Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 123


__ADS_3

Setelah memberikan morning kiss kepada suaminya, Indah beranjak dari tempat tidur menuju kamar mandi.


"Kamu mandi di tempat biasa ya," ujar Indah.


"Iya sayang," jawab Rangga.


Keduanya telah mandi, Indah dan Rangga menggunakan pakaian santainya, mereka berdua berjalan menuju meja makan.


Sesampainya di sana, Indah dan Rangga tidak melihat Mama Vania dan Papa Dika.


"Mama sama Papa dimana," ucap Indah bertanya.


"Aku juga nggak tahu, mungkin ada di ruang kerja," jawab Rangga.


"Bisa jadi, ya sudah ayo kita makan," ajak Indah.


"Iya sayang," jawab Rangga.


Setelah makan, Indah kembali ke kamar, ia ingin mengerjakan beberapa tugas yang belum dia selesaikan.


Rangga berjalan menuju ruang kerja kedua orang tuanya, ia ingin menanyakan masalah perusahaan yang di tawarkan oleh Tuan Loren.


Rangga masuk saja ke dalam ruangan tanpa mengetuk pintu lagi, di dalam sudah ada Mama dan Papa yang tengah sibuk melihat layar monitor masing-masing.


"Mama," ujar Rangga yang tengah duduk di sofa.


"Iya Nak," jawab Mama Vania yang tetap pokus kepada pekerjaannya.


"Ma, bagaimana dengan perusahaan yang di bicarakan kemarin, apa Rangga yang akan menghendel semuanya," ujar Rangga bertanya.


"Iya sayang, Mama dan Papa masih ada urusan di perusahaan kita di tempat lain. Untuk ini Mama percayakan kepada kamu," jawab Mama Vania.


Rangga berpikir sejenak, kalau ia pergi. Bagaimana dengan Indah, ia tidak mau jauh-jauh dari istrinya.


"Ma, Pa. Apa Indah akan ikut bersama Rangga nantinya," ujar Rangga bertanya.


"Mungkin dia tidak akan ikut, Indah juga masih sekolah. Takutnya mengambat dia sekolah," jawab Mama Vania.


"Tapi Ma, aku nggak tenang kalau Indah jauh-jauh dari aku," jawab Rangga menunjukkan raut cemasnya.


"Kamu tenang saja Nak, Indah akan baik-baik saja bersama kami," ujar Mama Vania.


"Kalau begitu Rangga akan membicarakan ini semua bersama Indah," balas Rangga lalu keluar dari ruang kerja.


Sesampainya di kamar, Rangga masih melihat Indah fokus kepada laptopnya, Rangga berjalan menghampirinya.


"Sayang," panggil Rangga.


"Hmm, iya kenapa?" jawab Indah.

__ADS_1


"Duduk sini sebentar, ada yang mau aku bicarakan," ujar Rangga yang tengah duduk di sofa.


Indah menutup laptopnya lalu berjalan menghampiri Rangga. "Iya ada apa," ujar Indah yang telah duduk di samping Rangga.


"Ada yang mau aku bicarakan sama kamu," jawab Rangga dengan nada serius.


"Ada apa? kenapa Rangga seserius ini berbicara," batin Indah bertanya.


"Iya kamu mau ngomong apa," jawab Indah menunjukkan muka tenangnya.


"Kamu ingatkan pertemuan kita dengan Tuan Loren," ujar Rangga.


"Iya aku ingat," jawab Indah.


"Aku di tugaskan oleh Mama dan Papa untuk mengurus perusahaan mereka yang ada di luar negri untuk beberapa bulan kedepan," ujar Rangga dengan nada yang serius.


"Lalu, apa kamu mau?" tanya Indah.


"Iya aku tidak bisa menolak, karena hanya aku yang bisa. Mama dan Papa masih harus mengurus perusahaan yang ada di luar kota," jawab Rangga sendu.


"Ya sudah, kalau itu sudah jadi keputusannya aku juga setuju," jawab Indah lesu. Terbesit di hatinya rasa tidak rela untuk melepas Rangga.


"Apa kamu mau ikut?" tanya Rangga.


