
Sesampainya di sekolah, Indah turun begitu saja, ia sama sekali tidak ada semangat untuk sekolah hari ini.
Saat ini Indah pergi menuju rootoof sekolah, di sana adalah tempat ia dan kak Veli bersatu. Tempat yang banyak kenangan.
Indah berdiri di sana, tepat dimana ia dan Kak Veli berpelukan. "Kak Veli, aku rindu," gumam Indah.
Tanpa perintah, air mata itu terjun bebas membasahi pipi Indah. Ia hanya membiarkan kristal bening itu mengalir.
Setelah lama berdiri di sana, Indah kembali ke kelas. Masih ada hal yang harus di kerjaka selain meratapi kepergian seseorang.
Dari kejauhan seorang pria memperhatikan Indah, ia sangat yakin jika wanita yang bernama Indah adalah teman masa kecilnya.
"Akan ku cari tahu siapa dia," ujar pria tersebut membatin.
Sesampainya di kelas, Indah hanya duduk diam. Pikirannya saat ini masih terpaku pada Kak Veli.
Jam pertama telah di mulai, Indah tidak pokus mengukuti pelajaran hari ini. Materi yang di sampaikan hanya lewat begitu saja.
Jam istirahat, kali ini Indah tidak pergi ke kantin, dia hanya diam di dalam kelas.
"Indah," panggil salah satu siswi perempuan.
"Iya kenapa," jawab Indah memaksakan senyumnya.
"Ayo kita ke kantin bareng," ajaknya.
"Kamu aja ya, aku lagi males mau ke kantin," tolak Indah secara halus.
Yang ingin Indah lakukan hanya diam dan menangis, tidak ada lagi yang ingin dia lakukan selain kedua itu.
Semua siswa dan siswi keluar dari kelas, mereka semua menuju kantin untuk mengisi perut mereka.
Setelah lewat dari lima belas menit. Bel masuk berbunyi, Indah masih setia dengn posisi yang sama.
Guru masuk untuk melanjutkan pelajaran mereka. Semuanya memperhatikan apa yang di sampaikan oleh guru, kecuali Indah.
Hari ini Indah sangat tidak fokus dengan pelajaran. Ia masih saja memikirkan apa yang dirinya mimpikan semalam.
Bel pulang telah berbunyi, Indah dengan cepat keluar dari kelasnya menuju depan gerbang. Sembari menunggu Rangga, Indah memainkan hand ponenya.
Sudah lebih dari setengah jam, Rangga belum juga tiba untuk menjemput Indah. Indah sudah lebih hampir puluhan kali menelpon Rangga, namun tidak ada jawab dari siempunya.
Di kantor Rangga. Ia masih sibuk dengan tumpukan-tumpukan berkas yang berada di atas mejanya. Ia sengaja mensenyapkan hand ponenya.
Hari ini Rangga ingin menyiapkan beberapa berkas yang akan dia bawa untuk melakukan perjalanan dinas, jadi ia harus menyiapkan semuanya hari ini.
Indah masih setia menunggu Rangga, sekarang dia sedang menunggu Rangga di depan halte bus yang ada di depan sekolahnya.
__ADS_1
"Assalamualaikum Neng," salam satpam yang tinggal di sana.
"Waalaikumsalam Pak," jawab Indah.
"Kenapa belum pulang Nak," ujar Pak satpam bertanya.
"Saya masih menunggu jemputan Pak," jawab Indah.
"Ini sudah hampir malam, apa tidak mau naik taksi atau pesan grab," ujar Pak satpam memberi saran.
"Tidak Pak, saya masih ingin menunggu," jawab Indah tersenyum.
Jika bukan Rangga pernah berpesan untuk menunggu dia saat pulang, makanya Indah masih setia menunggu Rangga.
"Ya sudah Bapak masih mau memeriksa di dalam ya," ujar Pak satpam.
"Ya sudah Pak, mungkin sebentar lagi Rangga akan datang," jawab Indah tersenyum.
"Iya, pamit ya. Assalamualaikum." pamit Pak satpam masuk ke dalam lagi.
