Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 114


__ADS_3

"Bagaiman Ayah, dimana Mawar dan Davin pindah," ucap Indah yang tidak sabar mendengarnya.


"Kalau Mawar dia mengikuti orang tuanya pindah tugas di Australia, untuk Davin dia masih di Indonesia, tepatnya di Bandung," jelas Ayah Dimas.


"Ada nomor telepon yang di tinggalkan nggak Yah," ucap Indah.


"Ada Nak, ini nomor telepon orang tua Davin, dan ini nomor orang tua Mawar," ujar Ayah Dimas memperlihatkan hand phone nya kepada Indah.


"Baik Yah," jawab Indah lalu menyimpan nomor telepon orang Mawar dan orang tua Davin.


"Sudah Nak," ujar Ayah Dimas.


"Iya Yah, terima kasih," ucap Indah berterima kasih.


"Sama-sama, Nak," jawab Ayah Dimas tersenyum.


"Ayah, ada yang mau Indah kasih tau sama kalian," ucap Indah, ia ingin memberi tahu jika mereka tinggal di apartamen.


"Iya ada apa sayang," jawab Ibu Lina.


"Indah sama Rangga mau pindah Bu, kami pindah ke apartemen yang berada di dekat kantornya Rangga," jelas Indah kepada kedua orang tuanya.


"Lalu? apa Tuan Dika dan Nyonya Vania menyetujui itu?" tanya Ibu Lina.


"Awalnya Indah dan Rangga ingin membeli rumah Bu, tapi Mama Vania tidak mengizinkan," ucap Indah.


"Kalau tidak beri izin, kenapa kalian harus pindah," ujar Ibu Lina.


"Sebentar Bu, Indah belum selesai bicaranya," ujar Indah cengengesan.


"Lanjutkan," ucap Ibu Lina.


"Awalnya Mama Vania menolak, tapi kami berdua merayunya dan Mama Vania yang menyuruh kita untuk tinggal di apartemen," ucap Indah.


Raut wajah Ibu Lina berubah, sebenarnya Ibu Lina tidak setuju kalau Indah dan Rangga tinggal berdua, begitu juga dengan Ayah Dimas.


"Ayah tidak setuju kalian tidur berdua," ucap Ayah Dimas.


"Kenapa Yah?" tanya Indah.


"Kalian lupa apa perjanjian yang Ayah kasih," ujar Ayah Dimas mengingatkan tentang perjanjian antara Rangga dan Indah setelah menikah.


"Tapi Yah," ungkap Indah yang lupa dengan perjanjian mereka.


"Ayah tidak setuju kalian tinggal berdua, karena walaupun kalian berdya sudah sah, tetap saja belum bisa melakukannya sebelum Indah lulus sekolah," jelas Ayah Dimas. Ia khawatir jika Rangga khilaf nantinya saat tinggal berdua dengan Indah.


"Aku akan menjaga Indah Yah, Rangga juga masih ingat dengan perjanjian itu," ucap Rangga meyakinkan.


"Ayah tetap tidak percaya, besok malam kita adakan pertemuan keluarga ya, kita bicarakan masalah ini," jelas Ayah Dimas.

__ADS_1


Tuan Dimas tidak setuju dengan usulan antara Indah dan Rangga, Dimas khawatir jika Rangga tidak bisa mengendalikan nafsunya.


"Baik Ayah, akan Indah sampaikan sama Mama dan Papa," jawab Indah.


"Kalau begitu Indah sama Rangga pamit dulu ya," ucap Indah berpamitan kepada kedua orang tuanya.


"Kamu nggak mau menginap disini, Nak," ujar Ibu Lina. Nyonya Lina rindu kepada Indah, walau baru beberapa hari Indah pindah rasanya sulit sekali untuk melepsakannya.


"Indah besok sekolah Bu, nanti hari libur ya Indah sama Rangga menginap di sini," jelas Indah kepada Ibu Lina.


"Ya sudah kalau begitu, kalian berdua hati-hati di jalan ya, Rangga salam sama Mama dan Papa kamu," ucap Ibu Lina.


"Iya Bu, akan Rangga sampaikan salam dari Ibu dan Ayah," jawab Rangga sopan.


"Kami permisi Ibu, Ayah. Assalamualaikum," salam Indah dan Rangga bersama lalu keluar dari ruang kerja Tuan Dimas.


