
"Tidak masalah, sebaiknya kita lupakan saja tentang itu," ujar Lina.
"Iya," jawab Vania.
Di ruang ICU, Veli telah di pindahkan ke dalam Ambulance, Veli akan di bawa menuju kediaman keluarga Kenz. Sepanjang jalan menuju ambulance, Nyonya Vania tidak berhenti-hentinya menangis.
"Veli, sayang," ujar Nyonya Via lirih sambil menatap Veli.
"Ma, kita harus sabar mungkin ini yang terbaik untuk Veli," ujar Tua Kenz menenangkan istrinya.
"Tapi kenapa secepat ini Pa, Mama tidak sanggup," jawab Mama Via.
"Mama harus kuat ya, Mama tidak boleh sedih begini, nanti Veli juga ikut sedih," ucap Tuan Kenz.
Tuan Kenz juga sangat sedih, tapi kesedihan itu ia tahan, ia tidak mau melihatkan kesedigannya di hadapan istrinya. Bagaimana pun Tuan Kenz harus bisa tegar dan tidak boleh menunjukkan kesedihan dihadapan istrinya.
"Mas, apa Veli telah di bawa menuju rumah duka," ucap Lina.
"Belum tahu sayang, nanti aku tanya dulu sama Tuan Kenz," jawab Dimas.
"Coba Mas kamu keluar, tanya sama suster yang menangani Veli tadi," ujar Lina.
"Baiklah," jawab Dimas.
Dimas keluar dari ruangan Indah, ia menuju ruang ICU dimana tempat semua Veli di rawat.
Di dalam ruangan Indah, Mama Vania meminta suaminya untuk menelepon Rangga.
"Pa, coba telepon Rangga, apa dia telah sampai di rumah," ujar Mama Vania.
"Oh iya Ma, sebentar Papa telepon dulu," ujar Papa Dika.
"Vania, apa kalian ingin pulang?" tanya Lina.
"Iya, Lin soalnya Indah kan sudah berada di keluarga kandungnya, untuk perceraian antara Indah Dan Rangga akan segera kami urus, kalian tidak perlu khawatir," ujar Mama Vania.
"Bukannya kami telah menyetujui pernikahan antara Indah dan Rangga," ucap Lina.
"Tapi apa Indah mau menerima Rangga, bahkan mereka nikah itu saja terjadi karena Indah amesia," ujar Mama Vania.
"Kita lihat dulu apa respon yang Indah berikan nanti, mohon jangan ambil keputusan secepat ini," ujar Lina.
"Baiklah," jawab Vania.
Tuan Dika mengambil ponselnya, ia langsung saja mencari kontak Rangga.
Dering ponsel Rangga berbunyi, ia langsung saja mengambil hand pone nya yang berada di atas nakas.
Panggilan terhubung.
"Assalamualaikum Rangga," salam Papa Dika.
"Waalaikumusalam Pa," jawab Rangga.
"Rangga, apa kamu telah berada di rumah?" tanya Papa Dika.
"Iya Pa," jawab Rangga.
"Apa kamu sudah memberi tahu supir untuk menjemput kami," ujar Papa Dika.
"Astagfirullah, aku lupa Pa," jawab Rangga sambil menepuk jidatnya.
"Kamu ini," ucap Papa Dika.
"Iya Pa, Rangga sekarang kebawah," jawab Rangga.
"Baiklah," jawab Papa Dika.
__ADS_1
"Kalau begitu Papa tutup telepon dulu ya. Assalamualaikum," salam Papa Dika.
"Baik Pa. Waalaikumusaalam wr.wb," jawab Rangga.
Panggilan terputus.
"Bagaimana Pa, apa Rangga sudah memberi tahu kepada supir untuk menjenguk kita?" tanya Mama Vania.
"Iya Ma, sekarang Rangga lagi beritahu ke supir buat jemput kita," jawab Papa Dika.
"Selama tadi baru di beri tahu," ucap Mama Vania.
"Iya Ma, dia lupa," jawab Papa Dika.
"Dasar anak itu," ujar Mama Vania.
Di ranjang, Indah telah sadar ia sekarang mengumpulkan seluruh kesadarannya dan menetralisir cahaya yang masuk ke dalam matanya.
"Indah," panggil Lina.
"Ibu, bagaimana Kak Veli," ujar Indah.
"Sebentar ya sayang, Ayah lagi mengecek keberadaannya," jawab Ibu Lina.
"Indah," panggil Mama Vania.
"Iya Ma," jawab Indah sambil menunduk.
