Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 40


__ADS_3

"I love you," jawab Kak Veli.


"Ih kak serius," kata Indah kesal.


"Iya bener, emang artinya gitu," jawab Kak Veli.


"Oh iya ya kak," kata Indah menggaruk kepalanya yang tak gatal.


"Iya sayang," kata Kak Veli.


"Yaudah sekarang, mau lanjut nyanyi lagu apa?" tanya Kak Veli.


"Hmm apa ya," pikir Indah.


"KAHITNA-CANTIK," usul Indah


"Boleh juga," kata Kak


Veli.


"Oke ayo nyanyi," ajak Indah.


"Eitt untuk lagu ini, kamu hanya perlu duduk diam, dan nikmati. Kakak yang nyanyi," ujar Kak Veli.


Lagu di mulai.


***Kak veli**


*Cantik ...


Ingin rasa hati berbisik


Untuk melepas keresahan dirimu


Oooo ..., cantik


Bukan ku ingin mengganggumu


Tapi apa arti merindu selalu


Hoowowoo ...


Walau mentari terbit di utara


Hati ku hanya untukmu ...


Reff


Ada hati yang termanis dan penuh cinta


Tentu saja kan ku balas seisi jiwa


Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita


Ini kesungguhan ...


Sungguh aku sayang kamu


Cantik ...


Bukan ku ingin mengganggumu


Tapi apa arti merindu selalu


Hoowowoo ...


Walau mentari terbit di utara


Hati ku hanya untukmu**..


Reff


Ada hati yang termanis dan penuh cinta


Tentu saja kan ku balas seisi jiwa


Tiada lagi tiada lagi yang ganggu kita


Ini kesungguhan ...


Sungguh aku sayang kamu

__ADS_1


*Ini jalan


Sulit cinta, cinta yang abadi


Untukmu selamanya


Hey heyayaya heyaa yayay heyaa


Ada hati yang termanis dan penuh cinta


Tentu saja kan ku balas seisi jiwa


Tiada lagi, tiada lagi yang ganggu kita


Ini kesungguhan ...


Sungguh aku sayang kamu*


Lagu selesai.


"Aku Sayang kamu," ujar Kak Veli.


Indah terharu, mendengar lagu yang di nyanyikan oleh Kak Veli, ia merasa orang paling beruntung untuk saat ini.


"Kamu kenapa nangis?" tanya Kak Veli.


"Gak papa kok Kak, aku cuma terharu aja, aku seneng kakak nyanyi lagu itu untuk aku," ujar Indah.


"Hmm Iya, udah siang nih gimana kalo kita berenang," ajak Kak Veli.


"Yaudah ayo, kita ke kamar dulu, ganti baju ya Kak," kata Indah.


"Yaudah ayo," ajak Kak Veli, sambil menarik pergelangan tangan Indah.


"Eh, eh, Kak. Jangan di tarik-tarik aku bisa sendiri kok," ujar Indah.


"Nggak papa, nanti kamu telat lagi jalannya," kata Kak Veli.


Sesampainya di kamar, Indah dan Kak Veli mengganti pakaiannya, dengan baju renang.


"Udah siap," kata Kak Veli.


"Bentar lagi Kak," jawab Indah.


"Kak," panggil Indah.


Mendengar namanya di panggil, Kak Veli langsung mengalihkan pandangannya,


betapa terkejutnya. Kak Veli melihat Indah memakai pakaian renang, yang dapat di pastikan, setiap lekukan tubuhnya akan terlihat.


"Aduh gimana, aku mau ngejaga junior kalo dia pakaian gini, bisa kebablasan dah," batin Kak Veli.


"Iya sayang," jawab Kak Veli tersenyum.


"Katanya mau renang," ujar Indah.


"Nggak jadi deh," jawab Kak Veli.


"Ih kenapa?" tanya Indah kesal.


"Aku takut, nanti gak bisa nahan nafsu, liat kamu pakain gitu," ujar Kak Veli.


"Hoh," Indah kaget.


"Iya nanti junior aku bangun, emang kamu mau nidurinnya," goda Kak Veli.


"Hah nggak Kak," jawab Indah.


"Tapi Indah mau berenang Kakak," rengek Indah. Kepada Kak Veli seperti anak kecil, yang meminta permen.


"Yaudah kamu aja berenang, Kakak liat aja ya," kata Kak Veli.


"Oke, yaudah yuk ke kolam berenang," ajak Indah.


"Iya ayo," kata Kak Veli.


