
"Om percaya jika kamu bisa menjaga Indah," kata Om Dimas menepuk pundak Veli.
"Baik Om, saya akan menjaga kepercayaan Om kepada saya, untuk menjaga Indah," kata Veli meyakinkan.
"Om permisi dulu, salam dengan Mama, Papamu," ujar Om Dimas.
"Iya Om, nanti saya sampaikan," ujar Veli.
Tuan Dimas, meninggalkan sekolah Indah. Dan pergi keparkiran untuk bertemu Asisten Ken.
"Asisten ken," panggil Tuan Dimas.
"Iya Tuan," jawab Asisten Ken.
"Cepat ke kantor sekarang, ada pekerjaan yang belum saya selesaikan," ucap Tuan Dimas.
"Baik Tuan," jawab asisten Ken. Membukakan pintu belakang mobil
"Silahkan Tuan," kata Asisten Ken.
"Baik, terima kasih," jawab Tuan Dimas.
Mobil meninggalkan perkarangan sekolah dan menuju kantor.
Sekarang waktu sudah menunjukan puku 16:00 WIB, artinya bel pulang sudah berbunyi.
"Baiklah Nak, pelajaran cukup sampai di sini, sampai berjumpa senin nanti, belajarlah dengan giat, semoga sukses," ujar Ibu Vera mengakhiri pelajarannya.
"Baik buk," jawab Siswa serentak.
"Silahkan pulang," kata Ibu Vera.
Semua murid keluar dari kelas dan berjalan menuju parkiran.
Indah sudah di tunggu oleh Kak Veli di depan pintu kelas.
"Ayo pulang," ajak Kak Veli.
"Nggak," jawab Imdah cuek.
"Ayolah sayang, Kakak udah minta maaf sama kamu," kata Kak Veli.
"Hmm," jawab Indah.
"Tadi kamu berantem ya?" tanya Kak Veli.
"Tau dari mana?" tanya Indah balik.
"Om dimas yang kasih tau," jawab Kak Veli santai.
"Apa! Ayah kasih tau sama Kakak, aku berantem tadi," kata Indah kaget mendengarnya.
"Iya sayang, gak usah teriak-teriak juga aku di depan kamu, bukan di balik gunung sampe teriak gitu, budek nih telinga aku," jawab Kak Veli nyerocos.
"Hehe, maaf kak gak sengaja," jawab Indah cengengesan.
"Ayo pulang, nanti Ibu kamu khawatir lagi, anak gadisnya belum pulang," ajak Kak Veli.
"Yaudah ayo," jawab Indah.
"Eh iya nanti kamu harus jelasin sama Kakak, kenapa bisa berantem, gak ada penolakan," kata Kak Beli tidak mau di bantah.
"Iya kak," jawab Indah lesu.
"Kak," panggil Indah.
"Iya kenapa hmm," jawab Kak Veli.
__ADS_1
"Indah boleh minta tolong nggak," Kata Indah.
"Minta tolong apa," kata Kak Veli.
"Kita kerumah Mawar dulu ya Kak, sebelum pulang, soalnya Mawar lagi sakit," kata Indah, menunjukkan wajah pupy eyes nya.
"Hmm okelah tapi hanya sebentar ya," kata Kak Veli menyetujui, ia tidak bisa menolak jika Indah sudah memasang wajah imutnya.
"Yeayy makasih Kakak," jawab Indah tanpa sadar memeluk Kak Veli.
"Iya sama-sama," jawab Kak Veli tersenyum, baru kali ini Indah memeluknya senang.
Menit berikutnya Indah tersadar jika dia memeluk Kak Veli.
"Eh maaf Kak, gak bermaksud mau peluk Kak," kata Indah menunduk malu.
"Kenapa harus minta maaf coba, Kakak seneng kamu peluk Kakak, kalo bisa tiap hari aja gini ya," ucap Kak Veli tersenyum menggoda.
"Ihh kak veli mesum," kata Indah, berlari meninggalkan Kak Veli, ia malu bahkan pipinya sudah seperti kepiting rebus, saking merahnya.
"Indah tungguin Kakak, main tinggal aja," kata Kak veli mengejar Indah.
Sesampainya Indah diparkiran, ia telah siap untuk pergi.
"Kak Veli ayo cepetan, lama banget sih," ucap Indah.
"Iya sabar Ndah, kamu sih. Main tinggalin Kakak" kata Kak Veli ngos ngoshan.
"hehhe, maaf Kak," ujar Indah cengengesan.
