Menikah Muda Karena Terpaksa

Menikah Muda Karena Terpaksa
Bab 76


__ADS_3

"Ayo, sebentar aku ambil tas aku dulu," ujar Cika.


"Iya," jawab Rangga.


Setelah mengambil tasnya yang berada di meja kerja Rangga, Cika dan Rangga keluar dari ruangan Rangga menuju kantin yang ada di bawah, semua karyawan telah pergi menuju kantin untuk mengisi perut mereka.


Cika dan Rangga memasuki lift dan setelah lama menunggu, Cika dan Rangga telah sampai di bawah mereka berdua berjalan menuju kantin kantor, ternyata di sana banyak para karyawan yang telah duduk beristirahat.


Rangga kali pertamanya menginjakkan kaki di kantin, semua karyawan melihat kedatangan presdir mereka, mereka semua kaget dan heran ini adalah kali pertamanya bos mereka mau makan bersama mereka di kantin, apa ini karena ia telah menikah dan sikap bos yang dingin dan tempramen telah berubah.


Semua karyawan berdiri dan memeberikan salam hormat, Ibu kantin juga kaget akan kedatangan pemilik perusahaan.


"Ayo kita duduk di sana." ajak Cika.


Sepanjang jalan menuju tempat duduk, banyak karyawan yang memeberikan salam hormat.


Sesampainya di tempat yang di tuju Cika dan Rangga duduk, ibu kantin yang berjualan di sana langsung menghampiri meja Presdir.


"Siang Tuan," sapa Ibu kantin.


"Siang Nona," sapa Ibu kantin.


"Siang Bu," jawab Cika.


Rangga hanya diam, ia tidak membalas sapaan dari ibu kantin.


"Rangga," ujar Cika menyenggol lengan Rangga.


"Hm iya kenapa sayang," ujar Rangga.


"Kamu di sapa sama si Ibunya balas atuh masa iya kamu diam aja," omel Cika.


"Siang juga Bu," jawab Rangga.


"Mau pesan apa?" tanya Ibu kantin.


"Pesan Baso aja Bu 2 porsi yang sedang ya Bu jangan terlalu pedas banget," ujar Cika.


"Baiklah, minumnya apa Nona?" tanya ibu kantin sekali lagi.


"Es teh aja bu minumnya," ujar Cika.


"Hmm baiklah terima kasih Nona Tuan Silahkan tunggu sebentar ya," ujar Ibu kantin


"Iya bu," jawab Cika.


"Saya permisi dulu," ujar Ibu kantin.


Setelah memesan makan siang, Cika langsung menghadap ke arah Rangga sedangkan Rangga ia sangat sibuk dengan hand ponenya.


"Rangga," ujar Cika dengan nada suara yang dingin.

__ADS_1


"Hmm Iya kenapa sayang," ujar Rangga yang kaget dengan nada bicara Cika kepadanya.


"Apa kamu tidak bisa lebih sopan lagi jika ada yang menyapa?" tanya Cika dengan masih suara dinginnya.


"Maksud kamu apa sayang?" tanya Rangga yang tidak mengerti arah tujuan istrinya.


"Tidak tahu apa pura-pura nggak tahu hmm," ujar Cika.


"Iya aku benar-benar nggak tahu apa yang kamu maksud ini sayang," ujar Rangga sangat bingung.


"Baiklah aku akan jelaskan," ujar Cika.


"Coba jelaskan," jawab Rangga.


"Pendapat aku," ujar Cika.


"Iya apa pendapat kamu," ujar Rangga.


"Satu, kamu harus lebih bisa menghargai jika ada orang yang berbicara kepada kamu atau orang itu sekaligus bawahan kamu.


Dua, kamu juga jangan terlalu cuek kepada karyawan, kamu harus ubah sikap kamu yang itu karena jika kamu cuek kepada kamu mereka akan enggan untuk bertanya kepada kamu jika mereka tidak mengerti dengan apa yang mereka kerjakan," ujar Cika yang di potong pembicaraannya.


"Udah," ujar Rangga memotong pembicaraan Cika.


"Belum," jawab Cika.


