yang di lakukan oleh Keyla yang membuat Rangga terdiam.


Satu hari sebelum menikah, tepat pukul sembilan malam di cafe.


"Key, kamu kan mau menikah," ucap salah satu teman Keyla.


"Iya kenapa," jawab Keyla.


"Marilah kita bersenang-senang," ujarnya.


"Maksud kamu apa," ucap Keyla yang tidak mengerti kemana arah bicara temannya ini.


"Ayo kita bersenang-senang di club, mumpung kamu belum menikah, nanti setelah menikah mana bisa kamu akan bersenang-senang saat masih gadis," ujar teman Keyla yang bernama Kiara.


"Tapi aku tidak mau berkhianat," ujar Keyla.


"Ayolah, hanya satu kali saja," jawab Kiara.


"Nggak, aku nggak mau berkhianat," jawab Keyla tegas.


"Ayolah hanya satu kali ini saja, setelah itu kamu tidak akan bermain-main seperti ini lagi sama kita," bujuk Kiara.


Keyla terdiam, ia berpikir sejenak dengan tawaran oleh temannya ini.


"Ada benarnya juga, aku tidak akan bisa bermain-main lagi jika sudah menikah nanti," batin Keyla.


"Yaudah aku ikut," jawab Keyla.


"Kita capcus sekarang," jawab Teman-teman Keyla.


Keyla dan teman-temannya pergi menuju club yang terkenal di kota ini, mereka menuju bar yang biasa di datangi oleh teman-teman Keyla.


Setelah sampai di sana, Keyla dan teman-temannya memesan salah satu kursi dan minuman, mereka memesan wisky dan yang lainnya.


Malam ini semuanya menikmati dentuman musik yang di mainkan oleh seorang DJ, semuanya bergoyang dengan indahnya.


"Kiara, gua mau ke toilet bentar," ucap Keyla berteriak di karenakan suara musik yang di putar memekakkan telinga.


Keyla berjalan ke toilet, ia membersihkan noda yang mengenai pakaiannya. Setelah membersihkan pakaiannya, Keyla keluar dari toilet, namun saat ingin menuju ke tempat temam-temannya tadi, Keyla tidak sengaja bertabrakan dengan seorang pria.


"Eh maaf gak sengaja," ujar Keyla.


"Ya tidak apa-apa," jawab pria tersebut.


Keyla melanjutkan perjalanannya, ia telah duduk di kursi yang telah mereka pesan tadi.


"Bro kita main tantangan mau gak," ucap Pria yang tengah duduk di salah satu meja bar.


"Tantangan apa," jawabnya.


"Lu lihat cewe yang lagi duduk di sana," ucapnya sambil menunjuk Keyla.

__ADS_1


Pria tersebut mengikuti arah tunjuk temannya yang tadi.


"Lu ajak dia main malam ini, kalau berhasil ambil mobil gua," ucapnya.


"Gua terima, deal." jawab Pria tersebut.


"Deal," jawabnya sambil berjabat tangan jadi.


Pria tersebut berjalan mendekati Keyla yang tengah duduk di kursi.


"Hai," sapanya.


"Ya," jawab Keyla.


"Boleh ikut gabung," ucapnya.


"Oh silahkan," jawab Keyla.


"Oh iya kita belum kenalan, aku Jessen," ucap Pria tersebut memperkanalkan dirinya sambil mengulurkan tangannya


"Keyla," jawab Keyla membalas jabatan tangan Jessen.


"Oh iya kamu tinggal dimana," tanya Jessen basa-basi.


"Aku dekat sini kok," jawab Keyla.


"Oh," jawab Jessen ber oh ria.


Diam, mereka berdua tidak ada yang berbicara, Jesse dengan diam-diam memasukkan obat perangsang yang sengaja ia bawa, ia akan memberikan minuman tersebut kepada Keyla.


Saat itu Keyla tengah menjenguk temannya yang sedang berjoged di tengah keramaian.