"Mama nanti mau bicara serius sama kamu, apa kamu bisa?" tanya Mama Vania.
"Iya Ma, insya Allah Indah bisa," jawab Indah.
"Baiklah, kalau begitu nanti Mama telepon kamu ya," ujar Mama Vania.
"Memang Mama mau kemana?" tanya Indah.
"Indah mau ikut," jawab Indah.
"Kamukan sudah berada sama keluarga kamu sayang," jawab Mama Vania.
"Tapi Ma," ujar Indah.
"Sayang nanti kamu juga bisa menjenguk Mama ya," ucap Mama Vania.
"Iya Ma," jawab Indah.
"Pa, bagaimana apa supir sudah ada," ujar Mama Vania.
"Sudah Ma," jawab Papa Dika.
"Baiklah, ayo sekarang kita pulang." ajak Mama Vania.
"Iya Ma," ujar Papa Dika.
"Indah kami pulang dulu ya Nak," ucap Mama Vania.
"Iya Ma," jawab Indah.
Nyonya Vania dan Tuan Dika keluar dari ruang rawat Indah, mereka berjalan menuju parkiran. Tapi di pertengahan jalan Tuan Dika tidak sengaja berpapasan dengan Tuan Dimas.
"Dika," panggil Dimas.
"Iya," jawab Dika
"Kalian mau kemana," ucap Dimas.
"Kami mau pulang," jawab Dika.
__ADS_1
"Kenapa buru-buru sekali, sekarang Veli sudah di bawa ke rumah duka, apa kalian tidak ingin ikut pergi kesana," ujar Dimas.
"Nanti kami akan pergi melayat sekalian mengajak Rangga," jawab Dika.
"Apa kalian sudah pamit dengan Indah?" tanya Dimas.
"Sudah, sekarang Indah telah siuman," jawab Dika.
"Alhamdulliah," ucap Dimas.
"Baiklah kalau begitu kami pamit pulang dulu, jika ingin melayat ke rumah Tuan Kenz kabari kami, nanti bisa perginya bersama-sama," ujar Dika.
"Baiklah kalau begitu, kalian hati-hati di jalan, salam untuk Rangga," ucap Dimas.
"Baik, kami permisi. Assalamualaikum." pamit Dika dan Vania.
"Waalaikumusalam wr.wb," jawab Dimas.
Dimas berjalan menuju ruangan Indah, sesampainya di sana.
"Sayang," panggil Dimas kepada Indah.
"Iya Ayah," jawab Indah.
"Apa kamu baikan?" tanya Dimas.
"Alhamdulillah aku udah mendingan Yah," jawab Indah.
"Kalau begitu ayo kita pulang, Tuan Kenz dan Via juga sudah berjalan menuju rumah duka, kita kesana ya," ujar Ayah Dimas.
"Apa Veli telah di bawa pulang," timpal Ibu Lina.
"Iya sayang, mereka sudah membawa Veli menuju kediaman Kenz, sekarang kita berangakat untuk melayat ke sana," jawab Ayah Dimas.
"Ya sudah, ayo sayang kita pulang." ajak Ibu Lina.
"Baik Bu," jawab Indah
"Tapi sebelum itu, Ayah mau tanga Indah," ucap Ayah Dimas.
"Ayah mau tanya apa sama Indah," jawab Indah.
"Apa kamu benaran sudah baik-baik, Nak. Ayah takut nanti kondisi kamu drop lagi saat berada di sana nanti," jelas Ayah Dimas.
Indah masih berpikir, ia juga bingung dengan kondisinya saat ini. Di satu sisi Indah baru saja pulih ingatannya, karena hal itu pula Indah harus banyak-banyak istrirahat. Namun di satu sisi, Indah juga sangat ingin melihat Kak Veli untuk yang terakhir kalinya.
"Indah, Nak," ucap Ayah Dimas.
"Hmm, Indah mau ikut Yah," ungkap Indah.
"Tapi kamu yakin jika kondisi kamu baik- baik saja," ujar Ayah Dimas.
"Iya Yah, Indah yakin akan baik-baik saja," jelas Indah.
Setelah perbincangan singkat berlangsung. Indah beserta kedua orang tuanya berjalan keluar dari rumah sakit menuju parkiran.
Oke guys sampai di sini dulu😍,
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu like dan vote dari kalian ya😊.
Untuk episode ini sampai ke berapa nanti nama Indah sementara di ganti jadi Cika Felisa ya teman teman.
SalamManis♡.
__ADS_1