Indah masih setia menunggu Rangga. Satu jam waktu berlalu, belum ada tanda-tanda akan hadirnya mobil Rangga.
Indah mulai bosan menunggu, tanpa di sengaja ada satu mobil yang sengaja berhenti tepat di depan Indah.
Ia turun lalu menghampiri Indah, Indah kaget saat melihat siapa orang yang turun dari dalam mobil.
Dengan cepat Indah menghampiri wanita tersebut lalu memeluknya, ia tidak menyangka jika seseorang yang ia rindukan selama ini akan hadir dan nyata di dekatnya.
"Iya sayang," jawabnya tersenyum merekah.
"Mari ikut aku, akan ku antar kamu pulang," ajaknya kepada Indah.
"Tapi," ucap Indah ragu. Ia masih ingin menunggu Rangga.
"Ayo, ini sudah hampir malam," ucapnya mengajak Indah.
"Hmm baiklah," jawab Indah menganggukkan kepalanya.
Indah dengan wanita tersebut masuk ke dalam mobil yang di bawanya, sebelum itu Indah telah mengirim pesan kepada Rangga bahwa dia telah pulang dan tidak usah lagi untuk menjemputnya.
Rangga telah selesai dengan semua pekerjaannya, ia baru sadar saat melihat jam telah menunjukkan pukul enam sore. Rangga baru ingat kalau dia membisukan hand ponenya.
Saat Rangga melihat hand ponennya, banyak notif panggilan tak terjawab dan banyak pesan yang masuk. Rangga langsung bergegas keluar dari ruangannya menuju parkiran mobil.
Rangga membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia tidak melihat pesan dari istrinya yang terakhir. Saat Rangga telah sampai di depan gerbang sekolah Indah, ia tidak melihat sosok Indah.
"Kamu di mana sayang," gumam Rangga.
__ADS_1
Rangga melihat kembali hand ponenya, ia membuka aplikasi yang whats App. Rangga melihat pesan yang di kirim oleh Indah.
"Siapa yang mengantarnya pulang, apa Indah menggunakan jasa taksi online untuk mengantarnya," ujar Rangga berbicara sendiri.
Rangga langsung kembali masuk ke dalam mobilnya, ia melajukan mobilnya menuju rumah. Mungkin Indah telah sampai di rumah.
Yaps, wanita yang mengantar Indah pulang adalah mawar, sahabat yang sangat Indah rindukan.
"Ndah, apa kamu sudah pindah rumah," ujar Mawar bertanya.
"Iya," jawab Indah cengengesan.
Indah belum memberi tahu Mawar tentang pernikahannya, di jalan tadi ada perdebatan sedikit antara Indah dan Mawar.
"Mawar belok kiri bukan belok kanan," ujar Indah memberi tahu.
"Loh, bukannya rumah kamu belok sebelah kanan ya," sangkal Mawar.
"Hehe aku udah pindah War," jawab Indah kikuk.
"Sejak kapan kamu pindah, ada apa dengan rumah yang lama," ujar Mawar bertanya.
"Lumayan lama War, nggak ada apa-apa kok sama rumah lama," jawab Indah.
"Oh iya," jawab Mawar ber oh ria.
Indah dan Mawar masuk ke dalam rumah. Mawar melihatanya seperti ada rasa aneh.
"Apa benar Indah pindah rumah, tapi kenapa tidak ada poto Om Dimas dan Tante Lina," ujar Mawar membatin.
"Aku ke atas dulu ya, kamu duduk aja disini," ujar Indah.
"Iya Ndah," jawab Mawar. Lalu duduk di sofa tamu.
Salah satu pelayan menghampiri Mawar untuk menawarkan minum. Mawar hanya meminta teh hangat saja.
Setelah memberi tahu itu, Mawar kembali memainkan ponselnya. Ia juga melihat sekeliling isi rumah Indah, ia juga heran dengan desain interiornya.
Mawar tahu betul jika keluarga Alexa menyukai desain rumah klasik modern, namun untuk ini jauh berbeda dari yang ia tahu.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
SalamManis♡.
Maaf untuk beberapq hari belum bisa update, karena sinyal disini lagi ada