Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 84


__ADS_3

"Aku sangat menyukai cara kamu bermain, tapi tidak dengan cara ini," ujar Vania.


"Aku sudah mengetahui cara kamu bagaimana selama berbisnis mafia, aku hanya mengingatkan pekerjaan mafia itu kejam, tapi harus tahu cara kamu bersikap," jelas Vania.


Vania membuka masker yang digunakannya, ia mengetahui jika itu Lisa, iya Lisa teman masa kecil Veli.


Tuan Kenz kaget saat melihat siapa wanita yang berani menculik anaknya. Ia sangat tidak menyangka jika itu Lisa.


"Wanita iblis!" teriak Tuan Kenz.


Tuan Dika, Rangga dan Tuan Dimas berpencar mencari tempat Veli di sekap, mereka mencari di bagian-bagian ruang yang di kunci sangat rapat.


Rangga menuju ruangan yang berada di pojokan, ia membuka pintu tersebut, ternyata di kunci. Rangga mendobak pintu itu da akhirnya terbuka, Ia langsung masuk dan menemukan Veli yang tergeletak dengan berbagai luka.


"Bertahanlah," ujar Rangga.


Rangga langsung membopong tubuh Veli keluar, semuanya melihat Rangga, dan langsung mengahampiri Rangga.


"Cepat bawa dia keluar dari sini!" perintah Tuan Dimas.


"Baik," jawab Rangga.


Sedangakan, Tuan Kenz masih melampiaskan marahnya kepada Lisa, Vania memberhentikan aksi Tuan Kenz untuk menembak Lisa.


"Jangan bunuh Dia, biarkan kita bawa saja kepada pihak yang berwajib," ujar Vania.


"Tapi wanita seperti ini hampir saja ingin membunuh anak saya," teriak Tuan Kenz.


"Jangan salahkan saya," ujar Lisa yang masih bisa angkat bicara walau tangannya masih di pelintir oleh Vania.


"Lalu siapa yang mau di salahkan!" teriak Tuan Kenz di hadapan Lisa.


"Salahkan anak Anda yang pernah membuat saya jatuh cinta, dan di saat saya kembali dia telah menikah dengan wanita yang sangat murahan," jawab Lisa sambil merintih.


Vania langsung saja membawa Lisa keluar, ia tidak mau hal yang tidak di inginkan terjadi.


"Vania kenapa kau membawanya!" teriak Tuan Kenz.


"Biarkan pihak yang berwajib mengurusnya, jangan kotori tanganmu hanya untuk menyentuh wanita murahan ini," ujar Vania.


Tuan Kenz hanya bisa menghembuskan nafas kasar, ia mengerti kenapa Vania tidak membiarkan ia menghabisi Lisa, bagaimana pun Lisa juga perempuan.


Di tempat lain, Rangga membopong tubuh Veli keluar, Vania memberi obat bius yang telah di siapkan, ia langsung saja membekap Lisa menggunakan sapu tangan.


Beberapa detik berikutnya, Lisa pingsan tak sadarkan diri. Semuanya keluar dari tempat penyekapan, di luar sudah ada polisi yang menunggu.


Sebelumnya Dimas telah lebih dulu menelepon polisi, ia tidak ingin kejahatan ini hanya mereka saja yang menanganinya.

__ADS_1


"Selamat siang Tuan," ujar kepala Polisi.


"Siang," jawab Tuan Dimas.


Sementara itu Vania telah sampai di depan, ia melihat polisi menghampirinya dan langsung saja mengambil alih Lisa.


"Biarkan kami saja Nyonya," ujar salah satu anggota polis.


"Baik," jawab Vania.


"Cepat, kondisi Veli sangat buruk," ujar Rangga.


Tuan Kenz langsung mendekat ke arah Rangga, ia langsung saja mengambil alih untuk membawa Rangga.


Semuanya langsung meninggalkan tempat tersebut, sebelum itu polisi terlebih dahulu memasang garis aman, ada beberapa polisi yang membantu untuk membawa Veli.


Tuan Dika hanya bisa diam, ia tidak menyangka jika kejadian ini akan terjadi. Sungguh di luar dari pemikiran.


Sepanjang jalan menuju mobil, Vania terus saja memperhatikan suaminya, ia mengetahui jika Dika memikirkan kejadian ini.


