
Setelah membasuh wajahnya, Indah membukakan pintu kamar mandi, dan dia melihat raut wajah Kak Veli yang terlihat panik.
Melihat Indah telah membukakan pintu, Kak Veli langsung memeluknya.
"Kamu kenapa sayang, kok nangis?" tanya Kak Veli khawatir.
Tidak bisa di tutupi. Indah menangis sambil memegang perutnya yang sakit.
"Kak," panggil Indah.
"Kamu kenapa, perut kamu sakit?" tanya Kak Veli.
"Iya Kak," jawab Indah.
"Yaudah kita ke dokter ya," ajak Kak Veli.
"Gak perlu Kak," jawab Indah.
"Kenapa, bukannya perut kamu sakit," ujar Kak Veli.
"Aku mau datang tamu bulanan Kak, emang gini sebelum datang. Indah boleh minta tolong gak kak," ujar Indah.
"Iya kamu mau minta tolong apa sayang," ujar Kak Veli.
"Beliin Indah pembalut sama minuman kiranti Kak, sakit banget ini," jawab Indah sesegukan.
Mendengar permintaan Indah. Kak Veli kaget, karena ini kali pertama, dia di suruh membelikan pembalut, dan dia baru sadar jika wanita datang tamu bulanan begini reaksinya.
"Sakit banget ya?" tanya Kak Veli dengan mata sendu.
"Hmm iya Kak," jawab Indah dengan sisa air matanya, ia tidak mau melihat Kak Veli terlalu khawatir kepadanya.
"Yaudah tunggu sebentar ya, Kakak mau beliin apa yang kamu minta," ujar Kak Veli.
"Kakak nggak malu kan?" tanya Indah.
"Nggak sayang, kamu istirahat sana di ranjang, tahan sebentar ya sakitnya. Kakak akan cepat pulang," ujar Kak Veli.
"Iya kak, Kakak hati-hati ya," jawab Indah.
"Iya sayang, Kakak pergi dulu ya, Assalamualaikum," ujar Kak Veli, sambil mencium kening Indah.
"Iya Kak. Waalaikumusalam wr.wb," jawab Indah dengan senyum.
Kak Veli mengambil kunci mobilnya, dan bergegas pergi ke supermarket.
Melihat Kak Veli yang sanggup menerima permintaan Indah, ia sangat yakin jika Kak Veli sangat mencintainya.
"Aku tidak akan sia sia kan, orang yang telah sayang dan rela berkorban demi aku," batin Indah.
Kak Veli sampai di supermarket, dia bingung mau beli pembalut dengan bentuk yang apa.
Dan akhirnya Kak Veli, membeli semua jenis pembalut, yang ada di sana. Tidak lupa dengan minum kiranti nya.
Banyak wanita, yang melihat belanjaan Kak Veli. Mereka ada yang senyum-senyum dan ada juga yang mengatainya.
"Gak malu apa beli yang gitu,"
__ADS_1
"Wah idaman banget,"
"Coba aja pacar gua gitu,"
"Itu ceweknya gak ada malu ya minta beliin,"
"Tuhan berikan aku laki laki seperti dia,"
Begitulah ocehan-ocehan yang di dengar Kak Veli, ia hanya cuek bebek aja toh mereka tidak tahu juga, jika dia membelikan untuk istrinya.
Kak Veli berjalan menuju kasir, untuk membayar semua barang belanjaannya.
Sesampainya di sana si Mbak kasir senyum senyum, melihat apa yang di beli oleh Kak Veli.
"Pacarnya manja banget ya Mas?" tanya Mbak kasir.
"Bukan pacar," jawab Kak Veli.
"Terus"? tanyanya lagi.
"Istri" jawab Kak Veli acuh.
Mendengar kata istri sang kasir terkejut, masa iya masih muda udah punya istri, atau nggak, mereka nikah karena kecelakaan lagi.
"Semuanya Rp. 150.000, 00 Mas" ujar Mbak kasir.
"Nih," jawab Kak Veli menyodorkan uang cash.
