Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 112


__ADS_3

"Vin, aku duluan ya, udah ada temen aku," ucap Indah.


"Iya, kamu hati-hati ya," jawab Vino sambil melambaikan tangan kepada Indah.


Indah jalan menuju mobil Rangga, sesampainya di sana Indah telah membuka pintu mobil.


"Sayang," ucap Indah.


"Tadi siapa?" tanya Rangga dengan nada dingin.


"Aku juga nggak tau siapa, dia tiba-tiba datang dan langsung dekat ke aku," jawab Indah.


"Kamu yakin dia bukan siapa-siapa kamu," ucap Rangga meyakinkan.


"Iya sayang yakin, aku aja nggak kenal sama dia," jawab Indah sambil tersenyum.


Rangga langsung melajukan mobilnya menuju rumah, hari ini mereka akan beres-beres untuk pindah ke apartemen yang di berikan Mama Vania.


Di dalam mobil Indah ingin mengajak Rangga untuk ke rumahnya.


"Sayang," ujar Indah.


"Iya kenapa," jawab Rangga masih fokus menyetir.


"Nanti kita ke rumah Ibu dan Ayah ya, ada yang mau aku tanyain sama mereka," ucap Indah meminta Rangga.


"Boleh, nanti jam berapa mau kesana," jawab Rangga.


"Setelah kita pindah ke apartemen, beres-beres baru kita kesana," ujar Indah menjelaskan.


"Oke nanti kita ke sana ya," jawab Rangga.


Perjalanan menuju rumah telah sampai, Rangga dan Indah turun dari mobil, lalu berjalan masuk ke rumah.


"Aku ke kamar duluan ya," ucap Indah meninggalkan Rangga.


"Iya sayang, aku mau ke ruang kerja Papa dulu," balas Rangga. Lalu berjalan menuju ruang kerja Papa Dika.


Indah masuk ke dalam kamar, lalu mengeluarkan hand phonenya. Indah mencari kontak mawar dan Davin.


"Semoga aja kontak mereka masih aktif," gumam Indah.


Indah menemukan kontak Mawar, ia langsung meneleponnya.


"Angkat dong," ujar Indah.


Di ruang kerja Papa Dika, Rangga mencari berkas untuk surat apartemen mereka nanti, di saat Rangga mencari berkas tersebut. Rangga menemukan beberapa berkas yang tidak pernah sama sekali ia lihat.


"Berkas apa ini, kenapa aku tidak pernah melihatnya," ucap Rangga.


Rangga langsung membuka berkas tersebut, ternyata isinya ada beberapa poto dan surat.


"Poto siapa ini," ucapnya bingung.

__ADS_1


Rangga menemukan poto seorang anak kecil yang saat itu sedang bahagia dengan teman laki-lakinya.


"Poto siapa ini," gumam Rangga.


Rangga mengambil poto tersebut dan menyimpannya di saku celana.


Setelah mengambil berkas yang Rangga cari, ia langsung keluar dan menuju ke kamar.


Indah masih saja berusaha untuk menghubungi mawar dan Davin, namun hasilnya nihil.


"Kalian kemana, kok gak kasih aku kabar kalau mau pindah sekolah," batin Indah sambil berjalan mondar-mandir.


Rangga masuk ke dalam kamar, ia heran saat melihat istrinya seperti orang gelisah.


Rangga berjalan menghampiri Indah dan meletakkan berkas yang dia bawa di atas meja nakas.


"Sayang," panggil Rangga lalu memeluk Indah dari arah belakang.


Sontak Indah kaget dengan pelukan dari Rangga, ia langsung membalikkan badannya menghadap ke arah Rangga.


"Kamu kenapa dari tadi seperti orang gelisah?" tanya Rangga.


"Aku nggak kenapa-kenapa kok," jawab Indah dengan senyuman.


"Kamu lagi nggak bohong sama aku kan," ucap Rangga, ia yakin ada yang di sembunyikan dari Indah kepada dirinya.


"Sebenarnya aku lagi memikirkan tentang sesuatu," jawab Indah sambil menundukkan kepalanya.


"Kamu lagi mikirin apa," ucap Rangga lalu memegang dagu istrinya.