Indah dan Kak Veli berjalan, menuju kolam berenang sesampainya di sana.


"Kak aku berenang dulu ya, Kakak duduk aja di sana," ujar Indah.Sambil menunjuk tempat yang telah di sediakan, ketika sudah berenang.


"Iya sayang," jawab Kak Veli.

__ADS_1


Kak Veli berjalan, menuju kursi yang telah di sediakan, dia ingin melihat semampu mana sih istrinya ini untuk berenang.


Setelah melihat Kak Veli duduk, Indah langsung melompat masuk ke dalam kolam berenang, ia berenang dengan berbagai gaya melihat cara Indah berenang, Kak Veli tidak bisa menahan hasratnya.


"Duh nih bini gua sengaja atau ngga sih, kalo tiap hari gini, bisa bisa jebol dah tu gawang," batin Kak Veli.


Badan Kak Veli sudah merasa panas, di karenakan hasratnya sudah tidak bisa ia tahan.


"Indah kakak ke kamar mandi dulu ya," kata Kak Veli.


"Iya Kak," jawab Indah.


"Kak veli berlari terburu-buru memasuki kamar mandi.


"Harus di tuntaskan ini, kalo nggak jebol dah tu gawang saat ini," batin Kak Veli.


Setelah lama bermain renang, Indah pun duduk di tepi kolam, sambil memainkan kakinya, sementara itu Kak Veli tak kunjung keluar dari kamar mandi.


"Kak veli ngapain ya, lama banget," batin Indah bertanya.


"Yaudahlah nanti juga ke sini lagi, mending aku sambung lagi berenangnya," gumam Indah.


Kak Veli merasa juniornya sudah tertidur kembali, dan semuanya sudah tuntas ia kembali keluar, dan menuju kolam renang lagi.


"Indah sayang," panggil Kak Veli.


"Iya kak," jawab Indah.


"Udah dulu ya berenangnya, dingin nanti kamu sakit Lo," kata Kak Veli.


"Hmm iya Kak," kata Indah sambil naik ke permukaan.


Di sana telah di sediakan handuk, yang di pakai untuk orang setelah berenang.


Indah menghampiri Kak Veli, yang sedang duduk manis melihatnya.


"Kak," panggil Indah.


"Iya," jawab Kak Veli.


"Kenapa lama banget, tadi ke kamar mandinya?" tanya Indah.


"Oh nggak lama kok, setelah dari kamar mandi, Kakak tadi ke dapur makan sebentar," kata Kak Veli berbohong, masa iya dia harus jujur kalau lagi main sendiri.


"Hmm maaf ya Kak," ujar Indah meminta maaf.


"Minta maaf untuk apa, kamu gak salah juga," ujar Kak Veli bingung.


"Kan aku gak ada di samping kakak, saat kakak makan tadi," kata Indah.


"Nggak papa sayang, kan kamu lagi berenang tadi, masa iya kamu mau lari-lari dari kolam, buat nemenin kakak makan" ujar Kak Veli tersenyum.


"Hmm iya Kak, lain kali kalo mau makan panggil aku ya Kak, kan aku istri Kakak, jadi sudah seharusnya aku ngelayanin Kakak," ujar Indah panjang lebar.


"Iya sayang, perhatian banget sih," kata Kak Veli mencubit pipi Indah, ia gemas dengan tingkah Indah.


"Ihh kak kenapa di cubit, kan tambah cubby pipi aku, nanti kayak bapao lagi, kan gak bagus liatnya," kata Indah kesal.


"Kata siapa gak bagus hmm," ujar Kak Veli.


"Kata aku," jawab Indah.


"Indah sayang, dengerin Kakak, mau bagaimana pun kamu, semuanya dari muka, hidung, pipi dan apa pun yang ada di tubuh kamu, itu akan tetap cantik dan bagus, kakak cinta kamu karena Allah," ujar Kak Veli.


"Mendengar itu, Indah menangis, mengapa ada orang yang sangat sayang dan cinta kepadaku, sedangkan aku sendri tidak bisa mencintainya," batin Indah sedih.


"Udah jangan nangis lagi, nanti jeleknya keliatan," canda Kak Veli.


"Ih Kakak, katanya cantik, giliran nangis aja udah di bilang jelek," ujar Indah cemberut.


"Iya sayang kamu cantik?" kata Kak Veli mengelus pipi Indah.


Setelah itu, Indah pun mengganti pakaiannya di dalam kamar.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu

__ADS_1


like dan vote dari kalian ya😊.


SalamManis♡.


__ADS_2