"Terima kasih, silahkan datang kembali," ujar Mbak kasir ramah.
Kak Veli langsung bergegas pulang, tidak ada yang tahu. Jika dia menahan malu, tapi gak papa untuk Indah, apa yang nggak. Cinta Kak Veli terlalu besar, kepada Indah jadi apa pun yang Indah mau dia rela melakukannya.
Kak Veli telah sampai di depan hotel. Ia bergegas menuju kamarnya, dan langsung memberikan kantong yang berisi apa yang Indah minta.
"Sayang," panggil Kak Veli.
"Iya Kak," jawab Indah.
"Ini pesanan kamu, ceper minum ini supaya reda sakitnya," ujar kak veli yang kasihan melihat Indah.
"Hmm iya Kak, terima kasih," ujar Indah.
"Iya sama-sama," jawab Kak Veli tersenyum.
Kak Veli sangat khawatir melihat keadaan Indah yang menghadapi tamu bulannya, "Apakah setiap mau datang dia harus menahan sakit ini? terus sebelum aku ada siapa yang membantunya? baru datang tamu aja udah gini sakitnya, apa lagi melahirkan, bahkan aku tidak bisa membayangkannya, mulai sekarang aku tidak akan membiarkanmu sakit sayang, aku akan menghargaimu dan menyayangimu, kau akan menjadi ibu dari anak-anakku nanti," batin Kak Veli.
"Udah mendingan?" tanya Kak Veli.
"Iya Kak udah," jawab Indah yang masih lesu.
"Yaudah sana pakai pembalutnya!" perintah Kak Veli.
"Iya kak," jawab Indah, dengan keringat yang bercucuran.
Indah menuju kantong yang berisi pembalut, dan dia kaget betapa banyak jenis pembalut yang Kak Veli belikan.
"Kak banyak banget?" tanya Indah.
__ADS_1
"Heheh, aku gak tau yang gimana sering kamu pakai, jadi aku beliin semuanya," jawab Kak Veli cengengesan.
"Hmm makasih ya Kak," jawab Indah
"Kak Veli dalam keadaan terdesak pun. Kau tidak malu untuk membeli ini, aku akan belajar mencintaimu," batin Indah
Indah masuk ke kamar mandi, dan langsung memakai pembalut, yang telah di belika oleh Kak Veli.
Kak Veli menunggu Indah di sofa, sambil memainkan bendah pipih. Yang bisa di pastikan, hampir semua orang mempunyainya.
Indah keluar dari kamar mandi, dan langsung menghampiri Kak Veli.
"Udah sayang," ujar Kak Veli.
"Udah kak," jawab Indah tersenyum.
"Masih sakit atau udah mendingan?" tanya Kak Veli.
"Udah mendingan Kak, terima kasih ya," ujar Indah.
"Iya sayang, sama-sama" jawab Kak Veli tersenyum.
"Kakak mau tanya?" tanya Kak Veli.
"Iya mau tanya apa Kak," jawab Indah.
"Kamu setiap mau datang tamu bulanan, gitu ya sakitnya?" tanya Kak Veli.
"Hmm iya Kak, malahan kadang aku gak bisa jalan nahan sakitnya," jawab Indah.
"Siapa yang biasa bantuin kamu, kalo lagi dateng?" tanya Kak Veli lagi.
"Sama bibik," jawab Indah.
"Oh Iya, sekarang gantian. Aku yang akan selalu ada untuk kamu," ujar kak veli tersenyum.
"Iya kak, makasih," jawab Indah.
"Yaudah kita ke resto di bawah sarapan di sana, pasti kamu udah laper kan," ujar Kak Veli.
"Hehe iya Kak, tau aja," jawab Indah cengengesan.
"Yaudah ayo," ajak Kak Veli.
"Iya," jawab Indah.
Indah dan Kak Veli, turun menuju resto yang telah di sediakan pihak hotel, mereka berjalan bersama. Kak Veli setia memeluk pinggang Indah, dia tidak ingin Indah jauh jauh darinya.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
__ADS_1
SalamManis♡.