Rangga dan Indah berjalan keluar menuju parkiran mobil mereka, Indah dan Rangga masuk ke dalam mobil. Rangga melajukan mobil keluar dari kediaman Alexa.


"Sayang," ucap Indah memanggil Rangga.


"Iya kenapa," jawab Rangga sambil menoleh kearah Indah sekilas.


"Kita ke mall bentar ya, ada yang mau aku beli," ucap Indah.


"Oke kita ke sana sekarang," jawab Rangga tersenyum senang.


Rangga senang karena Indah tidak canggung untuk meminta apa sama dia, baru kali ini Indah meminta Rangga untuk menemaninya ke mall.


Sesampainya di mall, Rangga memarkirkan mobilnya. Setelah memarkirkan mobil Rangga dan Indah berjalan masuk ke dalam mall.


"Kamu mau beli apa sayang?" tanya Rangga kepada Indah.


"Aku mau beli perlengkapan sekolah sayang, sekaligus mau beli boneka, hehe," jawab Indah sambil cengengesan. Mungkin aneh bagi Rangga kalau Indah ingin membeli boneka kesukaannya.


"Emang kamu suka boneka apa?" tanya Rangga, Rangga baru tahu jika Indah menyukai boneka.


"Doraemon, aku suka sekali," jawab Indah seperti anak kecil, tidak bisa di bohongi jika Indah akan menjadi seperti anak kecil saat ingin membeli boneka.


"Manja juga kamu ya," ucap Rangga sambil mengacak-acak rambut Indah.


"Kenapa di acak-acak, jadi kusutkan lihatnya," ujar Indah memanyunkan bibirnya.


"Bibirnya nggak usah di manyun-manyunin, nanti aku khilaf," ucap Rangga tersenyum.


"Cium kalau berani, ini juga di tempat umum," ucap Indah menantang Rangga.


Cup...,


Sekilas Rangga mencium bibir Indah dan itu di lihat oleg beberapa pengunjung mall.

__ADS_1


Pipi Indah bagaikan udang rebus, Indah langsung menutupi wajahnya di balik tubuh Rangga, sungguh saat ini dia sangat malu.


"Ehh kenapa di belakang gitu sayang," ucap Rangga yang melihat Indah berjalan sambil menutupi wajahnya.


"Aku malu sayang," jawab Indah menunduk.


"Kenapa harus malu, kita juga udah sah," jelas Rangga sambil memeluk Indah.


"Iya aku malu dilihat orang banyak kamu cium aku di tempat umum," jawab Indah masih dengan menunduk.


"Bagaimana nanti kalau ada yang mengenali aku," ucap Indah dengan suara seperti orang menangis.


Bahu Indah naik turun menandakan dia menangis, walaupun hanya dicium tapi entah kenapa Indah sangat malu.


Apa lagi saat ada orang yang melihat mereka tadi, langsung berbisik-bisim membicarakan mereka.


"Sayang, angkat kepala kamu," ucap Rangga langsung memegang dagu Indah.


Rangga mengelap air mata Indah yang mengaliri pipi mulusnya, sungguh Rangga merasa bersalah karena membuat Indah menangis gara-gara Rangga.


"Sayang maafin aku, aku tidak tahu kalau kamu akan menangis gara-gara ini," ujar Rangga dengan nada yang lembut.


Indah melihat Rangga dengan tatapan sendu, ada rasa bersalah juga di hati Indah, coba saja tadi tidak menantang Rangga untuk menciumnya di depan umum pasti hal ini tidak akam terjadi.


"Udah ya jangan nangis lagi," ucap Rangga.


"Iya aku minta maaf ya," jawab Indah.


"Minta maaf untuk apa," ucap Rangga bingung Indah meminta maaf kepadanya.


"Aku yang terlalu berlebihan hanya karena dicium," ucap Indah.


"Nggak ada yang berlebihan, wajar kamu begitu mungkin aku harus lebih tahu tempat untuk cium kamu ya," ujar Rangga sambil cengengesan.


"Iya sayang," jawab Indah tersenyum.


"Ayo sekarang kita jalan, nggak enak juga dilihat orang dari tadi," ucap Rangga sambil melihat sekitar.


Indah baru sadar jika mereka sedang berdebat di tengah keramaian, tanpa


aba-aba Indah langsung menggandeng tangan Rangga untuk berjalan bersama.


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2