
"Mungkin aku bukanlah lelaki yang romantis, yang bisa membuat wanitanya bahagia dengan perlakuan manisnya, namun aku harap malam ini akan menjadi malam yang indah. Dulu aku pernah sakit hati karena seorang wanita, dan sejak itulah aku benci yang namanya menjalin kisah-kasih, namun sejak datangnya dirimu di dalam hidupku, semua itu berubah seakan-akan Tuhan merestui hubungan kita, malam ini aku sangat bahagia bahkan lebih bahagia dari apa yang pernah aku dapatkan. Aku bahagia bisa menikah denganmu dan aku harap kamu adalah wanita terakhir dalam hidupku, jadilah seperti bintang di dekatku, walau dengan keberadaannya tidak di anggap, namun banyak yang menykainya, tetaplah berada di sampingku sampai tuhan memanggil untuk pulang. I Love You," ujar Rangga panjang lebar, entah dari mana ia mendapatkan kalimat tersebut, namun itu keluar dari mulutnya sangat tulus.
Indah menangis dengan apa yang di ungkapkan Rangga, walau pertemuan mereka sangat singkat, dan itu yang membuat mereka bersatu.
"Maafkan aku tidak bisa seperti laki-laki lain yang bisa membuat kata yang romantis," ujar Rangga lalu mendekat ke arah Indah.
"Terima kasih atas jawabanya," ujar Indah dengan tersenyum.
Rangga mencium bibir Indah sekilas, ia sangat lega karena telah menjawab apa yang mengganjal di dalam hatinya.
"Malam ini aku akan menyanyikan sebuah lagu yang sempat tertunda, kamu hanya perlu duduk di sini dan tersenyum ke arahku," ujar Rangga.
Indah hanya mengangguk, ia langsung berjalan menuju kursi yang telah di sediakan, dan memandang ke arah Rangga.
Rangga berjalan menuju alat musik yang telah di sediakan yaitu ada piano, Rangga sengaja meminta hanya dirinya dan Indah yang berada di sana dan tidak mau di ganggu oleh siapa pun.
Rangga mulai memainkan pianonya, ia memulai lagu yang akan Rangga nyanikan.
"*Janji suci"
Lagu di mulai.
Dengarkanlah, wanita pujaanku
Malam ini akan kusampaikan
Hasrat suci kepadamu, dewiku
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Dengarkanlah, wanita impianku
Malam ini akan kusampaikan
Janji suci, satu untuk selamanya
Dengarkanlah kesungguhan ini
Aku ingin mempersuntingmu
'Tuk yang pertama dan terakhir
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
__ADS_1
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Jangan kau tolak dan buat 'ku hancur
'Ku tak akan mengulang 'tuk meminta
Satu keyakinan hatiku ini
Akulah yang terbaik untukmu
Akulah yang terbaik untukmu
O-o-o-o-o-o-oh* ...
Lagu selesai
Lagi dan lagi Indah di buat menangis dengan apa yang di lakukan Rangga, Indah merasa malam ini adalah malam spesial bagi dirinya dan Rangga.
Indah merasa bahagisa karena di perlakukan seperti ini, dan malam ini juga Indah merasa spesial di dalam hidup seorang Rangga.
Rangga mendekat ke arah Indah, ia sangat bahagia karena telah membuat Indah menangis karena bahagia yang ia ciptakan.
"Sayang," ucap Indah.
"Iya sayang," jawab Rangga.
"Terima kasih karena telah hadir di dalam hidupku, terima kasih karena aku bahagia merasa di spesialkan bagimu, terima kasih telah menerima kekuranganku, terima kasih untuk itu semua," ucap Indah sambil tersenyjm yang sangat ikhlas, malam ini tidak akan pernah Indah lupakan.
"I love you," ucap Indah.
"I love you too," ucap Rangga.
Indah dan Rangga saling berpelukan, malam ini mereka sangat bahagia. Setelah lama berpelukan Indah melepaskan pelukannya.
"Ayo kita makan sekarang, aku sudah lapar," ujar Indah.
"Ayo sayang," ucap Rangga.
Rangga dan Indah menikmati makan malam ini, Rangga mengambil alih sendok yang di pegang Indah, Ia ingin sekali menyuapi Indah.
"Sini biar aku yang suapin kamu," ucap Rangga.
"Ihh tapi bisa suap sendiri sayang," ujar Indah.
"Nggak ada penolakan kamu harus aku suapin," ucap Rangga.
Indah pura-pura ngambek, padahal di hatinya sangat senang sekali.
Rangga menyuapi Indah bagaikan seorang anak yang baru berumur 3 sampai 4 tahun, bagaimana tidak, Rangga menyuapinya seperti pesawat yang terbang.
"Ngeng, ngeng, ngeng, sini sayang buka mulutnya," ujar Rangga sambil mempraktekkan caranya makan.
"Ihh aku bukan anak kecil, kok gitu sih cara suapinnya," ujar Indah.
"Heheh, ya sudah sini sayang buka mulutnya," ujar Rangga.
__ADS_1
Indah membuka mulutnya dan menerima makanan yang di berikan Rangga kepadanya.
"Sekarang gantian, aku yang suapin kamu," ucap Indah.
"Sini sendokny," pinta Indah.
Rangga memberikan sendok yang di pegangnya, lalu Indah mengambil makanan untuk di berikan kepada Rangga.
"Aa," ucap Indah.
Rangga membuka mulutnya yang telah siap untuk menerima suapan dari sang istrinya, namun yang terjadi Indah malah makan sendiri.
"Ihh kok kamu yang makannya," ucap Rangga cemberut.
"Hehe, aku laper sayang," jawab Indah cengengesan.
"Kamu ini," ujar Ranga mengacak-acak rambut Indah.
Cup.
Sekilas Indah mencium bibir Rangga, supaya dia tidak cemberut seperti tadi.
"Tuh udah ku ganti makanannya," ujar Indah sambil cengengesan.
"Kamu ini ya, bisa aja bikin aku meleleh," unar Rangga. Rangga senang karena Indah tidak canggung terhadap dirinya.
"Kamu makan juga sayang, masa cuma lihatin aku aja dari tadi," ucap Indah.
"aku udah kenyang kok," jawab Rangga.
"Emang kamu makan apa tadi udah kenyang aja, perasaan dari tadi kamu belum makan apa-apa sayang," ucap Indah heran.
"Tadi kamu udah cium aku, jadinha aku udah kenyang sayang sama makanan yang kamu kasih," ujar Rangga.
"Ihh mana ada cuma di cium aja udah kenyang, sekarang makan ayo," ujar Indah.
"Iya sayang aku makan, tapi kita satu piring berdua ya," pinta Rangga.
"Iya sayang," jawab Indah.
Indah dan Rangga makan bersama dalam satu piring yang sama, begitulah Indah Rangga, mereka berdua sering sekali berdebat walau itu hal yang kecil, tapi mereka juga cepat akurnya.
Setelah selesai makan, Indah dan Rangga saling diam, mereka sibuk dengan pikiranna masing-masing.
Detik berikutnya Indah buka suara.
"Rangga," ujar Indah.
"Iya kenapa sayang," jawab Rangga.
"Apa kamu telah menyewa restoran ini, sehingga hanya kita berdua saja," ucap Indah.
"Iya sayang, aku tahu aku tidak bisa untuk yang begitu mewah kejutannya," ucap Rangga.
"Ini sudah sangat mewah sayang, aku menyukainya terima kasih," ucap Indah tak henti-hentinya berterima kasih.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
__ADS_1
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.