"Yaudah Lanjut," jawab Rangga santai.


Empat, jika ada orang siapa pun dia yang menyapa kamu, kamu balas sapaan dia walaupun orang yang menyapa kamu tidak setara dengan derajat kamu, setidaknya kamu lebih bisa mengharagai dia," ujar Cika mengutarakan pendapatnya.


"Udah?" tanya Rangga.


"Belum kalo mau di jelasin satu satu, intinya itu kamu harus bisa menghargai seseorang?" ujar Cika.


"Hmm Iya sayang maaf atas sikap aku yang itu aku akan belajar untuk merubahnya," ujar Rangga.


"Hmm iya, perlahan lahan aja pasti kamu bisa kok, maaf aku hanya mengutarakan pendapata aku saja, dari pada kau pendam," ujar Cika.


"Tidak apa-apa pendapat kamu sangat berarti bagi ku," ujar Rangga.


"Hmm iya," jawab Cika.


Setelah perbincangan itu pesanan Rangga dan Cika telah sampai.


"Ini Tuan dan Nona pesanannya, maaf jika pelayanan kami kurang maksimal, silahkan menikmati jika ada yang kurang bisa langsung saja panggil saya," ujar Ibu kantin.


"Iya bu terima kasih," ujar Cika.


"Iya Nona sama sama, kalau begitu saya lanjut lagi," ujar Ibu kantin meninggalkan meja Rangga dan Cika.


Cika dan Rangga memngambil baso yang telah Cika pesan.

__ADS_1


"Ayo makan," ujar Cika.


"Iya sayang," jawab Rangga.


Cika dan Rangga memakan baso yang mereka pesan saat Rangga ingin memakan baso ia ragu dengan rasanya, tapi di saat ia telah mencicipi satu sendok ternyata rasanya tidak jauh berbeda dengan yang di jual di restoran restoran ternama, malahan tambah enak yang ini.


"Bagaimana enak tidak?" tanya Cika.


"Ini sangat enak, aku tidak pernah menyangka jika makanan di kantin ini sangat enak," ujar Rangga.


"Baiklah nanti hari ini dan seterusnya kita akan makan di kantin saja, lebih baikkan sayang sekalian kita bisa membantu ibu yang berjualan di kantin ini untuk menambah penghasilannya," ujar Cika.


"Iya sayang," jawab Rangga.


Cika dan Rangga menikmati baso yang ada di kantin ternyata kantin ini tidak seburuk yang Rangga pikirkan.


Setelah merasa kenyang Cika dan Rangga duduk sejenak di kantin, karena semua karyawan ada yang telah memasuki perusahaan untuk melanjut pekerjaannya karena waktu telah menunjukan pukul 13.00 wib.waktunya untuk kembali bekerja dan jam istirahat juga telah habis.


Cika dan Rangga berjalan menuju kasir yang ada di kantin mereka membayar semua pesanan yang mereka makan.


Setelah membayar Cika dan Rangga berjalan menuju ruangan Rangga, Cika ingin istirahat di sana karena ia merasa capak.


Sesampainya di ruangan Rangga, Cika langsung menuju sofa dan merebahkan dirinya di sana.


"Apa kamu kelelahan sayang?" tanya Rangga.


"Hanya sedikit," jawab Cika.


"Kalau kamu mau istirahat yaudah ayo ikut aku," ajak Rangga.


"Kita mau kemana?" tanya Cika.


"Yaudah ikut aja nanti kamu juga pasti tau kita mau kemana," ujar Rangga.


Cika dan Rangga berjalan menuju lemari yang isinya berkas-berkas penting dan arsip perusahaan.


Rangga mengambil remote kontrol yang ada di dalam laci meja tempat ia bekerja.


Rangga membuka Lemari yang isinya berkas-berkas menjadi sebuah kamar yang sangat lengkap seperti kamar di rumah.


Oke guys sampai di sini dulu😍


jangan lupa like dan vote ya


serta ikuti akun aku.


Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu


like dan vote dari kalian ya😊.


Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman-teman.

__ADS_1


SalamManis♡.


__ADS_2