
"Ma," panggil Indah kepada Mama Vania.
"Iya kenapa Nak," jawab Mama Vania.
"Kalian ikut dulu Indah ke rumah ya, ada yang mau Indah bicaran sama kalian semua," ucap Indah.
"Indah memangnya kamu mau bicara apa," timpal Ibu Lina.
"Nanti di rumah aja yang Bu Indah jelasin," ucap Indah.
"Baiklah, ya sudah ayo sekarang kita jalan," ujar Tuan Dimas.
"Baiklah," jawab Tuan Dika.
Kedua keluarga tersebut memasuki mobilnya masing-masing, Indah duduk di kursi belakang sendirian.
"Indah sayang," panggil Ibu Lina.
"Iya Bu ada apa," jawab Indah.
"Memangnya apa yang mau kamu bicarakan sama kita semua?" tanya Ibu Lina.
"Hanya hal biasa saja Bu," jawab Indah.
"Apa ini ada halnya dengan pernikahan kamu sama Rangga," tebak Ibu Lina.
"Iya Bu," jawab Indah
"Baiklah, Ibu dukung kalau soal ini," ucap Ibu Lina.
"Terima kasih Bu," ujar Indah tersenyum.
"Eh iya Bu, saat Indah ada di rumah, kok gak kelihatan Yudha?" tanya Indah.
"Yudha sudah pulang bersama keluarga nya Nak," jawab Ibu Lina.
"Maksud Ibu," tanya Indah binngung.
"Yudha sudah kembali ke pelukan orang tuanya Nak," jawab Ibu Lina.
"Maksud Ibu, Yudha bukan anak Ibu," ucap Indah.
"Iya sayang," jawab Ibu Lina.
"Ibu lagi tidak bercandakan sama Indah," ucap Indah tidak percaya, apa benar jika Yudha bukan adik kandungnya.
"Ibu tidak bercanda sayang, Ibu serius," jawab Ibu Lina dengan nada tegas.
"Jadi selama ini Yudha bukan adik kandung aku Bu," ucap Indah meyakinkan dengan apa yang di dengarnya.
"Iya sayang," jawab Ibu Lina yang menahan tangisnya, walau bagaimana pun Yudha pernah menjadi bagian dari keluarga Alexa.
__ADS_1
Berbeda hal dengan Indah, tangisnya pecah ia tidak sanggup mendengar berita ini, adik yang selama ini begitu Indah sayang ternyata bukan adik kandungnya.
"Rahasia apa lagi yang kalian sembunyikan kepada ku," batin Indah.
Indah sendiri heran kepada orang tuanya, terlalu banyak rahasia yang di sembunyikan.
Ayah Dimas hanya bisa diam melihat perdebatan antara istri dan anaknya, junyr di hati Diams sangat terpukul saat orang tua kandung Yudha datang ke rumah Alexa dengan tujuan untuk membawa Yudha.
"Sekarang Yudha di mana Bu, rumahnya sekarang di mana?" tanya Indah yang masih berderai air mata.
"Sekarang dia tinggal di bandung Nak, orang tua Yudha juga seorang CEO di sana dan perusahaan orang tua Yudha juga tidak jauh beda dengan perusahaan kita," jawab Ibu Lina.
"Bagaimana ini bisa terjadi, bagaimana bisa orang itu mengetahui jika Yudha anak mereka," ucap Indah meninggikan intonasinya.
"Nanti semua akan Ibu jelaskan ya sayang, kamu jangan emosi dulu Nak," ucap Ibu Lina menenangkan Indah.
Untuk saat ini Indah sangat marah dengan kedua orang tuanya, terlalu banyak rahasia yang mereka tutupi dan akan terbongkar satu persatu itu pasti.
"Oke Indah tunggu penjelasan dari Ibu dan Ayah," ucap Indah dengan sedikit sinis.
"Maafkan Ibu Nak, kamu harus mengetahui rahasia ini," batin Ibu Lina sedih.
Lina melihat kesamping, dimana di sana terdapat Tuan Dimas yang sedang mengemudi, Lina langsung memegang tangan Dimas untuk meminta persetujuan.
Dimas hanya mengangguk, mungkin sudah saatnya Indah tahu jika Yudha bukan adik kandungnya dan bagaimana dulu bisa keluarga Alexa mengangkat Yudha sebagai anak mereka.