"Sayang!" seru Vania.


"Iya kenapa," jawab Dika.


"Kamu kenapa?" tanya Vania.


"Aku gak kenapa-kenapa, hanya saja aku tidak pernah menyangka jika akan terjadi seperti ini," jawab Dika.


"Iya sayang," jawab Dika.


Perjalanan telah sampai, mereka semua berpisah menuju mobil masing-masing. Vania langsung mengambil alih untuk mengemudi, tanpa banyak bicara mereka semua telah meninggalkan tempat tersebut.


Veli telah di masukkan kedalam mobil, Tuan Kenz mendampinginya. Tuan Kenz masih berusaha untuk membangunkan anaknya, ia sangat khawatir dengan keadaan Veli.


"Bertahanlah Nak," ujar Tuan Kenz.


Tuan Kenz menangis, ia tidak sanggup menahan air matanya, melihat Veli dalam keadaan seperti ini.


Mobil melaju dengan sangat cepat, Vania membawa mobil dengan sangat cepat untuk menuju rumah sakit.


"Tuan Kenz tenanglah, Veli akan baik-baik saja," ujar Tuan Dimas memberi semangat.


"Iya Tuan, kau tenanglah semua akan baik-baik saja," timpal Tuan Dika.


Rangga hanya bisa diam, ia bingung dengan pikirannya saat ini.


"Bagaimana kondisi Cika saat ini, apa dia akan kemabali kepada pria ini setelah ingatannya telah pulih," batin Rangga.

__ADS_1


Mereka telah sampai di rumah sakit, Tuan Kenz langsung membawa Veli ke dalam.


"Suster! Dokter!," teriak Tuan Kenz.


Semua yang berada di dalam rumah sakit sangat heran, meraka menatap aneh kepada keluarga itu. Banyak darah yang barada di pakaian mereka pakai.


Suster kaget dengan teriakan yang mereka dengar, salah satu suster langsung membawa ranjang untuk pasien.


Veli di letakkan di sana, semuanya mengiringi kemana Veli di bawa.Veli di bawa menuju ruang ICU.


Sesampainya di sana, Tuan Kenz hendak ikut masuk ke dalam.


"Maaf Tuan, biarkan dokter yang menangani di dalam," ujar Suster mengahalangi Tuan Kenz.


Ia hanya bisa pasrah, Tuan Kenz tumbang. Ia tidak sanggup untuk memberi kabar ini kepada istrinya.


Dimas mendekati Tuan Kenz, bagaimana pun ia bisa merasakan bagaimana perasaan yang di rasakan oleh Kenz.


"Jangan seperti ini, kamu pasti kuat," ujar Tuan Dimas memberi semangat.


Tuan Kenz hanya diam, Tuan Kenz menangis, ia tidak bisa menahan rasa sedih yang ia rasakan, bagaimana pun laki-laki jika melihat orang yang dia sayangi bahkan sangat berharga baginya harus terbaring lemah seperti ini.


Dimas sangat prihatin melihat kondisi Tuan Kenz, ia sangat tahu bagaimana seorang Kenz yang di kenal sangat kuat, kali ini ia melihatnya menangis.


Dika, Vania da Rangga hanya bisa diam, mereka juga merasakan kesedihan yang di alami oleh Tuan Kenz saat ini.


Dika mendekat ke arah Dimas dan Kenz, ia ingin sekali memberi semangat kepada Kenz saat ini, bagaimana pun Dika juga akan seperti ini jika Rangga yang mengalaminya.


"Tuan Kenz, kau harus semangat jangan seperti ini, di dalam sana dokter sedang berjuang untuk menyembuhkan Veli," ujar Dika.


"Terima kasih," ucap Tuan Kenz.


Rangga yang melihat itu sangat sedih, kali ini hatinya tersentuh melihat seorang ayah yang sedang terpuruk.


"Pengorbanan seorang sangatlah besar," batin Rangga.


"Tuan Dimas, bagaimana aku memberi tahu keadaan Veli kepada mamanya," ujar Tuan Kenz.


"Masalah itu, biarkan Lina yang akan memeberi tahu. Nanti aku akan menghubungi Lina dan juga Indah," jawa Tuan Dimas.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.


SalamManis♡.


__ADS_2