"Sahabat kamu," ujar Rangga.


"Iya," jawab Indah.


"Lalu, apa kamu mau mencari mereka?" tanya Rangga.


"Aku hanya ingin menanyakan kepada Ayah dimana mereka pindah," ujar Indah.


"Ya sudah ayo sekarang kita ke rumah Ayah sama Ibu," ajak Rangga kepada Indah.


"Tapi kan kita harus beres-beres untuk pindahan," cegah Indah. Ia tidak mau hanya masalah sahabatnya, Rangga beranggapan kalau Indah lebih mementingkan sahabtnya dari kepentingan mereka.


"Masalah itu bisa pelayan yang urus, kamu tinggal kasih tahu apa saja yang harus di bawa dan di mana letaknya," jelas Rangga, ia tahu jika pelayan di rumahnya ini sudah terlatih untuk masalah berkemas.


"Kalau begitu, aku panggil pelayan dulu ya," ujar Indah berjalan menuju bel khusus untuk memanggil seorang pelayan.


Setelah menunggu beberapa menit, pintu kamar di ketok oleh seseorang.


Indah berjalan untuk membukakan pintu.


"Sore Nona," sapa pelayan yang bertugas untuk melayani Indah dan Rangga.


"Siang, mari masuk," ajak Indah.

__ADS_1


Ada tiga pelayan yang datang ke kamar Indah, sebelumnya mereka telah di beritahu oleh kepala pelayan untuk datang ke kamar Majikan mereka.


"Apa yang harus kami kerjakan, Nona?" tanya salah satu pelayan.


"Kalian hanya membereskan barang-barang untuk kami pindah, dan ini sudah saya kasih daftar dimana saja letak barang yang akan dimasukkan kedalam koper," jelas Indah lalu memberikam dafar yang telah dia buat.


"Jangan sampai ada yang salah ya, soalnya itu sudah ada pada tempatnya masing-masing," ucap Indah memperingatkan.


"Baik, Nona," jawab Pelayan.


"Apa bisa sekarang kami membereskannya," ucap Pelayan menanyakan pekerjaan mereka.


"Nanti, setelah saya dan Rangga pergi," jawab Indah.


"Baiklah, kalau begitu kami permisi dulu, Nona," pamit Pelayan lalu keluar dari kamar Indah.


Setelah pelayan pergi, Indah dan Rangga pergi mandi sore. Seperti biasa Rangga mandi di kamar tamu.


Indah lebih dulu selesai mandi di bandingkan Rangga, ia langsung mencari pakaian yang akan dia pakai untuk ke rumah Ayah dan Ibunya.


Indah tidak mau mengubah nama panggilannya kepada orang tuanya, ia sudah terbiasa dari kecil memanggil dengan sebutan Ayah dan Ibu dan sampai sekarang pun panggilan Ayah dan Ibu masih melekat pada dirinya.


Setelah memakai pakaiannya, Rangga telah masuk kekamar dengan menggunakan pakaian rumahnya.


"Kamu sudah selesai," ucap Rangga yang melihat Indah sedang di depan meja rias.


"Sebentar lagi selesai, kita perginya sekarang ya," jawab Indah sambil mengeringkan rambutnya.


"Iya sayang," ucap Rangga, lalu mengambil alih alat pengering rambut yang Indah pakai.


"Eh aku aja sayang," ucap Indah.


"Nggak, aku aja ya," cegah Rangga.


Indah hanya duduk diam di kursi rias, ia melihat Rangga dengan telaten mengeringkan rambut Indah.


"Rambut kamu wangi banget," ujar Rangga sambil mencium rambut Indah.


"Terima kasih sayang, kan aku juga harus bisa dandan saat mau berdua sama kamu," balas Indah.


"Nggak penting kamu harus dandan atau nggak, menurut aku kamu itu udah cantik banget tanpa bantuan make up," jelas Rangga memuji sang istri.


"Terima kasih sayang," jawab Indah tersenyum manis ke Rangga.


"Sama-sama sayang," ucap Rangga.


Rangga telah selesai mengeringkan Rambut Indah, sekarang Indah sedang memakai bedak bayi dan liptins yang biasa dia gunakan.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2