Di belakang Indah hanya diam, terlalu banyak pikirannya saat ini, ia hanya bisa pasrah dengan keadaan.
Perjalanan telah sampai, mereka semua telah tururn dari mobil masing-masing, Indah berjalan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah dan itu membuat semua orang heran termasuk Rangga.
"Apa ada masalah saat di dalam mobil," batin Rangga menebak-nebak.
"Jeng Lina, Indah kenapa?" tanya Nyonya Vania.
"Mungkin dia kebelet mau ke WC," jawab Lina. Ia juga tidak tahu kenapa Indah begitu tergesa-gesa masuk ke dalam.
"Mari masuk, kita ngobrol-ngobrol di dalam." ajak Tuan Dimas.
"Baiklah," jawab Tuan Dika.
Mereka semua berjalan masuk ke dalam rumah Alexa, mungkin ini bisa di katakan mension buka rumah, karena semuanya sangat ketat sekali penjagaannya dan di sekitarnya terdapat banyak tanaman yang Indah sepertu di taman-taman pada umunnya.
Dimas membawa keluarga Luis untuk duduk di ruang tamu, di ruang tamu pula sudah ada Indah duduk menunggu kedatangan orang tua dan mertuanya.
"Indah kamu sudah di sini Nak," ucap Ibu Lina.
"Iya Bu," jawab Indah.
"Bik, Bik sri," panggil Nyonya Lina dengan intonasi yang tinggi.
"Iya Nya," jawab Bik sri.
__ADS_1
"Tolong buatakan minuman spesial dan makanan spesial ya," pinta Nyonya Lina.
"Siap Nya," jawab Bik Sri.
"Satu lagi, kamu siapkan beberapa kamar," ucap Nyonya Lina.
"Baiklah, apa ada yang lain lagi Nyonya?" tanya Bik Sri
"Tidak ada, silahkan kembali bekerja," ucap Nyonya Lina.
"Baiklah, kalau begitu saya permisi ke dapur dulu." pamit Bik Sri. Hanya di balas anggukan oleh semuanya.
"Ibu, Ayah," panggil Indah.
"Iya sayang," jawab Ibu Lina.
"Apa kalian merestui pernikahan ku dengan Rangga?" tanya Indah.
Lina dan Dimas diam, mereka sangat bingung dengan pertanyaan yang di lontarkan oleh Indah.
"Kenapa kalian tidak menjawab, apa kalian tidak merestui pernikahan Indah dan Rangga," ucap Indah sekali lagi dengan pertanyaan yang sama.
Terdengar suara tarikan nafas kasar yang pasti itu di lakukan oleh Tuan Dimas. Tuan Dimas langsung angkat bicara.
"Ayah mereatui pernikahan kalian, hanya saja kamu masih harus sekolah Nak, belum waktunya kamu untuk mejadi ibu Rumah tangga," ucap Ayah Dimas.
"Lalu, bagaimana dengan Rangga?" tanya Indah.
"Apa kamu lupa dengan perjanjian saat menikah dulu, kamu akan Ayah restui jika sekoalh kamu tidak terhambat," ujar Ayah Dimas.
"Tapi itu saat Indah masih menjadi istri sah nya Kak Veli," ucap Indah
"Lalu, apa yang bedanya Rangga dan Veli juga sama-sama laki-laki, jadi mereka harus siap dengan aturan yang di buat," jawab Ayah Dimas.
"Siapa pun orangnga kalau dia berani menikahi putri dari keluarga Alexa berarti dia siap mengikuti aturan yang di buat selama kamu masig sekolah Nak," ujar Ayah Dimas.
"Maaf Ayah jika saya lancang, aturan apa yang harus saya taati supaya bisa mendapat restu dari kalian," tanya Rangga yang memotong perbincangan antara Indah dan Ayah Dimas.
Begitu juga dengan Tuan Dika dan Nyonga Vania, mereka penasaran aturan apa yang di buat oleh Tuan Dimas untuk menikahi putri mereka.
"Peraturannya sangat simple, walau simple tapi kamu harus tahan," ucap Tuan Dimas menunjukkan senyum devilnya.
Rangga merinding medengar itu.
"Aturan apa itu, aku harus menahannya," batin Rangga bingung.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
__ADS_1
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.