Kak Veli memakai jaket serta helmnya, dan
mereka sudah siap untuk berangkat menuju rumah Mawar.
"Indah pegangan!" perintah Kak Veli.
"Yakin pegangan di sana," kata Kak Veli.
"Iya Yakin Kak," ujar Indah.
"Jangan pegangan si sana sayang, tapi di sini," kata Kak Veli, memindahkan tangan Indah ke bagian perutnya.
"Nah gini pegangan yang bener," kata kak Veli tersenyum kemenangan.
"Iya kalo gini namanya Kakak modus, sama Indah," jawab Indah cemberut.
"Biarin, sama calon istri sendiri juga, nggak papa," Kata Kak Veli tidak mau kalah.
"Iya, iya terserah Kakak aja," ujar Indah mengalah
"Gitu dong, sekali kali ngalah sama Kakak, jangan Kakak terus yang ngalah," ujar Kak Veli tersenyum.
"Iya, jadi kapan kita jalannya, kalo debat terus gak jalan-jalan," kata Indah.
"Nanti, masih nyaman Kakak kayak gini," ujar Kak Veli.
"Ihh Kakak, ayo cepetan jalannya, nanti malah kemalaman lagi kita pulangnya, mau Kakak di omelin, sama Ibu karena bawa anak gadis orang pulang malem malem," cerocos Indah.
"Eh buset, ngomongnya sekali tarik nafas ya Neng, lurus banget sekali tembak," kata Kak Veli tertawa
"Kak," kata }ndah serius.
"Iya sayang, kita jalan sekarang," kata Kak Veli. Yang mulai takut akan amukan Indah.
Indah dan Kak Veli, pergi menuju rumah Mawar, yang di kira memakan waktu empat puluh lima menit. Jika mengendarai sepeda motor, dan itu pun kalau tidak macet, tetapi jika macet, akan lama sampai ke sana, dan waktu akan banyak terbuang di jalan.
Ternyata nasib Indah dan kak Veli hari ini baik, mereka tidak terjebak macet dan sampai tujuan dalam waktu yang sudah di kira.
__ADS_1
"Akhirnya sampai juga," ujar Indah.
"Ini rumahnya Ndah?" tanya Kak Veli.
"Iya Kak," jawab Indah.
Rumah Mawar, memiliki gedung dua tingkat. Dengan desain arsitektur yang modern.
Taman bunga yang menghiasi di depan pagar, mampu membuat para tamu kagum akan ke indahannya, walaupun tidak sebesar dan semegah rumah Indah, Mawar juga termasuk anak orang kaya, yang orang tuanya juga memiliki kekuasaan di bidang bisnis.
"Yaudah masuk yuk Kak," ajak Indah.
"Yuk," jawab kak Veli.
Sebelum masuk, Indah menemui satpam yang berjaga, dan menanyakan apakah pemilik rumah ada di tempat atau tidak.
"Permisi Pak," panggil Indah.
"Iya Non, ada yang bisa saya bantu," Kata Pak satpam. Yang di name tagnya tertulis jamrud.
"Pak apakah Mawar ada di rumah?" tanya Indah.
"Oh non mawar, ada di rumah mari saya antar ke dalam," ucap Pak satpam mengajak Imdah.
"Baik Pak," jawab Indah tersenyum.
"Ayo kak," ajak Indah.
"Iya," jawab Kak Veli.
Indah dan Kak Veli, di giring oleh satpam untuk menuju pintu utama, sesampainya di sana.
"Silahkan Non tekan bel itu saja, Bapak permisi ke depan lagi," ujar Pak satpam.
"Baik Pak, terima kasih," kata Indah
"Iya Non, sama-sama," jawab Pak satpam.
Indah menekan bel yang telah di sediakan di sana, tidak lama kemudian ada seorang yang bisa di bilang pelayan di sana.
"Maaf dengan siapa?" tanya Pelayan.
"Saya Indah Bik, temannya Mawar," jawab Indah.
"Mau mencari Non Mawar ya?" tanya Pelayan.
"Iya bik, Mawarnya ada," ujar Indah.
"Ada Non, mari Non, Den masuk ke dalam," ajak Pelayan.
"Iya bik," jawab Indah dan Kak Beli bersamaan.
"Silahkan duduk, saya akan panggil Non Mawar dulu," kata pelayan
"Baik bik, terima kasih," ujar Indah.
Oke guys sampai di sini dulu😍
jangan lupa like dan vote ya
serta ikuti akun aku.
Tolong jangan jadi pembaca aja, bantu
like dan vote dari kalian ya😊.
SalamManis♡.
__ADS_1