Keyla kembali ke mejanya, ia langsung saja meminum minuman yang ada di sana, Jessen yang melihat itu tersenyum senang, sebentar lagi obat yang di berikan akan bereaksi.


Awalnya Keyla hanya diam merasakan panas di badannya, namun lama kelamaan panas tersebut menjadi sebuah rasa yang ingin di tuntaskan.


"Tolong aku," ucap Keyla dengan mata yang sudah sayup-sayup.


"Tolong apa," ucap Jessen yang pura-pura tidak mengerti.


"Tolong, panas, panas sekali," ucap Keyla.


Tanpa berbicara lagi, Jessen langsung membawa Keyla menuju lantai dua, dimana sana adalah tempat bermain para tamu.


Jessen telah menyewa satu kamar untuk dia dan Keyla bermain malam ini. Sesampainya di sana Jessen langsung menghempaskan tubuh Keyla di atas kasur, tubuh Keyla bagaikan cacing yang kepanasan.


"Cepat, Tolong," ceracau Keyla.


"Dengan senang hati, Nona." jawab Jessen dengan senyuman yang tidak bisa di artikan.


Malam ini mereka berdua bermain.


Pagi hari, dimana langit pagi ini sangat tidak mendukung, Keyla bangun dari tidurnya.Yang ia lihat saat bangun adalah tempatnya.


"Aku dimana," gumam Keyla.

__ADS_1


Keyla melihat badannya dan ia menoleh ke arah samping, Keyla melihat ada sosok pria yang sama sekali tidak ia kenal.


"Hiks ... hiks ...," tangis Keyla.


Ia baru sadar jika dirinya tidak suci lagi.


"Bangun Lu!" teriak Keyla.


"Tega Lu," ucap Keyla memukul tubuh Jessen.


"Hai sayang," ucap Jessen dengan senyum devilnya.


Keyla masih setia memukul tubuh Jessen, saat ini perasaannya sangat campur aduk, keperawanan yang selama ini ia jaga hilang hanya dengan pria yang sama sekali tidak di kenal.


"Kenapa kamu menangis," ujar Jessen sambil tertawa.


"Jahat, Hisk... ," ujar Keyla menangis.


"Bukannya kamu yang meminta aku semalam," ujar Jessen membalikkan fakta.


Keyla mencoba mengingat kejadian semalam, Keyla hanya mengingat saat setelah meminum Wisky, dan setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi.


"Jangan salahin gua, Lu yang minta gua temenin semalam," ujar Jessen dengan nada tinggi.


Keyla terdiam, ia menyesali semua perbuatannya yang telah mengikuti apa kata-kata dari temannya.


Tiba-tiba pintu di buka, Keyla dan Jessen menoleh ke arah pintu tersebut.


"Keyla!" teriak Rangga.


Ya, Rangga yang mendobrak pintu kamar tersebut, Rangga mendapat laporan dari teman-teman Keyla, kalau Key tidak pulang semalam dan mereka memberi tahu kepada Rangga bahwa Keyla semalam ke Club.


"Rangga," ujar Keyla kaget.


Keyla langsung bangkit dari ranjang, ia menggunakan selimut untuk menutupi tubuh polosnya.


"Rangga maafin aku," ujar Keyla yang langsung menghampiri Rangga.


"Maaf, kata maaf, ha lucu," balas Rangga.


"Maafin aku, aku di jebak," ucap Keyla.


"Pernikahan kita batal, kamu jangan pernah sekali-kali menampakkan wajah kamu di hadapan aku," ujar Rangga dengan nada yang dingin sambil menunjuk Keyla.


"Maafin aku, aku gak mau pernikahan kita batal," ucap Keyla menangis.


"Gak ada kata maaf bagi wanita penghianat seperti kamu," ujar Rangga.


Rangga langsung pergi dari tempat tersebut, saat ini emosi Rangga sangat tidak terkendali.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2