"Aku tidak bisa ikut, sebentar lagi akan ada ujian untuk kenaikan kelas," jawab Indah lesu.


"Tapi kamu bisa untuk mengikutinya, bahkan kamu juga bisa langsung saja naik ke kelas selanjutnya," jawab Rangga. Rangga tahu kalau sekolah tempat istrinya ini adalah milik keluarga Alexa.


"Aku takut kamu kenapa-kenapa nantinya," ucap Rangga.


"Kamu tenang saja, Mama dan Papa pasti akan menjaga aku, mereka tidak akan membiarkan menantu kesayangannya ini terluka," jawab Indah tersenyum manis ke arah Rangga.


"Iya sayang, aku nanti akan sering kasih kabar sama kamu," ujar Rangga mengelus pipi Indah.


"Minggu depan aku pergi, untuk seminggu ini aku akan setia menemani kamu," jelas Rangag. Rangga akan menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang dengan istrinya.


"Apa kamu tidak ada pekerjaan di kantor," ujar Indah bertanya.


"Tidak sayang, semuanya di hendel oleh sekretaris. Aku hanya akan mempersiapkan berkas yang akan aku bawa nantinya," jawab Rangga.


"Oke baiklah, sekarang kamu bantu aku ngerjain tugas ya. Dari tadi nggak bisa-bisa," jawab Indah dengan nada seperti anak kecil yang ingin meminta ice cream.


"Bayi kecil ku," ujar Rangga menarik hidung Indah.


"Ih sakit tau nggak," ujar Rangga cemberut.


"Habisnya kanu bikin gemes sih," jawab Rangga cengengesan.


"Iya udah ayo bantuin aku," jawab Indah lalu menarik tangan Rangga menuju meja belajarnya.

__ADS_1


"Iya sayang," jawab Rangga.


Rangga membantu istrinya mengerjakan tugas yang bisa di bilang dalam bidang bisnis, banyak sekali tugas-tugas yang menyangkut di bidang kantor.


Hari telah sore, tidak terasa Indah dan Rangga menghabiskan waktunya berada di kamar, Indah dan Rangga berjalan menuju taman belakang rumah. Mereka ingin mencari udara segar, karena seharian ini menghabiskan waktu di kamar.


"Sayang," panggil Indah.


"Kenapa," jawab Rangga.


"Kalau kamu nanti di sana, jangan genit-genit ya!" peringat Indah.


"Nggak akan sayang, aku akan jaga hati untuk kamu," jawab Rangga mengelus rambut Indah.


"Kita berenang yuk." ajak Rangga.


"Kamu nggak capek, dari tadi udah bantuin aku," ujar Indah tersenyum.


"Nggak kok, ayo kita berenang. Udah lama banget aku nggak berenang," ujar Rangga dengan raut wajah yang gembira.


"Ya sudah aku ganti pakaian dulu ya," ujar Indah lalu berjalan menuju ruang ganti, ia akan menggunakan pakaian yang biasa di gunakan untuk renang.


"Ya sudah aku tunggu ya," jawab Rangga.


"Iya sayang," jawab Indah.


Rangga lebih dulu menjatuhkan tubuhnya di kolam berenang, ia sudah lama sekali ingin berenang bersama dengan Indah.


Indah berjalan menuju kolam renang, disana sudah ada Rangga yang telah bermain-main.


"Ayo turun," ujar Rangga.


Tanpa aba-aba, Indah langsung menceburkan dirinya ke dalam kolam renang. Kini Rangga dan Indah berenang bersama, Rangga dan Indah juga melakukan lomba berenang.


"Sayang," ujar Indah.


"Iya sayang," jawab Rangga.


"Kita lomba yuk, dari sini sampai ke sana terus balik lagi, siapa yang menang akan dapat hadiah," ujar Indah memberikan tantangan.


"Ayo siapa takut, tapi yang menang terserah mau minta apa aja ya," jawab Rangga menunjukkan senyum yang tidak bisa di tebak.


"Oke aku terima," jawab Indah. Lalu mengulurkan tangannya tanda deal


Oke guys sampai di sini dulu😍,


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.

__ADS_1


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2